<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://journal.univetbantara.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-06-07T14:22:19Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/199</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/200</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/206</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/207</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/208</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/209</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/210</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.journal.univetbantara.ac.id:article/211</identifier>
				<datestamp>2019-05-17T07:25:49Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/212</identifier>
				<datestamp>2024-06-14T02:20:05Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/236</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Transformasi Nilai dan Pelestarian Budaya Melalui Filmsasi Cerita Anak Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Karkono, Karkono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Usaha untuk mempertahankan eksistensi cerita-cerita asli Indonesia  agar tidak kalah dengan cerita-cerita dari luar sangat perlu dilakukan. Di samping usaha dari sisi peningkatan kualitas isi dan format penyajian, usaha lain yang bisa dilakukan adalah mengangkat cerita-cerita tersebut ke film. Dengan media film, masyarakat beragam usia dan status sosial akan lebih dekat dengan cerita-cerita asli Indonesia tersebut karena bentuk penikmatannya berbeda. Menuangkan cerita tulisan ataupun lisan ke dalam film berarti melakukan inovasi agar transformasi nilai positif yang terdapat di dalam cerita tersebut dapat tersampaikan dengan efektif. Selain itu, alih wahana ini ikut serta memberi warna dalam dunia industri kreatif di Indonesia yang selama ini bisa dikatakan belum menjadikan cerita-cerita asli Indonesia sebagai materi utama cerita. Indonesia memiliki banyak cerita asli yang mengandung nilai-nilai edukatif yang mendesak untuk dikenalkan kepada pembaca kekinian, terutama anak-anak. Melesterikan cerita asli Indonesia berarti ikut dalam upaya pelestarian budaya. Kata-kata Kunci: Transformasi nilai, filmsasi, cerita anak, pelestarian budaya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.236</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 1-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 1-13</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/236/236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Karkono Karkono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/237</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NILAI KARAKTER PADA PERIBAHASA JAWA</dc:title>
	<dc:creator>Hadiatmadja, Bengat</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masyarakat Jawa merupakan  salah satu suku bangsa sebagai penopang bangsa Indonesia mempunyai ajaran kebaikan yang dikenal sebagai karakter, moral, atau sisi dalam. Karakter atau moral tersebut secara kasat mata tampak sebagai etika, tingkah laku, atau budi pekerti. Salah satu ajaran budi pekerti Jawa terdapat dalam peribahasa Jawa. Pada era post modern saat ini, peribahasa Jawa tersebut sudah  dilupakan orang, tidak dijadikan ajaran kebaikan. Akibatnya orang Jawa yang menjadi pemimpin di negeri ini banyak yang terjerat tindak pidana korupsi. Etika atau tingkah laku jahat ini membuktikan bahwa mereka tidak memahami ajaran yang terkandung dalam peribahasa Jawa tersebut. Karakter peribahasa Jawa yang saya teliti dikelompokkan secara garis besar menjadi dua jenis, yaitu yang bersifat positif, baik wajib langsung digunakan sebagai contoh kebaikan; dan yang kedua bersifat negative, tidak bisa langsung digunakan sebagai contoh, harus dicari dahulu unsure nilai positifnya. Kata-kata kunci: Nilai Karakter; Peribahasa Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 14-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 14-27</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/237/237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Bengat Hadiatmadja</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/238</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TRADISI TURUN-TEMURUN PEMBUATAN BATIK MASYARAKAT KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA (SEBUAH TINJAUAN BUDAYA)</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Batik, yang sejak ratusan tahun silam dikenal sebagai jarit 'kain panjang' untuk kaum bangsawan Indonesia (Jawa), kini telah meluas dalam produksi maupun arti fungsi pemakaiannya. Dalam tulisan ini akan dipaparkan bagaimana proses pembuatan batik di kampung Laweyan. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah prosesi membatik di kampung batik Laweyan, informan perajin batik di kampung batik Laweyan, serta naskah lama. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik catat, rekam, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pembatikan suatu kain memerlukan tahapan-tahapan khusus yang dimulai dari pemilihan kain mori yang baik, membuat pola dengan ceceg, nembok sampai proses terakhir yaitu mababar. Untuk membuat satu lembar kain dengan motif batik memerlukan alat-alat khusus, antara lain wajan, gawangan, canthing, bandhul, dan lilin atau malam. Banyak sekali jenis-jenis motif kain batik antara lain sidamukti, sidaraja, parangrusak dan sebagainya. Pada jaman dahulu seorang wanita Jawa diharuskan untuk mampu membatik. Adapun kampung yang terkenal sebagai sentra industri kerajinan batik adalah kampung Laweyan di Surakarta dan telah ada sejak zaman kerajaan Pajang. Kata-kata Kunci: Laweyan, batik, tradisi turun-temurun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 28-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 28-46</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/238/238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Prasetyo Adi Wisnu Wibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/239</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TINGKAT TUTUR SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER</dc:title>
	<dc:creator>Priyatiningsih, Nurpeni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tingkat tutur atau dalam bahasa Jawa disebut unggah-ungguh adalah adat sopan santun, etika, tata susila, tatakrama berbahasa. Tingkat tutur tidak hanya terbatas pada bentuk tuturan tetapi juga menyangkut pada tindak tanduknya, yang dapat dikatakan sebagai patrap dan pocap. Tingkat tutur secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu ragam ngoko dan ragam krama. Ragam ngoko sendiri dibagidua yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Demikian juga ragam krama terdiri dari dua yaitu ragamkrama lugu dan krama alus. Pendidikan bahasa Jawa mempunyai fungsi  yang diarahkan untuk dua hal yaitu kultural dan edukatif. Penerapan tingkat tutur/unggah-ungguh melalui pendidikan bahasa Jawa bersifat vertikal artinya yang muda menggunakan ragam krama untuk menghormati yang tua/ dituakan , sebaliknya yang tua tidak boleh sewenang-wenang terhadap yang muda, yang demikian disebut keseimbangan. Konsep keseimbangan itu meliputi duduga, prayoga, watara dan reringa.Penerapan tingkat tutur/ unggah-ungguh dapat dijadikan sarana pembentukanpendidikan karakter. Kata-kata kunci: Bahasa Jawa, Tingkat tutur, Pendidikan Karakter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/239</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.239</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 47-63</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 47-63</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/239/239</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Nurpeni Priyatiningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/240</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMBELAJARAN PUISI JAWA DI SMP NEGERI 3 SUKOHARJO</dc:title>
	<dc:creator>Basuki, Sri Harjono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian ini ada dua (1) Untuk mendeskripsikan karakteristik pengelolaan pembelajaran apresiasi puisi jawa di SMP Negeri 3 Sukoharjo. (2) Untuk mendeskripsikan karakteristik interaksi pembelajaran apresiasi puisi jawa di SMP Negeri 3 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Sukoharjo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tiga komponen utama yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan serta verifikasinya. Hasil penelitian ini adalah (1) Pengelolaan pembelajaran apresiasi geguritan di SMP Negeri 3 Sukoharjo dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran apresiasi Geguritan disusun oleh guru bahasa Jawa berdasarkan rencana atau RPP yang telah dibuat menurut jadwal semester atau alokasi waktu yang ada. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap pembelajaran yaitu  kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan inti guru melakukan kegiatan elaborasi eksplorasi dan konfirmasi dalam pembelajaran apresiasi Geguritan, dengan metode unjuk kerja, ceramah, demonstrasi, penugasan kelompok dan tanya jawab. Sedangkan evaluasi berbentuk uji petik kerja atau bisa juga test tertulis. (2) Interaksi antara guru dan peserta didik terjalin dengan baik dan akrab baik itu sebelum pembelajaran maupun pada saat pembelajaran di kelas, yang ditandai dengan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran sampai akhir kegiatan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang diberikan oleh guru. Bentuk interaksi antara guru dan peserta didik terjadi secara dua arah sehingga menimbulkan timbal balik yang baik antara guru dan peserta didik. Kata-kata kunci: pengelolaan pembelajaran, interaksi pembelajaran, geguritan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/240</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.240</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 64-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 64-80</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/240/240</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Sri Harjono Basuki</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/241</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KEARIFAN LOKAL BAHASA JAWA DALAM TRADISI TINGKEBAN DI KELURAHAN LAWEYAN  KOTAMADYA SURAKARTA (SEBUAH KAJIAN ETNOLINGUISTIK)</dc:title>
	<dc:creator>Nurnaningsih, Nurnaningsih</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kearifan lokal di balik bahasa Jawa dalam tradisi tingkeban di Kelurahan Laweyan Kecamatan Laweyan Surakarta menarik dikaji secara Etnolinguistik. Ada sistem pengetahuan lokal di balik bahasa Jawa dalam tradisi tingkeban masyarakat Kelurahan Laweyan Surakarta. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi di Kelurahan Laweyan Kecamatan Surakarta. Sumber data yaitu tradisi tingkeban dan masyarakat Laweyan. Teknik pengumpulan data dengan tenik rekam, catat, serta wawancara mendalam. Teknik analisis data yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian ini berhasil menemukan pola-pikir, pandangan dunia, pandangan hidup dan sistem pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kelurahan Laweyan Surakarta dalam tradisi tingkeban dalam rangka  sebagai ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta atas anugerah kehamilan yang telah mencapai usia tujuh bulan serta sebuah permohonan agar kebahagiaan yang telah diberikan dapat terjaga dengan baik, jauh dari gangguan hal-hal yang tidak baik. Kata-kata Kunci: tingkeban, etnolinguistik, kearifan lokal, Laweyan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 81-95</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 81-95</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/241/241</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Nurnaningsih Nurnaningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/242</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:21Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MAKNA HAKIKI “AJA DUMEH”</dc:title>
	<dc:creator>Ikhwanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ungkapan Jawa warisan leluhur seperti Aja Dumeh mengandung nasehat bijak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk Pendidikan Karakter Bangsa. Tulisan ini disajikan guna memberikan gambaran tentang bagaimana cara menggali hakekat makna dari sebuah ungkapan Jawa, yaitu dengan dasar pemikiran filsafat dan sosiologi interpretasi. Setelah dilakukan pembahasan dengan pertimbangan nalar yang mapan akhirnya dapat disimpulkan bahwa Makna Hakiki Aja Dumeh adalah Prasaja atau Bersahaja. Kata-kata kunci: aja dumeh, karakter, dan prasaja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i1.242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 1 (2019); 96-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 1 (2019); 96-104</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/242/242</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Bambang Ikhwanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/401</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">WAYANG DAN BATIK SEBAGAI WAHANA PRAKTEK DIPLOMASI KEBUDAYAAN</dc:title>
	<dc:creator>Purwasito, Andrik</dc:creator>
