MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN NON-FORMAL MELALUI PEMBERIAN KETERAMPILAN KERJA PADA ANAK DIFABEL

Sri Adi Nurhayati, Sesya Dias Mumpuni

Abstract


Pendidikan nonformal masih awan diketahui oleh masyarakat. Mengenalkan pendidikan nonformal menjadi tantangan dalam situasi global sekarang ini. Salah satu pendidikan nonformal yang ada di Kabupaten Tegal adalah organisasi Difabel Slawi Mandiri yang memberikan keterampilan kepada difabel. Bekal keterampilan tersebut salah satunya yaitu keterampilan menjahit. Pelatihan keterampilan menjahit pada difabel akan sangat bermanfaat jika ditekuni dengan baik. Keterampilan menjahit dapat dilihat sebagai tolok ukur kinerja difabel. Maka perlu adanya kesiapan kinerja difabel akan memberikan manfaat bagi dirinya. Indikator kinerja yang ada pada diri difabel meliputi (1) task behaviors, (2) task performance, (3) productivity dan (4) quality. Sampel responden ada tiga difabel yang memiliki kasus yang khas pada kinerja dalam bekerja. Konseling diperlukan untuk dapat membantu difabel dalam menentukan tujuan diri. Proses konseling yang dilakukan untuk memandirikan konseli, penguatan dalam kinerja dan dasar untuk memulai pekerjaan yang dibidangi. Kerjasama yang baik antara konselor dengan konseli sangat diperlukan dalam rangka membantu diri konseli. Konselor memberikan apresiasi terhadap kemandirian akan semua hal yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja khususnya dalam rintisan usaha di Kabupaten Tegal. Hal yang tidak mudah, namun sangat perlu dilakukan sebagai karir pekerjaan difabel di masyarakat.

Kata Kunci: pendidikan non-formal, difabel, keterampilan kerja

References


Baron, Robert A. & Donn Byrne. 2012. Social Psychology 13th Edition. Pearson Education, Inc: USA.

Corey, Gerald. 2009. Theory and Practice of Counseling and Psychoteraphy. USA: Thomson Brook/Cole.

Cornish, Jennifer A. Ericson et all. 2010. Handbook of Multicultural Counseling Competencies. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Covey, Stephen R. 2015. The Seven Habits of Highly Effevtive People (7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif). Jakarta: PT Dunamis Intra Sarana.

International Labour Organization. 2015. Inklusi Penyandang Disabilitas Muda: Kasus Bisnis. Organisasi Perburuhan Internasional: Jakarta.

Koopmans, Linda et all. 2011. Identified conceptual frameworks of individual work performance. Journal American college of occupational and environmental medicine JOEM. Volume 53, number 8, august 2011.

LBK-DSM Kabupaten Tegal. Laporan Pendataan Difabel Desa Bogares Kidul Revisi Tahun 2015.

LBK-DSM Kabupaten Tegal. Laporan Pendataan Difabel Desa Grobog Kulon Revisi Tahun 2015.

Myers, David G. 2012. Psikologi Sosial Edisi 10 buku 2. Jakarta: Salemba Humanika.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010.

Pineida, Felipe Oyarzo. (2011). Competencies for the 21st Century: Integrating ICT to Life, School and Economical Development. Procedia - Social and Behavioral Sciences. (28): 54 – 57.

Raza, Hasan et all. 2014. The Impacts of Employee’s Job Performance Behavior and Organitation Culture on Organizational Productivity in Pharmaceutical Industries in Karachi. Interdiciplinary Journal of Contemporary Research in Business. April 2014 Volume 5 Number 12.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003.




DOI: https://doi.org/10.32585/jkp.v2i2.129

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Sri Adi Nurhayati, Sesya Dias Mumpuni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


42%
1-2 Weeks2-8 Weeks4-16 Weeks
Acceptance RateSubmission to 1st DecisionPeer-review Process
Submission to Accepted

Jurnal Komunikasi Pendidikan

P-ISSN: 2549-1725 | E-ISSN: 2549-4163
Publisher: Universitas Veteran Bangun Nusantara
Address: Jl. Letjend. S. Humardani No. 1 Sukoharjo, Central Java, Indonesia

Creative Commons License

Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/komdik

View My Stats