Analisis Human Error dengan Metode Sherpa dan Heart pada Produksi Barecore PT. Pundi Alam Perkasa

Authors

  • Dewi Safitri Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Andung Jati Nugroho Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta

Abstract

Kecelakaan kerja dalam industri pengolahan kayu umumnya disebabkan oleh kesalahan manusia. PT Pundi Alam Perkasa, produsen Barecore, mengalami sejumlah insiden kecelakaan, terutama pada tahap produksi. Studi ini memiliki tujuan untuk menemukan kemungkinan kesalahan manusia, menyelidiki faktor-faktor penyebabnya, serta menawarkan saran perbaikan demi meningkatkan keselamatan dalam lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah SHERPA untuk mengidentifikasi jenis kesalahan berdasarkan aktivitas kerja, dan HEART untuk menghitung probabilitas kesalahan (HEP) pada aktivitas berisiko tinggi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama Februari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dengan nilai HEP tertinggi terjadi saat pengoperasian mesin Crosscut tanpa dimatikan (HEP = 0,279), memasukkan kayu ke mesin Gangrip (HEP = 0,264), serta memasukkan tangan ke mesin Double Planner dan Jump Crosscut tanpa pengecekan pengaman (HEP = 0,216). Faktor utama penyebab kesalahan adalah kurangnya pelatihan, beban kerja tinggi, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur. Rekomendasi perbaikan mencakup pemasangan sensor pengaman, penyusunan dan sosialisasi SOP, serta peningkatan pelatihan dan pengawasan. Penerapan metode SHERPA dan HEART terbukti efektif dalam mengidentifikasi serta menurunkan risiko human error, sehingga mendukung peningkatan keselamatan dan efisiensi kerja di industri pengolahan kayu.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-09-30

How to Cite

Dewi Safitri, & Nugroho, A. J. (2025). Analisis Human Error dengan Metode Sherpa dan Heart pada Produksi Barecore PT. Pundi Alam Perkasa. Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI), 6(2), 89–105. Retrieved from https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/japti/article/view/6962

Issue

Section

Artikel