	<dc:creator>Kartinawati, Erwin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Diplomasi budaya adalah bentuk diplomasi yang mengangkat materi seni-budaya, baik berupa seni pertunjukan, seni tari, seni pedalangan, seni suara atau seni bela diri, termasuk kuliner, sebagai bahan atau materi untuk diplomasi. Diplomasi budaya, merupakan bentuk halus dari hubungan antar negara, dan  memiliki peran penting dalam ikut menyumbangkan perannya bagi perdamaian dunia. Oleh sebab itu, diplomasi budaya digunakan sebagai upaya untuk mencapai tujuan nasional melalui cara-cara yang lebih lunak. Oleh karena itu, diplomasi budaya juga disebut sebagai soft power diplomacy. Tulisan ini untuk menjelaskan salah satu praktik soft power diplomacy yang dilakukan oleh aktor non-negara, yaitu pengalaman individu penulis sendiri, utamanya menggunakan wayang kulit, kuliner dan batik. Penggunaan ketiga produk budaya Indonesia ini didasarkan pada hasil penelitian yang penulis lakukan mengenai pentingnya diplomasi berbasis kearifan lokal, antara lain berjudul &quot;Diplomasi Multi-jalur Berbasis Genius Lokal. &quot;. Isinya antara lain adalah wayang kulit dan jenis seni-budaya lainnya, seperti kuliner dan seni sastra, dapat diangkat sebagai metode pembelajaran dalam domain hubungan internasional. Selain sebagai alat diplomasi, penggunaan wayang, kuliner dan batik juga diimplementasikan sebagai wahana praktik diplomasi kebudayaan, sekaligus sebagai upaya pelestarian seni dan budaya khas bangsa Indonesia. Kata kunci : seni, batik, budaya, diplomasi, wayang kulit , soft power.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/401</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 105-115</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 105-115</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/401/401</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Andrik Purwasito, Erwin Kartinawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/402</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMIKIRAN MITIS AKULTURATIF DALAM TEKS KI AGENG GRIBIG</dc:title>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Setelah Majapahit runtuh agama Islam masuk ke tanah Jawa melalui berbagai wilayah pesisir utara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Agama Islam yang disebarkan oleh raja dan wali lalu menjadi  pilar  bagi   kraton dan kadipaten berdiri di wilayah itu.  Para wali tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.  Ki Ageng Gribig merupakan salah satu wali yang populer di Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah.  Menurut sejarah, beliau  keturunan  ke-5 Prabu Brawijaya, raja Majapahit dengan putri Cempa. P3KAG (Pengelola Pelestarian Peninggalan Ki Ageng Gribig) telah menulis tentang riwayat Ki Ageng Gribig ini. Bagaimana perjalanan Ki Ageng Gribig dari wilayah Tuban (Jawa Timur) ke Jatinom, Klaten (Jawa Tengah) dan bagaimana kiprah beliau di tempat yang baru itu, sebagai diskusi yang menarik. Paper ini membahas Integrasi Islam – Jawa melalui kajian teks Ki Ageng Gribig yang diterbitkan oleh P3KAG. Ki Ageng Gribig sebagai salah satu wali Allah yang sangat disucikan oleh masyarakat Jawa karena giat menyiarkan agama Islam dengan memadukan unsur-unsur budaya lokal Jawa. Mitos Ki Ageng Gribig menjadi arah dan pedoman bagi masyarakat pendukungnya. Metodologi deskriptif kualitatif dan kepustakaan dipergunakan untuk menguraikan akulturasi dan mitos orang suci. Teks Ki Ageng Gribig dibahas sedetail mungkin sesuai apa adanya dan didukung dengan kepustakaan yang memadai. Hasil pembahasan mengasumsikan bahwa kebudayaan Jawa dapat menerima dan mengolah masuknya Islam untuk disesuaikan dengan kepribadian setempat. Budaya religi yang telah berkembang lama tentang penghormatan kepada dewa, roh, atau sukma diakulturasikan dengan Islam. Kata kunci: Mitis, Jawa, Islam, wali, akulturasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 116-131</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 116-131</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/402/402</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/403</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NILAI PENDIDIKAN SERAT JAYABAYA KARYA RADEN NGABEHI RONGO WARSITO</dc:title>
	<dc:creator>Sumarsono, Djoko</dc:creator>
	<dc:creator>Priyatiningsih, Nurpeni</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, R. Adi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini terkait dengan ramalan Jayabaya Musarar berhubungan dengan makna yang terkandung dan nilai pendidikan didalamnya. Popularitas Jangka Jayabaya tergolong tinggi dikalangan masyarakat jawa secara umum dan masyarakat Kediri khususnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap mitologi masih berakar kuat dalam mentalitas masyarakat Indonesia. Serat Musarar adalah gubahan Raden Ngabehi Ranggawarsita yang perlu dilestarikan. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam serat Musarar diantaranya:1) Nilai yang berhubungan dengan Tuhan, nilai ini ditemukan diantaranya percaya dan ketaatan kepada Tuhan, 2) Nilai yang berhubungan dengan diri sendiri, Nilai diantaranya kecerdasan, dan cinta ilmu, 3) Nilai yang berhubungan dengan sesama, nilai ini ditemukan pada nilai gotong royong, patuh dan aturan sosial, dan keadilan, 4) Nilai yang berhubungan dengan alam sekitar atau lingkungan, nilai ini berupa sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya, dan 5) Nilai yang berhubungan dengan kebangsaan, nilai ini dapat berupa nasionalis dan menghargai keberagaman. Kata kunci: nilai pendidikan, ramalan, jayabaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/403</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.403</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 132-146</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 132-146</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/403/403</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Djoko Sumarsono, Nurpeni Priyatiningsih, R. Adi Deswijaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/404</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">SERAT WEDDHAKARANA: PANDUAN MERAIH KEINGINAN DALAM BUDAYA JAWA</dc:title>
	<dc:creator>Qori Fadzilah, Rahma</dc:creator>
	<dc:creator>Indria Ekowati, Venny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah, membuat transkripsi¸ membuat transliterasidan menyajikan suntingan teks, serta membuat terjemahan teks. Selain itu, juga mendeskripsikan ilmu firasat yang terkandung dalam teks Sêrat Weddhakarånå. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan filologi modern. Sumber data penelitian ini adalah naskah Sêrat Weddhakarånå yang disimpan di perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta, dengan nomor koleksi R00762. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam beberapa langkah, yaitu 1) inventarisasi naskah, 2) deskripsi naskah, 3) transkripsi teks, 4) transliterasi, 5) suntingan, 6) terjemahan, dan 7) pemaknaan teks. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Validitas data dilakukan dengan menggunakan validitas semantik. Reliabilitas yang digunakan, yaitu interatter dan intraratter.Namun pada artikel ini hasil penelitian filologi tidak disampaikan secara lengkap karena keterbatasan halaman. Hasil penelitian terhadap naskah Sêrat Weddhakarånåmenunjukkan bahwa kondisi naskah Sêrat Weddhakarånå keadaannya masihterawat, tulisannya jelas, dan mudah dibaca. Isi Sêrat Wéddhåkarånåberdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: terdapat sebab-sebab tercapainya keinginan yaitu diinginkan¸ difikirkan dan dilaksanakan. Selain itu agar keinginan itu terwujud¸ ada beberapa hal yang harus dijaga dan diusahakan menurut Sêrat Wéddhåkarånå yaitu kesehatan¸ ilmu pengetahuan dan ketrampilan¸ dan watak kelakuan baik. Beberapa hal tersebut harus dilakukan bersama-sama agar keinginan yang diharapkan dapat terwujud. Yang terakhir adalah cara-cara meraih kemuliaan dan keberuntungan menurut Sêrat Wéddhåkarånå itu ada dua. Yang pertama menurut hal gaib atau samar yaitu sebab kemuliaan dan keberuntungan adalah hasil dari perbuatan yang sudah dilalui sebelumnya, yang dinamakan beruntung itu merupakan mendapatkan sesuatu yang bukan dari hasil perbuatan yang dilaluinya¸ itu merupakan hadiah yang tidak disangka-sangka. Jadi jika manusia tidak mendaptkan keberuntungan dan kemuliaan tidak boleh mengeluh. Yang terakhir adalah sebab kemuliaan dan keberuntungan yang bisa dinalar yaitu berasal dari watak yang baik. Watak baik seperti rajin¸ berhati-hati dalam bertindak¸ pintar¸ serta bisa baik dalam pergaulan terhadap sesama.Keenam, membahas sebab-sebab tercapainya keinginan¸ bagaimana terwujudnya keinginan serta tata cara meraih keberuntungan dan kemuliaan. Kata kunci : Sêrat Wéddhåkarånå¸ keinginan, naskah, Jawa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/404</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.404</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 147-160</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 147-160</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/404/404</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Rahma Qori Fadzilah, Venny Indria Ekowati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/405</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">LAKU DAN PENGETAHUAN SPIRITUAL KI AGENG PANDHANARAN DALAM LAKON WEDHARE SADAT TEMBAYAT</dc:title>
	<dc:creator>Qonita Mahdiyah, Nada</dc:creator>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu jenis wayang yang tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah Wayang Tauhid. Pergelaran Wayang Tauhid yang didasarkan pada tujuan mensyiarkan agama Islam telah diciptakan oleh seorang dalang bernama Ki Sunardi Wiro Carito. Salah satu lakon yang sarat nilai agama, pengetahuan, dan pesan moral berjudul Wedhare Sadat Tembayat. Untuk mendapatkan pengetahuan keagamaan diperlukan tindakan spiritual dengan laku pengendalian hawa nafsu dan menjauhkan diri dari keramaian duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan laku di dalam lakon sebagai nilai spiritual keagamaan seperti yang dijalankan oleh Ki Ageng Pandhanaran. Kajian terhadap data menggunakan pendekatan objektif dan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan perspektif religi yang ditunjang studi kepustakaan serta kerangka konseptual teoritis Etika Jawa dari Franz Magnis Suseno. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa laku yang dijalankan Ki Ageng Pandhanaran menghasilkan pengetahuan keagaman yang diperoleh berdasarkan upaya melalui jalan yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga dengan ujian-ujian yang berhasil dikalahkan untuk mencapai tujuan keimanan dan keislaman. Kata kunci : laku, pengetahuan, magi, Wayang Tauhid, Islam</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/405</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.405</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 161-183</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 161-183</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/405/405</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Nada Qonita Mahdiyah, Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/406</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">TINGKAT TUTUR BAHASA JAWA DALAM FILM KARTINI</dc:title>
	<dc:creator>Ayu Rizky, Novia</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitorini, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas tingkat tutur bahasa Jawa dengan pendekatan struktural dan sosiolinguistik.Masyarakat Jawa pada abad 19 yang digambarkan dalam film Kartini,yaitu masyarakat Jawa yangmenghormatiseseorang keturunan bangsawan. Hal tersebut terlihat dalam penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa Ngoko dan Kramaketika penutur bertutur dengan mitra tutur yang bergelar bangsawan. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara pandang penutur terhadap mitra tutur di dalam masyarakat Jawa. Pendekatan struktural digunakan untuk menentukan bentuk tingkat tutur. Pendekatan sosiolingistik dilakukan dengan menganalisis faktor yang melatarbelakangi pemilihan tingkat tutur. Teori tingkat tutur yang diajukan oleh Poedjasoedarma (1979) dan Harjawiyaya (2001) digunakan sebagai pisau analisis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak kemudian ditranskripsi. Sumber data penelitian ini adalah tuturan tokoh-tokoh dalam film Kartini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang menguatkan pemilihan tingkat tutur adalah status sosial, bukan relasi kekerabatan atau umur. Kata kunci: tingkat tutur bahasa Jawa; film Kartini; kesantunan; Ngoko; Krama</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/406</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 184-206</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 184-206</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/406/406</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Novia Ayu Rizky, Dwi Puspitorini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/407</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:41:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NILAI KARAKTER PADA PERIBAHASA,  PEPATAH DAN SALOKA JAWA SEBAGAI PEMBELAJARAN KARAKTER UNTUK GENERASI PENERUS BANGSA</dc:title>
	<dc:creator>Sawitri, Sawitri</dc:creator>
	<dc:creator>Bengat, Bengat</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, R. Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Priyatiningsih, Nurpeni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sifat atau karakter budi pekerti yang luhur diusahakan dan dibina. Bangsa Indonesia yang dulu sebagai bangsa yang ramah pada era modern menjadi sangat berkurang bahkan ada yang sudah sama sekali hilang. Rasa keprihatinan ini yang membuat penulis mengungkapkan dalam sebuah tulisan. Nilai karakter dari peribahasa, pepatah dan saloka meiliki nilai luhur yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Bangsa yang bermoral adalah bangsa yang menghargai dari nilai-nilai banganya sendiri. Padaperibahasan anak polah bapa kepradah, busuk ketekuk pinter keblinger, sedangkan saloka yaitu asu mbalang kalung wong. Peribahasa , pepatah, saloka dapat sebagai kiblat manusia menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi sosok panutan bagi anak dan keturunan sehingga terselamatkan anak dan cucu bagi kehidupan yang semakin hilang budayanya. Nilai pendidikan karakter yang baik   menjadikan pribadi bangsa yang baik. Pendidikan karakter dapatdigunakan untuk generasi penerus kita bangsa Indonesia. Kata Kunci: Nilai, Karakter , Peribahasa, Bebasan, Saloka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/407</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v1i2.407</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 1 No 2 (2019); 207-224</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 1 No. 2 (2019); 207-224</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/407/407</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Sawitri Sawitri, Bengat Bengat, R. Adi Deswijaya, Nurpeni Priyatiningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/650</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KAIDAH PENANDAAN DALAM WANGSALAN TEMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Wangsalan merupakan konstruksi bahasa Jawa  yang mengandung unsur teka-teki dan jawabannya (tebakannya) secara tersembunyi di dalam konstruksi bahasa tersebut. Ekspresi wangsalan dapat dipandang sebagai upaya penempaan orang Jawa dalam memahami relasi kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Upaya untuk memahami relasi kehidupan sebagai pencerdasan manusia Jawa untuk senantiasa mencari eksistensi dari kehidupan itu sendiri. Bentuk wangsalan bermetrum Pangkur di dalam Serat Rerepen karya KGPAA Mangkunagara IV di Surakarta sebagai data kajian. Persoalan yang muncul bagaimana orang Jawa melatih kecerdasan berfikir melalui wangsalan dalam bentuk tembang sehingga mendapatkan pemaknaan yang utuh dan padu. Pendekatan objektif dari Abram, metode deskriptif kualitatif dari Creswell, konsep etika dari Franz Magnis Suseno, dan Teori tentang tanda dari Chrales Sanders Pierce dipergunakan untuk menjawab persoalan penandaan konstruksi wangsalan tembang ini. Hasil kajian ini mengasumsikan bahwa wangsalan sebagai produk bahasa dan kebudayaan Jawa mengandung strategi pendidikan dan pemelajaran agar masyarakat menjadi cerdas dalam memaknai tanda-tanda simbolik yang terdapat di dalamnya. Kata-kata Kunci: kaidah, tanda, wangsalan, bahasa, Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/650</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.650</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/650/513</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/651</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM KARTINI (2017) KARYA HANUNG BRAMANTYO</dc:title>
