Penggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Sebagai Strategi Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat SMA

Sumardi Sumardi

Abstract


Dunia pembelajaran dituntut selalu berkreasi dan berinovasi sepanjang jaman. Guru salah satu mesin penggerak di dalamnya. Oleh karena itu, guru harus mampu mengadakan perubahan dan perkembangan dalam malaksanakan tugasnya. Kemampuan mengadakan perubahan dalam pembelajaran termasuk strategi untuk mewujudkan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Mengapa guru harus memiliki strategi pembelajaran? Strategi pembelajaran merupakan serangkaian cara untuk mewujudkan tujuan pembelajaran termasuk penggunaan model pembelajaran inovatif. Model pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh guru harus berpusat pada kegiatan peserta didik, menarik dan menyenangkan. Di samping itu pembelajaran harus sesuai dengan karakter dan lingkungan peserta didik sehingga pembelajaran bisa menggugah minat dan semangat peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru harus menguasai jenis-jenis model pembelajaran dan langkah-langkahnya. Dengan menguasai model pembelajaran secara baik, guru dapat memilih jenis model pembelajaran mana yang sesuai dengan materi, karakter peserta didik dan lingkungannya. Penulis sering menggunakan model pembelajaran yang berbeda-beda tergantung jenis materinya dan hasilnya sangat signifikan. Setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kelemahan. Pilihlah jenis model pembelajaran yang sesuai dengan materi, peserta didik, lingkungan dan tujuan pembelajaran.

Kata-kata Kunci: Model-model pembelajaran, Strategi pembelajaran, Pembelajaran kooperatif 


Full Text:

PDF

References


Ahmad, Syah. (2005). Strtegi Belajar Mengajar. Jakarta: Ciputat Press.

Anita, 2010. Cooperative Learning (Mempraktekan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas). Jakarta: Grasindo

Budiningsih. (2005). Model Discovery Learning. Jakarta: Pustaka Mandiri.

Giyono. (2019) Penerapan Metode Group Investigation untuk meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Menganalisis Teks Negosiasi Peserta Didik Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 gemolong Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Pendidikan, volume 28(1) Maret 2019, hal: 1-16.

Kemp.(1995). Proses Perancangan Pengajaran. Bandung: ITB.

Piaget, J. (1963). The Origins of Intelligence in Children. New York: W.W. Norton & Company, Inc.

Oxford, R. L. (1990). Language Learning Strategies: WliatEveiy Teacher Should Know. New York: Newbury House.

Rusman. (2014). Model-model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionalisme Guru). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sanjaya, Wina. (2006). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Medi GroupSlameto.

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sumardi. (2019) Peningkatan Motivasi Belajar dan Keterampilan ‘Speaking’ dalam Teks ‘Recount’ dengan Menggunakan Model Talking Stick Kelas X IPS 2 SMA Negeri 1Gemolong Semester GenapTahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Pendidikan, volume 28(1), Maret 2019, hal: 71-80.

Sumardi. (2020) Apakah Melalui Media Audio Visual dan Model STAD (Students Teams Acheavement Division) dapat Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Inggris (Knowledge and Writing Skill) Teks Recount Kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Gemolong Kabupaten Sragen Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017). Jurnal Pendidikan, volume 29(1), Maret 2020, hal: 21-36.

Sardiman, A.M. (2003). Interaksi Dan Motivasi Belajar Siswa. Jakarta: PT. Rajawali Pres Grafindo Persada.

Marsela. (2012). Model Pembelajaran Kancing Gemerincing. Diambil dari: http://metra2277.blogspot.com/2012/10/model–pembelajaran-kancinggemerincing.

Supriono, Agus. (2010). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yokyakarta: Pustaka Belajar

Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.




DOI: https://doi.org/10.32585/jp.v30i1.1202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics