Ale Rasa Beta Rasa Filosofi Hidup Dalam Merawat Ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura

Authors

  • Jolanti Wisje Pentury Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

DOI:

https://doi.org/10.32585/cessj.v7i2.5549

Abstract

Filosofi “Ale Rasa Beta Rasa” memiliki makna mendalam bagi masyarakat Maluku, mewujudkan harmoni komunal, empati, dan saling pengertian. Filosofi ini berfungsi sebagai kompas moral bagi orang Maluku untuk membina ikatan persaudaraan yang kuat. Namun, implementasi nilai-nilai ini di Jayapura menghadapi tantangan, seperti perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, dan ekonomi yang menciptakan ketidaksetaraan dalam interaksi sosial dan pembentukan hubungan antarindividu. Penelitian ini bertujuan menganalisis “Ale Rasa Beta Rasa” sebagai filosofi hidup dalam merawat ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi ini mengajarkan kebersamaan, saling membantu, dan toleransi beragama. Sikap saling menghormati dan menghargai menunjukkan bahwa Keluarga Maluku di Jayapura tidak membeda-bedakan anggotanya berdasarkan status sosial atau agama. Nilai-nilai Ale Rasa Beta Rasa mencakup toleransi dalam aspek sosial dan agama, tetap relevan dan diterapkan oleh masyarakat Maluku di Jayapura. Kesimpulannya, filosofi “Ale Rasa Beta Rasa” merupakan simbol kebersamaan, toleransi, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura. Dengan mengedepankan nilai-nilai ini, komunitas dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, serta mencegah perpecahan. Filosofi ini juga mengajarkan pentingnya bekerja sama dan saling mendukung dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam konteks keluarga maupun komunitas yang lebih luas, memperkuat ikatan komunitas dan memberikan dukungan moral yang kuat bagi masyarakat Maluku di tanah rantau.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-28

Issue

Section

Artikel