	<dc:creator>Karkono, Karkono</dc:creator>
	<dc:creator>Maulida, Justitia</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadiyanti, Putri Salma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya patriarki, perlawanan tokoh Kartini terhadap budaya patriarki, dan reaksi tokoh lain terhadap perlawanan Kartini dalam film Kartini. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sastra feminis dan semiotika. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini adalah film Kartini dengan teknik pengumpulan data observasi atau pengamatan dan studi literatur. Adapun teknik analisis data dilakukan sejak, sebelum, selama, dan setelah proses penelitian. Hasil penelitian ini berupa kumpulan deskripsi budaya patriarki, perlawanan tokoh Kartini terhadap budaya patriarki, dan reaksi tokoh lain terhadap perlawanan Kartini dalam film Kartini. Kata kunci: Patriarki, Kartini, Budaya Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/651</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.651</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/651/514</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Karkono Karkono, Justitia Maulida, Putri Salma Rahmadiyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/652</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NEBUS KEMBAR MAYANG : RITUAL DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA YANG MASIH BERTAHAN</dc:title>
	<dc:creator>Harsono, Harsono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Nebus kembar mayang merupakan bagian dari rangkaian ritual pernikahan adat Jawa.pernikahan adat Jawa dapat ditemukan sitem nilai masyarakat Jawa yang didalamnya berisi konsepsi-konsepsi yang hidup di alam pemikiran sebagaian besar warga masyarakat Jawa, mengenai hal – hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ‘konsepsi’ hidup dari simbolisasi-simbolisasi dalam ritual yang masih bertahan dalam upacara pernikahan Jawa.Data diolah dengan menggunakan metode kontekstual dan metode pemahaman. Kedua metode ini digunakan sebagai upaya menemukan kaidah dalam tahap analisa data. Dalam analisis mengenai ritual ini, ditemukan konsepsi-konsepsi simbolisme dalam Nebus Kembar Mayangyang memberikan kekuatan pada masyarakat pelakuuntuk mengukuhkan eksistensi ritual ini sehingga masih dapat bertahan sampai sekarang. Kata-kata kunci: ritual, nebus kembar mayang, pernikahan jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/652</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.652</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/652/515</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Harsono Harsono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/653</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">THE EFFORTS OF JAVANESE LANGUAGE IN CREATING INTERNET TERMS</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhan, Dimas</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitorini, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This research aims to know how Javanese language faces the progressof times. The presence of social media as a new medium in communicating demands Javanese language to make adjustments. One form of adjustment of Javanese language can be seen through the interface display of Javanese-language Facebook that fullof internet terms. This research examines how Javanese language creates and matches the Internet terms contained in the interface display of Javanese-language Facebook. This research uses a qualitative method that describes the findings obtained from the glossary of Javanese-language Facebook. The results of this research indicate that the term-matching on the interface display of Javanese-languageFacebook is mostly done by loan, not by translation or creating the term of internet in Javanese language. It proves that Javanese language is open and flexible to foreign influences. This is the characteristic that causes Javanese language to live and survive for centuries until now. Keywords: Javanese language, loan, progress, internet</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/653</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.653</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/653/516</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dimas Ramadhan, Dwi Puspitorini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/654</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REPRESENTASI GAYA HIDUP HEDONISME PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM KOALA KUMAL KARYA RADITYA DIKA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">REPRESENTASI GAYA HIDUP HEDONISME PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM KOALA KUMAL KARYA RADITYA DIKA</dc:title>
	<dc:creator>Ghandi, Firdaus Achmad</dc:creator>
	<dc:creator>Mu’tashim, Yohan Fikri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu dampak modernisasi adalah perubahan pola pikir manusia terhadap pemenuhan kebutuhan, sehingga lahirlah perilaku konsumtif sebagai akibat pengaruh gaya hidup hedonisme yang telah menjangkit semua lapisan masyarakat, tak terkecuali anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gaya hidup hedonisme pada tokoh utama film Koala Kumal karya Raditya Dika. Adapun perihal yang diungkap dalam  penelitian ini  meliputi profil gaya hidup hedonisme dan faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian  deskriptif dengan metode kualitiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dengan instrumen peneliti sendiri (human instrument).  Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data yang dikembangkan oleh Miles &amp;amp; Huberman. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data.  Hasil penelitian menunjukkan profil gaya hidup hedonisme pada tokoh utama film Koala Kumal meliputi perilaku konsumtif  dan relativitas kepuasan yang tinggi. Keduanya dilatarbelakangi oleh faktor internal berupa kepribadian dan pola asuh, dan faktor eksternal berupa kelas sosial. Kata-kata Kunci: Gaya Hidup Hedonisme, Tokoh Utama, Film  Koala Kumal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu dampak modernisasi adalah perubahan pola pikir manusia terhadap pemenuhan kebutuhan, sehingga lahirlah perilaku konsumtif sebagai akibat pengaruh gaya hidup hedonisme yang telah menjangkit semua lapisan masyarakat, tak terkecuali anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gaya hidup hedonisme pada tokoh utama film Koala Kumal karya Raditya Dika. Adapun perihal yang diungkap dalam  penelitian ini  meliputi profil gaya hidup hedonisme dan faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian  deskriptif dengan metode kualitiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dengan instrumen peneliti sendiri (human instrument).  Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data yang dikembangkan oleh Miles &amp;amp; Huberman. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data.  Hasil penelitian menunjukkan profil gaya hidup hedonisme pada tokoh utama film Koala Kumal meliputi perilaku konsumtif  dan relativitas kepuasan yang tinggi. Keduanya dilatarbelakangi oleh faktor internal berupa kepribadian dan pola asuh, dan faktor eksternal berupa kelas sosial. Kata-kata Kunci: Gaya Hidup Hedonisme, Tokoh Utama, Film  Koala Kumal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.654</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/654/517</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Firdaus Achmad Ghandi, Yohan Fikri Mu’tashim</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/655</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MORALITAS PEMIMPIN DALAM CARIYOS RAJA SIYEM</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">MORALITAS PEMIMPIN DALAM CARIYOS RAJA SIYEM</dc:title>
	<dc:creator>Kusumawardhini, Dwinda Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dunia kesusasteraan mengenal prosa sebagai salah satu genre sastra di samping genre-genre yang lain. Untuk mempertegas pengertian dan keberadaan genre prosa, sering dipertentangkan dengan genre lainhya. Karya sastra itu sendiri mencakup berbagai karya tulis  dalam bentuk prosa, puisi, dan drama. Karya sastra prosa dalam bentuk naskah dapat dipandang sebagai benda konkrit yang dapat dilihat atau dipegang. Dalam pengertian ini naskah mencakup alat tulis, sampul, aksara, beserta sistem ejaannya, tinta, rubrikasi, iluminasi, hiasan-hiasan yang muncul pada lembar-lembar alat tulis. Naskah prosa yang telah dialihaksarakan menjadi sebuah suntingan teks dapat dijadikan bahan diskusi dari berbagai perspektif.  Penelitian ini menggunakan bahan naskah Cariyos Raja Siyem yang telah dialihaksaranakn dari aksara Jawa ke aksara Latin. Penelitian ini menganalisis unsur-unsur yang turut membentuk keseluruhan karya sastra sehingga diperoleh makna nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.  Nilai-nilai tersebut terumuskan di dalam sebuah moralitas kepemimpinan yang dikemas berdasarkan latar belakang budaya Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks Cariyos Raja Siyem mengandung nilai-nilai moralitas keutamaan dan ekspresi simbolik, yaitu bijaksana dalam sikap dan tindakan, pandai berpidato dan berdiplomasi, rendah hati, ekspresi simbolik kepemimpinan Jawa, dan busana ekspresi simbolik keagungan raja. Kata kunci: sastra, struktur, moral, pemimpin, Jawa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dunia kesusasteraan mengenal prosa sebagai salah satu genre sastra di samping genre-genre yang lain. Untuk mempertegas pengertian dan keberadaan genre prosa, sering dipertentangkan dengan genre lainhya. Karya sastra itu sendiri mencakup berbagai karya tulis  dalam bentuk prosa, puisi, dan drama. Karya sastra prosa dalam bentuk naskah dapat dipandang sebagai benda konkrit yang dapat dilihat atau dipegang. Dalam pengertian ini naskah mencakup alat tulis, sampul, aksara, beserta sistem ejaannya, tinta, rubrikasi, iluminasi, hiasan-hiasan yang muncul pada lembar-lembar alat tulis. Naskah prosa yang telah dialihaksarakan menjadi sebuah suntingan teks dapat dijadikan bahan diskusi dari berbagai perspektif.  Penelitian ini menggunakan bahan naskah Cariyos Raja Siyem yang telah dialihaksaranakn dari aksara Jawa ke aksara Latin. Penelitian ini menganalisis unsur-unsur yang turut membentuk keseluruhan karya sastra sehingga diperoleh makna nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.  Nilai-nilai tersebut terumuskan di dalam sebuah moralitas kepemimpinan yang dikemas berdasarkan latar belakang budaya Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks Cariyos Raja Siyem mengandung nilai-nilai moralitas keutamaan dan ekspresi simbolik, yaitu bijaksana dalam sikap dan tindakan, pandai berpidato dan berdiplomasi, rendah hati, ekspresi simbolik kepemimpinan Jawa, dan busana ekspresi simbolik keagungan raja. Kata kunci: sastra, struktur, moral, pemimpin, Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/655</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.655</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/655/518</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dwinda Ayu Kusumawardhini, Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/656</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:21:03Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NASKAH SERAT DONGENG ASMADAYA SUATU TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">NASKAH SERAT DONGENG ASMADAYA SUATU TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA</dc:title>
	<dc:creator>Paramita Hapsari, Pradnya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur apa saja yang terkandung dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dan (2) id, ego, superego dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dari perspektif psikologi sastra. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah Sêrat Dongèng Asmadaya. Data dalam penelitian ini meliputi struktur, psikologi. Teknik pengumpulan data dengan analisis isi. Validitas data penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber data. Teknik analisis data dalam penelitian ini diawali dengan pemahaman makna yang dilakukan secara heuristik dan hermeneutik. Penelitian ini menghasilkan (1) struktur dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya yang terdiri dari fakta-fakta cerita penokohan, alur, latar kemudian tema dan dari sarana-sarana sastra berupa simbolisme,dan (2) id, ego, superego dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dari perspektif psikologi sastra. Kata-kata kunci: Naskah Jawa, Psikologi Sastra, Bahasa Jawa</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur apa saja yang terkandung dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dan (2) id, ego, superego dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dari perspektif psikologi sastra. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah Sêrat Dongèng Asmadaya. Data dalam penelitian ini meliputi struktur, psikologi. Teknik pengumpulan data dengan analisis isi. Validitas data penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber data. Teknik analisis data dalam penelitian ini diawali dengan pemahaman makna yang dilakukan secara heuristik dan hermeneutik. Penelitian ini menghasilkan (1) struktur dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya yang terdiri dari fakta-fakta cerita penokohan, alur, latar kemudian tema dan dari sarana-sarana sastra berupa simbolisme,dan (2) id, ego, superego dalam naskah Sêrat Dongèng Asmadaya dari perspektif psikologi sastra. Kata-kata kunci: Naskah Jawa, Psikologi Sastra, Bahasa Jawa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/656</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i1.656</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 1 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/656/519</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Pradnya Paramita Hapsari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/888</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">NILAI SPIRITUAL PENGEMBARAAN PANGERAN WARIHKUSUMA DALAM NOVEL RANGSANG TUBAN KARYA PADMASUSASTRA</dc:title>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Rizki Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengembaraan merupakan proses untuk menjalankan laku dalam tradisi Jawa berupa proses pengemblengandiri dengan tujuan untuk mendapatkan kesempurnaan hidup(ngudi kasampurnan).Nilai-nilai spiritualitas pengembaraan tertanam dalam masyarakat Jawa sebagaimana digambarkan dalam karya sastra Jawa. Rangsang Tuban adalah novel Jawa yang mengangkataspek spiritual pengembaraan pangeran Warihksusuma.Penelitian ini menggunakan konsep pengembaraan dan nilai spiritual menurut Niels Mulder. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai spiritual berupa nilai-nilai hidup, magis, dan lelana brata dalam pengembaraan pangeran Warihkusuma. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual digambarkan melalui penggembaraan tokoh pangeran Warihkusuma dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pangeran Warihkusumah merupakan manusia Jawa unik karena mampu menyeimbangkan diri sebagai seorang bangsawan dan rohaniawan dalam menjalankan pengembaraan. Pangeran Warihkusuma merupakan seorang bangsawan dari status sosial tinggi namun ia mampu menguasai diri dan menjadi seorang rohaniawan. Hal ini ditunjukkan dengan kemampunnya menyelaraskan diri dengan hal-hal magis (jagad cilik danjagad gedhe) dan mendapat anugerah Tuhan berupa weca selama masa pengembaraannya. Nilai-nilai hidup, magis, dan lelana brata dalam pengembaraan pangeran Warihkusuma menjadi kunci keberhasilan pengemblengan dirinya untuk mencapai pendewasaan dan kesempurnaan hidup.Kata kunci : pengembaraan, nilai spiritual, Warihkusuma, karya sastra, JawaPengembaraan merupakan proses untuk menjalankan laku dalam tradisi Jawa berupa proses pengemblengandiri dengan tujuan untuk mendapatkan kesempurnaan hidup(ngudi kasampurnan).Nilai-nilai spiritualitas pengembaraan tertanam dalam masyarakat Jawa sebagaimana digambarkan dalam karya sastra Jawa. Rangsang Tuban adalah novel Jawa yang mengangkataspek spiritual pengembaraan pangeran Warihksusuma.Penelitian ini menggunakan konsep pengembaraan dan nilai spiritual menurut Niels Mulder. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai spiritual berupa nilai-nilai hidup, magis, dan lelana brata dalam pengembaraan pangeran Warihkusuma. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual digambarkan melalui penggembaraan tokoh pangeran Warihkusuma dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pangeran Warihkusumah merupakan manusia Jawa unik karena mampu menyeimbangkan diri sebagai seorang bangsawan dan rohaniawan dalam menjalankan pengembaraan. Pangeran Warihkusuma merupakan seorang bangsawan dari status sosial tinggi namun ia mampu menguasai diri dan menjadi seorang rohaniawan. Hal ini ditunjukkan dengan kemampunnya menyelaraskan diri dengan hal-hal magis (jagad cilik danjagad gedhe) dan mendapat anugerah Tuhan berupa weca selama masa pengembaraannya. Nilai-nilai hidup, magis, dan lelana brata dalam pengembaraan pangeran Warihkusuma menjadi kunci keberhasilan pengemblengan dirinya untuk mencapai pendewasaan dan kesempurnaan hidup. Kata kunci : pengembaraan, nilai spiritual, Warihkusuma, karya sastra, Jawa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/888</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.888</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 2 (2020); 106-126</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 2 (2020); 106-126</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/888/803</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/888/2214</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Darmoko Darmoko, Rizki Wahyu Putra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/907</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:41Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kearifan Lokal Jawa Dalam Tradisi Mitoni Di Kota Surakarta (Sebuah Tinjauan Etnolinguistik)</dc:title>
	<dc:creator>Abdullah, Wakit</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Inke Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Nurkayatun, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kearifan lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mitoni</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">etnolinguistik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mitoni masih eksis di masyarakat Jawa dan mengandung pesan luhur bagi pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal dalam budaya Jawa mitoni ‘selamatan tujuh bulan wanita hamil’ di Kota Surakarta secara etnolinguistik. Data penelitian meliputi data verbal (istilah, ungkapan, unit lingual yang lain) dan nonverbal (simbol, lambang, sesaji). Sumber data meliputi primer dan skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi berpartisipasi menurut ketentuan metode etnografi. Validitas data dijaga dengan teknik triangulasi (metode, teori, peneliti, data). Teknik analisis data dimulai dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk teks naratif, meliputi kearifan lokal wanita Jawa di Kota Surakarta, meliputi (1) kearifan religius (religious wisdom), (2) kearifan kultural (cultural wisdom), (3) kearifan ekspresif (expresive wisdom).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/907</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.907</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 1 (2021); 19-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 1 (2021); 19-26</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/907/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Prasetyo Adi Wisnu Wibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/918</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:41Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sajen dalam Ruwatan Murwakala sebagai Bentuk Resistensi</dc:title>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ruwatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sajen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">murwakala</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas sajen dalam ruwatan, bertujuan menjelaskan bagaimana fenomena keberadaan sajen yang terdapat dalam pertunjukkan ruwatan murwakala sebagai bentuk resistensi.  Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif penelitian ini dilakukan. Sumber data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian berupa deskripsi dan penjelasan berbagai macam dan ragam sajen yang digunakan dalam upacara ruwatan sebagai bentuk resistensi. Sajen dalam prosesi ruwatan dapat diklasifikasikan berupa, (1) hasil pertanian, (2) tumbuh-tumbuhan, (3) alat rias, (4) bumbu dapur, (5) ternak/unggas, (6) pakaian, dan (7) makanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/918</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i1.918</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 1 (2021); 27-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 1 (2021); 27-41</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/918/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/918/2217</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agus Efendi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/932</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">VARIASI BAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR JATIPURA KABUPATEN KARANGANYAR</dc:title>
	<dc:creator>Harsono, Harsono</dc:creator>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Priyatiningsih, Nurpeni</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, Adi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Interaksi jual-beli menempatkan bahasa sebagai elemen penting dalam proses tawar menawar dan komunikasi antara penjual dan pembeli. Bentuk komunikasi bahasa antara penjual dan pembeli di pasar memiliki banyak variasi kebahasaan. Sifat heterogenitas pada penutur di lingkungan pasar memunculkan keberagaman variasi kebahasan yang timbul dari komunikasi transaksional. Sebagai bentuk fenomen kebahasaan yang unik, variasi bahasa dalam komunikasi transaksional diharapkan mampu terdokumentasi dengan baik melalui penelitian ini. Pendekatan sosiolinguistik digunakan sebagai teori dasar untuk menganalisis bentuk-bentuk variasi bahasa serta faktor yang melatarbelakangi munculnya  variasi  bahasa. Penelitian  ini  merupakan penelitian  deskriptif  kualitatif. Sumber data berupa tuturan penjual dan pembeli  di pasar Jatipura Karanganyar, yang disajikan dalam data berupa transkrip percakapan antara penjual dan pembeli. Pengumpulan data  menggunakan metode  simak dengan teknik dasar  lanjutan yang digunakan melalui teknik sadap dan rekam. Teknik ini digunakan untuk menyadap dan merekam pemakaian bahasa dari para penjual dan  pembeli  dengan memanfaatkan teknik lanjutan dari teknik sadap dan rekam yaitu teknik simak libat cakap. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan dengan metode informal dalam bentuk kata-kata. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan jawaban atas hipotesa bahwa dalam pelibatan komunikasi transaksional antara penjual dan pembeli di pasar Jatipura Karanganyar memunculkan berbagai variasi bahasa dalam aspek sistemik dan ekstrasistemik. Faktor-faktor tersebut yang melatarbelakangi munculnya variasi-variasi bahasa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/932</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.932</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 2 (2020); 127-138</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 2 (2020); 127-138</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/932/856</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Harsono Harsono, Agus Efendi, Nurpeni Priyatiningsih, Adi Deswijaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1387</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:41Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksistensi Wayang Suket Sebagai Identitas Budaya Kota Satria</dc:title>
	<dc:creator>Suswandari, Meidawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wayang suket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">identitas budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kota satria</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya untuk menjaga eksistensi wayang suket sebagai identitas budaya Kota Satria. Penulisan ini dilakukan melalui studi pustaka. Obyek penelitian ini adalah wayang suket dan identitas budaya. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penelusuran jurnal-jurnal yang terdapat pada beberapa media elektronik seperti digital library, internet, dengan melalui Google Cendekia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis anotasi bibliografi (annotated bibliography). Hasil penelitian menunjukan bahwa: upaya untuk menjaga eksistensi wayang suket sebagai identitas budaya Kota Satria melalui pelestarian budaya dalam bentuk permainan ular tangga dengan tema wayang, gantungan kunci dibuat dari kulit seperti ingin membuat wayang, tetapi ukurannya lebih kecil, penayangan wayang suket di bioskop, dan peran pemerintah adalah mendukung penayangan wayang dengan membantu menyuplai dana dan membantu sosialisasi kepada masyarakat. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1387</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i1.1387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 1 (2021); 12-18</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 1 (2021); 12-18</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1387/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1387/2244</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 meida wati suswandari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1426</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:41Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penerapan Teknik Parafrase Diary Tingkatkan Keterampilan Menulis Geguritan Pada Peserta Didik SMK</dc:title>
	<dc:creator>Wantoro, Arif Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keterampilan menulis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">geguritan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">paraphrase diary.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis geguritan dan kualitas proses pembelajaran dengan penerapan teknik parafrase diary pada peserta didik kelas X Administrasi Perkantoran 2 SMK Negeri 1 Jati Kabupaten Blora. Hasil penelitian adalah penerapan teknik parafrase diary dapat meningkatkan keterampilan dan  kualitas proses pembelajaran menulis geguritan pada peserta didik kelas X Administrasi Perkantoran 2 SMK Negeri 1 Jati Kabupaten Blora. Hal ini dapat dilihat dari kinerja peserta didik dalam mempersiapkan pembelajaran dengan baik, aktif dalam kegiatan apersepsi, menjawab pertanyaan guru, bertanya kepada guru, menulis geguritan dengan semangat, menciptakan geguritan yang menarik, berperan aktif dalam pembelajaran dan ikut merefleksi dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Selain itu hasil ketuntasan peserta didik dalam menulis geguritan dari pratindakan 38,7 % ke siklus 1 74,2%   meningkat 35,5% dan dari siklus 1  74,2% ke siklus 2  93,6% meningkat 19,4%. Kriteria ketuntasan minimal yang terdapat di SMKN 1 Jati Kabupaten Blora adalah 75.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1426</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i1.1426</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 1 (2021); 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 1 (2021); 1-11</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1426/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1426/2248</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Arif Wahyu Wantoro</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1509</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Makna Simbolik Sesajen Sedulur Papat Lima Pancer Ing Dhusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan (Studi Kasus Keluarga Cipto Tukiman-Gami)</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi Priyanto, Anidya Indah Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Priyatiningsih, Nurpeni</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, R. Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Upacara tradisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sedulur papat lima pancer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sesajen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini berlatar belakang kebudayaan tradisional khususnya upacara tradisi. Dalam penelitian ini membahas tentang upacara tradisi Sedulur Papat Lima Pancer di Dusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan ketika seorang anak sudah dianggap dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan arti sedulur papat lima pancer, prosesi upacara tradisi, dan makna simbolik sesajen dalam upacara tradisi sedulur papat lima pancer.Penelitian makna simbolik sesajen sedulur papat lima pancer di Dusun Kedungwungkal Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan ini mengkaji tentang hakikat simbol, kebudayaan, upacara tradisi, sedulur papat lima pancer dan menjelaskan prosesi tradisi serta makna yang terkandung dalam sesajen dalam tradisi sedulur papat lima pancer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upacara tradisi sedulur papat lima pancer, prosesi dan sesaji mengandung filosofi kehidupan manusia yang disimbolkan melalui berbagai jenang yang mengandung arti bahwa manusia memiliki empat saudara yang mendampinginya sejak lahir. Upacara tradisi ini juga merupakan wujud syukur karena anak telah dewasa sekaligus meminta perlindungan kepada Tuhan agar anak selamat tanpa aral melintang dan dipermudah segala urusan kehidupannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1509</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.1509</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 2 (2020); 139-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 2 (2020); 139-144</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1509/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Anidya Indah Kusuma Pratiwi Priyanto, Nurpeni Priyatiningsih, R. Adi Deswijaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1511</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:41Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Bentuk, Fungsi, dan Makna Kidung Rumekso Ing Wengi : Kajian Hermeneutik</dc:title>
	<dc:creator>Aryanto, Aris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kidung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hermeneutik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sastra Jawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembicaraan mengenai sastra Jawa tidak akan pernah habis untuk dikuliti. Salah diantaranya sastra Kidung Rumeksa Ing Wengi. Tujuan tulisan ini untuk menyampaikan tafsir mengenai bentuk, fungsi dan makna Kidung Rumeksa Ing Wengi. Tafsir ini setidaknya dapat menambah referensi pengetahuan mengenai kajian sastra Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari naskah Jawa dan sumber yang mendukung analisis. Data dianalisis menggunakan kajian isi dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian diperoleh bahwa Kidung Rumekso Ing Wengi menyampaikan kepada manusia agar senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari kutukan dan malapetaka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1511</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i1.1511</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 1 (2021); 42-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 1 (2021); 42-48</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1511/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Aris Aryanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1573</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Register Bahasa Driver Ojek Online di Basecamp Kabupaten Karanganyar</dc:title>
	<dc:creator>Anggoro Pudyastowo, Purbo</dc:creator>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono, Harsono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">register</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ojek online</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Register merupakan variasi bahasa dari segi pemakaiannya. Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi register yang digunakan driver ojek online di basecamp Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk danfungsi register yang digunakan antar driver ojek online dalam berkomunikasi saat berinteraksi di basecamp. Pendekatan penelitian menggunakan landasan teori sosiolinguistik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berbentuk data lisan berupa percakapan dari pembicaraan antara driver ojek online yang berada di basecamp. Data dalam penelitian berupa kata dan kalimat yang mengandung register. Sumber data adalah informan dan aktivitas. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik simak yang dilengkapi dengan teknik simak libat tancakap, teknik rekam dan teknik catat. Analisis data  dilakukan model analisis interaktif yang dilakukan melalui reduksi data, sajian data, verifikasi. Simpulan dari penelitian ini terdapat 18 kata yang mengandung register di dalam komunikasi antar driver ojek online di basecamp.  Temuan bentuk register, yaitu tupo, nyantol, pecah telur, gacor, gabluk, banter, on, cancel, mlayu, dor, poin, longtrip, offline, DSU, go-ride, ngebid, orderan fiktif, dan go-food. Fungsi bahasa yang ditemukan ada 3 yaitu representasi, heuristik, dan interaksional. Penelitian ini memberikan manfaat untuk pengembangan kajian teori sosiolinguistik, khususnya pada Register.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1573</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.1573</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 2 (2020); 153-159</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 2 (2020); 153-159</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1573/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1573/2257</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Purbo Anggoro Pudyastowo, Agus Efendi, Harsono Harsono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1582</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keadiluhungan Keris dalam Budaya Jawa</dc:title>
	<dc:creator>Nurnaningsih, Nurnaningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adiluhung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">estetika keris</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keris atau curiga, kadga, suduk, wangkingan, dhuwung dibuat oleh seorang pandai besi yang disebut empu. Secara keseluruhan keris dan warangkanya akan tampak kesatuan yang harmonis antara seni pahat, seni ukir, dan seni patung. Penelitian ini akan membahas nilai estetika sebuah bentuk keris yang meliputi bagian-bagian keris, dhapur, pamor dan tangguh. Penelitian tentang keadiluhungan keris dalam budaya Jawa ini bersifat deskriptif kulitatif. Dalam penelitian ini, data berupa diksi-diksi bahasa Jawa yang berhubungan dengan keris. Sumber data berupa naskah-naskah Jawa yang memuat mengenai keris yaitu Serat Centhini Latin, Serat Bauwarna Padmasusastra, Kawruh Jejeran, Kriya Mranggi, Dhuwung Wesi Aji, dan Kajawen. Teknik pengumpulan menggunakan content  analysis dan teknik pustaka. Teknik analisis data melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain memiliki unsur seni yang tinggi, keris juga dipercaya memiliki daya magis. Keris dalam perkembangannya telah menempuh masa yang sangat panjang sejak jaman sebelum kerajaan Pajajaran, jaman Pajajaran, jaman Majapahit, jaman Demak Pajang, jaman Mataram sampai jaman Surakarta dan Yogyakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1582</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v2i2.1582</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 2 No 2 (2020); 145-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 2 No. 2 (2020); 145-152</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1582/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1582/2260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Nurnaningsih, Nurnaningsih</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1718</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:19Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Tradisi Upacara Sekaten di Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad, Ichsanudin</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrijal N, Bagas</dc:creator>
	<dc:creator>Octa N, Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Rizky P, Avatara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">upacara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sekaten</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">prosesi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi upacara sekaten di ygyakarta. Upacara Sekaten dilaksanakan dalam dua masa, yakni pada masa kerajaan Majapahit dan masa kerajaan Demak. Upacara Sekaten pada masa kerajaan Majapahit dilaksanakan dalam bentuk sesaji yang ditujukkan kepada para arwah leluhur, sedangkan upacara Sekaten yang dilaksanakan pada masa kerajaan Demak berbentuk diselenggarakannya pagelaran wayang serta penabuhan gamelan dan bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyebarkan agama Islam. Sekaten berasal dari nama sepasang gamelan milik Keraton Yogyakarta yang dimainkan setiap perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, yang bernama Sekati. Ada juga yang mengartikan bahwa Sekaten berasal dari kata Syahadattain atau dua kalimat syahadat. Sumber lain mengungkapkan bahwa Sekaten bermula dari kata sekati yang merupakan kependekan dari kata sesek ati, yang menggambarkan perasaan Prabu Brawijaya V yang tengah dilanda kesedihan. Upacara Sekaten di Yogyakarta dilakukan dalam empat prosesi, yaitu miyos gangsa, numplak wajik, kondur gangsa, garebeg, dan bedhol songsong. Data penelitian ini merupakan data non verbal atau berupa tulisan. Data dalam penelitian ini kemudian dikumpulkan menggunakan teknik catat. Setelah dikumpulkan, data kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif-kualitatif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1718</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i2.1718</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 2 (2021); 49-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 2 (2021); 49-53</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1718/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Ichsanudin Ahmad</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1917</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:19Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Memayu Hayuning Bawana dalam Lakon Canus Dakwa Karya Ki Ditya Aditya</dc:title>
	<dc:creator>Oktaviani, Kinanti</dc:creator>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesucian dan kejujuran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kekuasaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keagungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">wayang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jawa.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mengkaji memayu hayuning bawana dalam lakon Canus Dakwa karya Ki Ditya Aditya. lakon Canus dakwa yang berisi nilai-nilai kesucian dan kejujuran dipergunakan sebagai sarana memayu hayuning bawana (kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan dunia). Analisi pada tokoh penokohan dan rangkaian peristiwa pada adegan serta nilai-nilai budaya yang terdapat dalam lakon. Data penelitian berupa video yang diunggah di chanel youtube Budaya Maju.  Metode deskriptif kualitatif, pendekatan objektif, kerangka konseptual teoritis tentang etika Jawa dari Franz Magnis Suseno, dan kerangka konseptual teoritis tentang Memayu Hayuning Bawana dari De Jong digunakan dalam peneitia ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesucian dan kejujuran merupakan citra dari tokoh Canus; kesucian dan kejujuran sebagai manifestasi dari kekuasaan; golok cabang, kopyah wareng, dan kendil wesi sebagai manifestasi dari keagungan keraton; dan Canus sebagai manifestasi dari wahyu Sumber Rezeki. Kesucian dan kejujuran  beserta prasarana beserta dan ekspresi simboliknya dipergunakan sebagai sarana untuk memayu hayuning bawana. Hasil penelitian ini untuk memberikan kontribusi keilmuan sastra dan budaya Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1917</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i2.1917</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 2 (2021); 54-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 2 (2021); 54-70</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1917/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1917/2289</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Kinanti Oktaviani, Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1919</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:19Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kecerdasan Interpersonal Tokoh Aji Saka dalam Novel Aji Saka Karya P. Mulya Hadipura</dc:title>
	<dc:creator>Basuki, Sri Harjono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Novel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecerdasan Interpersonal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur pembangun dalam dalam novel Aji Saka Karya P. Mulya Hadipura serta mengetahui kecerdasan interpersonal tokoh Aji Saka. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan sastra. Landasan teori yang di gunakan meliputi pengertian novel, jenis-jenis novel, struktur pembangun novel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat unsur pembangun dalam novel Aji dan kecerdasan interpersonal meliputi mampu berempati dengan orang lain dan mendalami orang lain, mampu membangun kedekatan dan sanggup menampilkan tampilan fisik yang sesuai bersama tuntutan lingkungan sosial. Hasil penelitian diharapkan mampu memeberikan sumbanagn dan kontribusi untuk keilmuan karya sastra Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/msword</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1919</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i2.1919</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 2 (2021); 71-74</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 2 (2021); 71-74</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1919/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1919/2290</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 sri harjono basuki</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1950</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:17:19Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Cerita Rakyat Bumi Angker di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri Ditinjau dari Resepsi Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Joko</dc:creator>
	<dc:creator>Nurnaningsih, Nurnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, R. Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cerita rakyat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">resepsi masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan data-data tertulis atau lisan. Analisis yang dilakukan dengan menganalisis resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker yang terdapat di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bentuk cerita rakyat Bumi Angker, mengetahui sejarah, resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker serta mengetahui nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat Bumi Angker yang terdapat di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini deskriptif  kualitatif dengan sumber data dibagi menjadi dua, primer dan sekunder. Sumber data primer dari  informan, dan sekunder meliputi aktivitas warga, tempat/ petilasan Bumi Angker. Data berupa transkrip wawancara dan dokumentasi yang berisi informasi tentang bentuk, sejarah, dan resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Bumi Angker.. Hasil penelitian ini meliputi bentuk cerita rakyat yaitu berbentuk fisik dan berbentuk cerita, sejarah cerita rakyat Bumi Angker, resepsi masyarakat terhadap Desa Pengkol, terdiri dari larangan terhadap pejabat dan larangan ketika berada di dalam kawasan Bumi Angker, serta nilai pendidikan yang terkandung di dalam cerita rakyat Bumi Angker meliputi nilai religius, budi pekarti, sosial, dan estetika. Hasil penelitian sebagai kontribusi untuk pengembangan keilmuan kajian konservasi sastra dan budaya Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1950</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v3i2.1950</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 3 No 2 (2021); 75-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 3 No. 2 (2021); 75-80</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1950/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/1950/2294</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Joko Santoso</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2193</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Diskursus Karya Seni, Kreator, Dan Kapitalisme</dc:title>
	<dc:creator>Purwasito, Andrik</dc:creator>
	<dc:creator>Kartinawati, Erwin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Discourse</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Identity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Capitalism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Art Work</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Creator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This paper departs from the fact that capitalism has reached the stage of complete domination and hegemony. Art products, the art market, and creators are strongly influenced by the ups and downs of the market, the atmosphere and monetary stability, and market players such as auction houses, curators, collectors, collectors, art dealers, patronage, and the mass media. In such a position, it raises the question of how the position of the creator and his work in dealing with enthusiasts and observers of art, markets, and capitalism. Do the creators voluntarily submit and obey the choice to join the capitalist game, or do the creators have a strong bargaining position to maintain idealism and enthusiasm not to get caught up in the game of capital and political games. It is a document study, this article to answer the above questions. As a result, there are two perspectives: first, the perspective of artwork as a commodity that occurs in the current era, and the second is the artwork as an aesthetic object. In the perspective of art as a commodity, creators generally follow market tastes, assisted by patronage, collectors or collectors, and other elements such as curators and mass media. This capitalism employs a strategy called “frying fry.” The second perspective is the artwork as prestige and increasing social status. In this era, creators still have a good bargaining position because there are no market access constraints.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2193</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2193</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 10-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 10-17</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2193/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Erwin Kartinawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2194</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI TRANSLITERASI AKSARA BALI PADA PEMBELAJARAN BAHASA BALI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS</dc:title>
	<dc:creator>Purnami, Ida Ayu Putu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aplikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Transliterasi Aksara Bali</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Menulis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi transliterasi aksara Bali pada pembelajaran bahasa Bali tingkat SMA, serta faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan pembelajaran dengan aplikasi transeliterasi aksara Bali di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA, sedangkan objek penelitian adalah: 1) pemanfaatan aplikasi transliterasi aksara Bali pada pembelajaran bahasa Bali tingkat SMA, 2) faktor pendukung pemanfaatan aplikasi transliterasi aksara Bali pada pembelajaran bahasa Bali tingkat SMA. Adapun hasil yang didapat yaitu aplikasi ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam pembelajaran , siswa lebih fokus belajar aksara Bali, nilai siswa dalam menulis aksara Bali meningkat. Penelitian ini juga bermanfaat bagi guru dalam pengembangan pembelajaran inovatif di kelas, selain itu penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian sejenis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2194</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i2.2194</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 2 (2022); 96-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 2 (2022); 96-104</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2194/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2194/2316</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2194/2367</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ida Ayu Putu Purnami</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2213</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aspek Penokohan dalam Cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero Karya Tiyasti: Kajian Psikologi Sastra</dc:title>
	<dc:creator>Rejeki, Waris Ambar</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Aryanto, Aris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konflik Psikologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Elemen Instrinsik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sastra Jawa.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur instrinsik dan  mendeskripsikan konflik psikis tokoh dalam cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero karya Tiyasti. Sejauh pengamatan penulis, cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero karya Tiyasti belum diteliti dari sisi psikoanalisis Freud. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan. Urgensi penelitian ini yaitu sebagai usaha untuk mengungkap unsur kepribadian tokoh di dalam cerbung Mikul Dhuwur mendhem Jero karya Tiyasti. Dengan mengetahui aspek psikologi tokoh di dalam cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero dapat memberikan pengajaran mengenai perilaku yang baik maupun yang kurang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero edisi 07 Januari-01 April Tahun 2017. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung unsur instrinsik dan kajian psikologi pada cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian diperoleh: (1) unsur instrinsik meliputi (a) tema: Membahagiakan orang tua dengan cara sekolah yang sungguh-sungguh dan bekerja; (b) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama: Ambarini dan Pratiwi, tokoh tambahan: Wahyuningrum, Dhokter Warsita, Bu Warsana, Setyarini; (c) alur yang digunakan adalah alur maju; (d) latar terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (2) psikologi konflik psikis tokoh dalam cerbung Mikul Dhuwur Mendhem Jero karya Tiyasti mengungkapkan tentang dinamika dan proses kejiwaan tokoh-tokoh yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial kehidupan seseorang yang berlatar belakang masyarakat kota.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2213</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i2.2213</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 2 (2022); 62-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 2 (2022); 62-68</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2213/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Waris Ambar Rejeki</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2218</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kesantunan Berbahasa Dalam Cerita Bersambung Mikul dhuwur Mendhem Jero Karya Tiyasti Dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2017</dc:title>
	<dc:creator>Hikmah, Anirotul</dc:creator>
	<dc:creator>Aryanto, Aris</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyono, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Herlina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Language politeness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Continued Story Mikul Dhuwur Mendhem Jero</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This study aims to describe (1) compliance with the principle of politeness in language, and (2) violation of the principle of politeness in language in the serialized story Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. This type of research is descriptive qualitative. The data source of this research is the serialized story of Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. The data of this research are quotations that contain compliance with the principles of politeness in language and violations of the principles of politeness in the serialized story of Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. Data collection techniques using library techniques and see notes. The research instrument is the researcher himself as the main instrument. Data analysis using content analysis techniques. The results of the study: The forms of compliance with the principles of politeness in language include: (a) 15 maxims of wisdom; (b) 4 maxims of generosity; (c) 11 maxims of praise; (d) 10 humility maxims; (e) 11 agreement maxims; and (f) 6 sympathy maxims. Forms of violation of language politeness include: (a) 2 maxims of wisdom; (b) 3 maxims of praise; (c) 1 humility maxim; (d) 3 maxims of agreement. In the serialized story Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti, there is no violation of the maxim of generosity and maxim of sympathy.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 32-40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 32-40</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2218/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 anirotul hikmah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2245</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembentukan Tubuh Perempuan Flores Dalam Tradisi Belis</dc:title>
	<dc:creator>Rodliyah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Body shaping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">belis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reproduction.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Belis tradition has been carried out by the people of Flores since hundreds of years ago. The belis tradition is part of the customary law of marriage in the cultural area of the Flores community. The term belis can be matched with the meaning of a dowry or an award given by a male family to a female family for proposing to a woman who will then enter into a male family clan or tribe. This study aims to reveal the formation of the female body in the Belis tradition of the Flores community. The research method uses descriptive qualitative method with content analysis techniques. The result is that the tradition of giving belis is maintained as a guarantor of human reproduction. The belis tradition which later became the great narrative of the Flores culture, made it a very strong cultural logocentrism. Belis tradition can be said as a reaction to the doctrine that women have reproductive tasks like machines. In conclusion, it can be said that this belis tradition is also the background of the Flores woman's body. The female body becomes a metaphor for mapping social life to reflect reality. In the end, it is increasingly recognized that perception of the body is more a sociocultural construct.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2245</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2245</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2245/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2245/2322</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Siti Rodliyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2246</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keterampilan Menyimak Teks Prosedur Melalui Teknologi Informasi “Tik-Tok”</dc:title>
	<dc:creator>Dini Septiari, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Listening Skills</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Technology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tik - tok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Listening skills for some teachers are more on listening skills, not on listening as a process and mechanics so that skills in technological sophistication are needed as interesting learning media. Technology can be used to help students develop listening skills through information technology, one of which is &quot;Tik-Tok&quot; with various available pages. Each type of technology provides opportunities for students to explore their listening strategies and in some cases develop new strategies. This study uses a descriptive method using a qualitative approach. In this case, the researcher is not directly involved in the object of study but only as an observer of the object of study contained in the contents of the &quot;TikTok&quot; account. The note-taking technique is carried out to record and select the elements that are listened to from social media or information technology &quot;Tik-Tok&quot; in Procedure Text learning then written into data paper. The purpose of the research is that with tiktok media students can observe, listen to technology, besides that listening is not only tangible in writing but with the digital era through tiktok video media students will understand in more detail listening with technology. Development of better listening skills and exploiting old technology or new technology in various ways in order to meet the needs of students in responding to changes and developments in listening learning technology. The conclusion is that listening with technology media provides new insights and new knowledge in listening skills, students are more enthusiastic to understand in depth than listening using technology, students can get to know better and become familiar with technology.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2246</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2246</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 41-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 41-48</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2246/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Wahyu Dini Septiari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2248</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hakikat Kekuasaan Dalam Lakon Wahyu Purba Sejati Karya Ki Seno Nugroho</dc:title>
	<dc:creator>Siti As`ari, Afifudin</dc:creator>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">The essence of power</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">subtlety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">memayu hayuning bawana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">revelation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Javanese shadow puppet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper discusses the essential of power in the wayang play entitled Wahyu Purba Sejati by Ki Seno Nugroho. There are quite a number of wayang kulit purwa plays with the theme of revelation, such as: Wahyu Makutharama, Wahyu Purba Kayun, Wahyu Darma, Wahyu Pancadarma, and others. One of wayang kulit purwa play that is unique in the last decade is Wahyu Purba Sejati play, presented by Ki Seno Nugroho. The power in this play is divided into four, namely Cahyaningrat, Reksakaningrat, Yuwananingrat, and Wimbaningrat. How the essential of power is constructed in the play Wahyu Purba Sejati by Ki Seno Nugroho is the main problem in this research. Creswell's qualitative method and Benedict Anderson's theory of power are used to analyze this issue of power. The study resulted in the finding that the concept of power in the play Wahyu Purba Sejati essentially refers to the gift of God's supernatural power given to humans who like to do inner work in a quiet place in their orientation to create world peace. Power is knowledge that contains subtleties, achieved through athe process of implementing self-control which functions to maintain world harmony by eradicating chaos, injustice and unrighteousness, in order to create a safe, peaceful, prosperous life. This study concludes that power is cosmic and magical (supernatural) which is represented by the acquisition of revelation as a manifestation of the achievement of certain social strata (wahyu kraton, wahyu patih, wahyu wahdat, and wahyu induk). Power is not only a tool that has the potential to be destructive, but it can also potentially be a means to meddle hayuningbawana (seek world peace).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 18-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 18-31</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2248/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Afifudin Siti As`ari, Darmoko Darmoko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2267</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:52Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Degradasi Tradisi : Pernikahan Jawa Pada Masa Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Harsono, Harsono</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Paramita Hapsari, Pradnya</dc:creator>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Javanese wedding</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tradition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">degradation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This study aims to explain the form of modification and the factors behind the degradation of traditional values in Javanese wedding ceremonies as a result of the implementation of PPKM during the Covid 19 pandemic. The data source in this study is the event of Javanese wedding traditions in Jatipuro Karanganyar. The data are in the form of behavior, actions, words, and symbols in the Javanese wedding event in Jatipuro Karanganyar. Collecting data using the listen method using the recording technique, and the advanced note-taking technique. The research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The method of presenting the results of data analysis using informal methods. The results explain that restrictions on community activities during the pandemic have an impact on the modification of traditional wedding ceremonies. Javanese wedding traditions are sacred and noble and become a medium for the community in synergizing in the same 'feel', being friendly and helping each other to change. The change was caused by a modification to summarize the order of the wedding ceremony and a reduction in the number of participants or cultural actors involved, during the covid 19 pandemic. This has an impact on the degradation of the value of a Javanese wedding tradition. In the past, it was created by the ancestors to have hope as a symbol of the concept of prayer of hope, andum rasa (sharing happiness), guyub (crystallization of the value of harmony), tepa selira (understanding and respecting each other), tulung tinulung (helping each other), now everything is difficult to feel. People cannot be free to be part of the running of a tradition because of the prohibition on gathering and restrictions on community social activities. The results of this study are a scientific contribution and source of learning about socio-cultural changes in society and as a reference for stakeholder policies in taking strategic steps for implementing community activities during the COVID-19 pandemic.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2267</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i1.2267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 1 (2022); 49-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 1 (2022); 49-61</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2267/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Harsono Harsono, Adi Deswijaya, Pradnya Paramita</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2275</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tuturan Imperatif, Apakah Santun? Analisis Kolom Komentar Instagram Presiden Joko Widodo</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Tuturan Imperatif, Apakah Santun? Analisis Kolom Komentar  Instagram Presiden Joko Widodo</dc:title>
	<dc:creator>Pabuntang, Irene</dc:creator>
	<dc:creator>Gusnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Kaharuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesantunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tuturan Imperatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Strategi Kesantunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kolom Komentar Instagram</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tuturan imperatif banyak digunakan dalam instagram sebagai media interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kesantunan tuturan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Sumber data adalah tuturan warganet dalam kolom komentar pada unggahan di instagram Joko Widodo dengan deskripsi “Seusai Jumatan di Masjid Al Iklhas, Kota Binjai, siang ini, saya bertolak ke Jakarta” tanggal 4 Februari 2022 yang mengandung kesantunan imperatif. Metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik salin. Penyimakan dilakukan dengan cara menyimak tuturan yang mengandung kesantunan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Setelah itu, menyalin tuturan yang telah dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis tuturan imperatif, yaitu  tuturan kesantunan linguistik imperatif dan tuturan kesantunan pragmatik imperatif. Tuturan kesantunan linguistik imperatif menggunakan penanda tolong yang terdiri dari enam tuturan dan penanda mohon yang terdiri dari tiga tuturan. Tuturan kesantunan pragmatik imperatif terdiri dari dua wujud, yaitu tuturan interogatif dan tuturan deklaratif. Tuturan interogatif terdiri dari dua wujud, yaitu perintah sebanyak empat tuturan dan tuturan ajakan sebanyak dua tuturan. Tuturan deklaratif terdiri dari tiga wujud, yaitu suruhan sebanyak tiga tuturan, ajakan sebanyak tiga tuturan, dan permohan sebanyak dua tuturan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tuturan imperatif banyak digunakan dalam instagram sebagai media interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kesantunan tuturan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Sumber data adalah tuturan warganet dalam kolom komentar pada unggahan di instagram Joko Widodo dengan deskripsi “Seusai Jumatan di Masjid Al Iklhas, Kota Binjai, siang ini, saya bertolak ke Jakarta” tanggal 4 Februari 2022 yang mengandung kesantunan imperatif. Metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik salin. Penyimakan dilakukan dengan cara menyimak tuturan yang mengandung kesantunan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Setelah itu, menyalin tuturan yang telah dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis tuturan imperatif, yaitu  tuturan kesantunan linguistik imperatif dan tuturan kesantunan pragmatik imperatif. Tuturan kesantunan linguistik imperatif menggunakan penanda tolong yang terdiri dari enam tuturan dan penanda mohon yang terdiri dari tiga tuturan. Tuturan kesantunan pragmatik imperatif terdiri dari dua wujud, yaitu tuturan interogatif dan tuturan deklaratif. Tuturan interogatif terdiri dari dua wujud, yaitu perintah sebanyak empat tuturan dan tuturan ajakan sebanyak dua tuturan. Tuturan deklaratif terdiri dari tiga wujud, yaitu suruhan sebanyak tiga tuturan, ajakan sebanyak tiga tuturan, dan permohan sebanyak dua tuturan. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i2.2275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 2 (2023); 104-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 2 (2023); 104-114</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2275/2589</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Irene Pabuntang</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2281</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Keselarasan Sifat Allah dalam Al-Qur’an dan Serat Triluka Sabda Bawana ingkang Langgeng</dc:title>
	<dc:creator>Febriyani, Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Ekowati, Venny Indria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sifat Allah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Triluka Sabda Bawana Langgeng</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Al-Qur’an</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Naskah Serat Triluka Sabda Bawana ingkang Langgeng merupakan naskah yang memuat ajaran agama Islam, khususnya tentang sifat-sifat Allah. Naskah ini menarik untuk diteliti karena mengandung tafsir orang Jawa tentang sifat-sifat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kecocokan antara Sifat-sifat Allah dalam naskah Serat Triluka Sabda Bawana ingkang Langgeng dengan Sifat-sifat Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian filologi modern dan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian filologi modern digunakan dengan tujuan supaya teks STSBIL mudah dibaca oleh pembaca. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk membuat deskripsi keadaan teks STSBIL. Teknik pengumpulan data menggunakan langkah penelitian filologi yaitu (1) inventarisasi naskah, (2) deskripsi naskah, (3) alih tulis teks, (4) suntingan teks, (5) terjemahan teks, dan (6) analisis isi. Metode analisis isi menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang kecocokan antara Sifat-sifat Allah dalam naskah Serat Triluka Sabda Bawana ingkang Langgeng dengan Sifat-sifat Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an. Sifat-sifat Allah tersebut yaitu Sifat Baqa, Sifat Wahdaniyat, Sifat Qudrat, Sifat Hayat, Sifat Jamaluhu, Sifat Pemurah, dan Sifat Adil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2281</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i2.2281</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 2 (2022); 85-95</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 2 (2022); 85-95</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2281/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2281/2326</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Retno Febriyani, Venny Indria Ekowati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2333</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:15:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Struktur Dramatik dan Sajian Pertunjukan Wayang Fabel</dc:title>
	<dc:creator>Aryanto, Aris</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyono, Yuli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Wayang fabel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Wayang kartun fabel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lakon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Struktur dramatik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Wayang merupakan seni budaya dunia. Terbukti dari banyaknya permainan boneka wayang yang tersebar di seluruh dunia dengan berbagai bentuknya. Saat ini telah muncul bentuk baru pertunjukan wayang binatang, yakni Wayang Fabel (WF). WF adalah cerita fiksi yang bersifat antropomorfisme dengan konsep artefaknya wayang-kartun. Dari sudut pandang intertekstualitas, Wayang Fabel adalah bentuk terkini dari proses evolusi Wayang Kancil yang telah populer pada awal abad 20. WF dibangun dalam Universe Satwaloka yang penciptaannya didedikasikan untuk anak-anak zaman baru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan semiotik. Hasil penelitian ditemukan bahwa WF memiliki ciri penyajian yang simpel, minimalis, dan efektif. Disamping itu, WF memiliki gaya sajian yang mirip dengan film animasi atau kartun modern. Wayang Fabel dalam penelitian ini dilihat dalam kedudukannya sebagai seni pertunjukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2333</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.2333</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2333/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Aris Aryanto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2342</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Realisme Magis dalam Novel Sang Nyai 3 Karya Budi Sardjono</dc:title>
	<dc:creator>Pamungkas, Onok Yayang</dc:creator>
	<dc:creator>Zulaikha, Silmi</dc:creator>
	<dc:creator>Ana Khusnul Khotimah, Diah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sang Nyai 3</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Realisme magis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Novel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sastra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Budi Sardjono</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasi Novel Sang Nyai 3 dalam perspektif realisme magis. Paradigma penelitian adalah kualitatif. Data penelitian adalah teks wacana Novel Sang Nyai 3 yang mengandung unsur realisme magis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi realisme magis dalam Novel Sang Nyai 3 mengisahkan kehidupan sosial Jawa dengan berbagai fenomena transendental magis. Unsur magis dalam novel terbagi dalam tiga, yaitu 1) karakteristik elemen tak tereduksi; 2) dunia fenomenal; 3) dirupsi waktu, ruang, dan identitas. Novel Sang Nyai 3 terpengaruh kulkur Jawa dan literatur klasik. Implikasi penelitian adalah bahwa sastra merupakan salah satu media untuk pelestarian mitos dari kultur tertentu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2342</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i2.2342</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 2 (2022); 69-75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 2 (2022); 69-75</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2342/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Onok Yayang Pamungkas, Silmi Zulaikha, Diah Ana Khusnul Khotimah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2343</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:15:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Relevansi Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Hilanglah Si Anak Hilang Karya Nasjah Djamin dengan Silabus SMA</dc:title>
	<dc:creator>Pamungkas, Onok Yayang</dc:creator>
	<dc:creator>Kholifatun Muslifah, Firyati</dc:creator>
	<dc:creator>Istiqomah, Umi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pendidikan Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Novel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hilanglah Si Anak Hilang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Nasjah Djamin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Silabus SMA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini adalah upaya untuk mengeksplanasi nilai pendidikan karakter novel “Hilanglah Si Anak Hilang” (selanjutnya disebut PKNHSAH) dan relevansinya pada silabus Bahasa Indonesia SMA. Paradigma penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Hilanglah Si Anak Hilang karya Nasjah Djamin. Data penelitian adalah nilai pendidikan karakter pada setiap bagian-bagian novel yang terdiri atas 10 bagian. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novel “Hilanglah Si Anak Hilang” karya Nasjah Djamin ditemukan 18 nilai karakter. PKNHSAH didominasi dengan nilai karakter jujur dan cinta damai. Keseluruhan hasil analisis novel dari 10 bagian novel yang ditemukan 25 nilai-nilai karakter yang dapat direlevansikan pada silabus pendidikan SMA. Terdapat nilai karakter dalam kompetensi inti silabus Bahasa Indonesia SMA yang tidak terdapat dalam nilai pendidikan karakter menurut Kemendiknas 2010 yaitu nilai santun, gotong royong, kerja sama, responsif, pro-aktif, dan efektif. Implikasi penting penelitian ini adalah nilai PKNHSAH diharapkan dapat memberi dedikasi serta kontribusi positif dalam dunia pendidikan, sarana untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang kesastraan, khususnya karya sastra tulis. Kemudian, bagi para pendidik dan pelajar, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan pembelajaran karakter berbudi pekerti luhur yang berkesinambungan, terwujudnya keberhasilan pendidikan, hingga generasi emas pada masa yang akan datang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2343</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.2343</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 10-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 10-21</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2343/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Onok Yayang Pamungkas, Firyati Kholifatun Muslifah, Umi Istiqomah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2835</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Lagu menghubungkan masa lalu dengan masa kini: Analisis sosiolinguistik pertunjukan Didi Kempot</dc:title>
	<dc:creator>Heriwati, Sri Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Sularso, Sularso</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosiolinguistik pertunjukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Didi Kempot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sobat Ambyar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etnografi Virtual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekspresi berbahasa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ini adalah penelitian interdisiplin yang membahas fakta bahasa, sosial, dan fenomena pertunjukan Didi Kempot. Tinjauan sosiolinguistik pertunjukan digunakan sebagai paradigm kajian untuk melihat karya panggung Didi Kempot. Penelitian ini melihat bahwa terdapat hubungan yang menarik antara panggung pertunjukan Didi Kempot dengan bahasa pertunjukan. Penelitian ini memandang, panggung pertunjukan Didi Kempot tidak hanya bertindak sebagai tempat penelitian sosiolinguistik pertunjukan, tetapi juga secara bersamaan menjadi alat dan kerangka kerja bagi penelitian sosiolinguistik, sehingga kajian ini memiliki manfaat yang cukup signifikan dalam kajian interdisiplin, yakni hubungan antara musik, fenomena social, dan fenomena berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat konektivitas masa lalu ke sekarang melalui lagu dalam tinjauan sosiolinguistik pertunjukan pada karya-karya panggung pertunjukan Didi Kempot. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi virtual. Data dikumpulkan dengan teknik observasi lapangan dan terlibat dalam ruang virtual internet dengan masuk ke grup-grup “Sobat Ambyar Didi Kempot” yang ada di telegram, Instagram, dan facebook. Sedang pengamatan atas pertunjukan Didi Kemepot dilakukan dengan menggunakan platform youtube. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi terlebihdahulu indeksikalitas bahasa yang berpadu dengan pertunjukan musik, gerakan dan respon penonton terhadap penampilan Didi Kempot di panggung pertunjukan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, transmisi nilai-nilai budaya, dan makna konseptual bahasa pertunjukan menjadi ruang ekspresi bagi “Sobat Ambyar Didi Kempot,” kami juga melihat bagaimana sosiolinguistik pertunjukan mampu menunjukkan berbagi ragam budaya berbahasa dalam panggung pertunjukan, seperti munculnya istilah sobat ambyar, cendol dawet, raja campursari, Godfather of Broken Heart, Lord Didi, patah hati tanpa harus merasakan cinta, sebagai ekspresi berbahasa dalam panggung pertunjukan Didi Kempot.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2835</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v4i2.2835</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 4 No 2 (2022); 76-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 4 No. 2 (2022); 76-84</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2835/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Sri Hesti Heriwati, Sularso Sularso</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2916</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:15:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Religiusitas Ritual Siraman Pengantin Adat Jawa</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Onica</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Religiusitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Siraman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Adat Jawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu praktik ritual yang lahir turun-temurun sejak puluhan tahun silam yakni ritual siraman. Siraman adalah ritual yang dilaksanakan pada perayaan pernikahan pengantin dalam adat Jawa. Siraman ini merupakan simbolis yang bermakna mampu membersihkan hal-hal yang negatif baik fisik ataupun mental pengantin sebelum dilaksanakan nya ijab qobul. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah, religiusitas dan konsep ritual siraman pengantin dalam adat Jawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik content analysis. Disamping untuk penyucian diri, siraman ataupun mandi bermakna pengantin meminta petunjuk dan keselamatan kepada Sang Khaliq untuk kehidupan keduanya setelah menikah. Selama siraman berlangsung, dilantunkan doa-doa kebaikan untuk kedua pengantin. Siraman ini juga menjadi tanda agar perkataan, perbuatan, maupun pikiran kedua pengantin bersih. Pada akhirnya, ritual siraman menjadi sebuah tradisi budaya yang di dalamnya terkandung erat nilai filosofis dan nilai agama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2916</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.2916</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 39-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 39-45</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2916/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Onica Sari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2973</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Prinsip Ekowisata Di Desa Wisata (Studi Kasus Desa Ekowisata Burai)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">IMPLEMENTASI PRINSIP EKOWISATA DI DESA WISATA (Studi Kasus Desa Ekowisata Burai)</dc:title>
	<dc:creator>Fifiyanti, Debby</dc:creator>
	<dc:creator>Githanto Putri, Agnes Caesarika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Desa Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekowisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pariwisata Berkelanjutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa wisata merupakan salah satu bentuk destinasi wisata yang diminati di era saat ini. Banyak desa wisata di Indonesia yang mengusung berbagai konsep pengembangan, salah satunya ialah konsep ekowisata. Namun, tak jarang desa wisata yang melabel dirinya sebagai destinasi ekowisata hanya sekedar latah dan mengikuti tren. Oleh sebab itu, penting adanya identifikasi prinsip ekowisata yang diimplementasikan di suatu destinasi pariwisata dalam suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung dan menggunakan platform media online, observasi, dan dokumentasi. Identifikasi implementasi prinsip ekowisata di Desa Burai dilakukan dengan tiga tahapan yakni  mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini telah banyak menerapkan prinsip-prinsip dari ekowisata, namun masih terdapat beberapa prinsip yang belum dipenuhi yakni kegiatan konservasi alam secara langsung yang dapat dilakukan oleh wisatawan. Padalah, kegiatan konservasi alam dalam konsep ekowisata merupakan salah satu prinsip yang sangat penting dilakukan dalam pengembangan pariwisata yang mengusung konsep ekowisata.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Desa wisata merupakan salah satu bentuk destinasi wisata yang diminati di era saat ini. Banyak desa wisata di Indonesia yang mengusung berbagai konsep pengembangan, salah satunya ialah konsep ekowisata. Namun, tak jarang desa wisata yang melabel dirinya sebagai destinasi ekowisata hanya sekedar latah dan mengikuti tren. Oleh sebab itu, penting adanya identifikasi prinsip ekowisata yang diimplementasikan di suatu destinasi pariwisatadalam suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung dan menggunakan platform media online, observasi, dan dokumentasi. Identifikasi implementasi prinsip ekowisata di Desa Burai dilakukan dengan tiga tahapan yakni  mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini telah banyak menerapkan poin-poin dari ekowisata, namun ada point yangbelum dipenuhi yakni kegiatan konservasi alam secara langsung yang dapat dilakukan oleh wisatawan. Padalah, kegiatan konservasi alam dalam konsep ekowisata  sangatlah penting.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2973</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i2.2973</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 2 (2023); 96-103</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 2 (2023); 96-103</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2973/2537</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2973/2536</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/2973/2535</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Debby Fifiyanti, Agnes Caesarika Githanto Putri</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3388</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:47:18Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Inovasi Pembelajaran Berbasis Animasi 2 Dimensi Untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus Mahasiswa Tuli di Usahid Surakarta)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Inovasi Pembelajaran Berbasis Animasi 2 Dimensi Untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus Mahasiswa Tuli di Usahid Surakarta)</dc:title>
	<dc:creator>Anwar, Ahmad Khoirul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Universitas Sahid Surakarta has accepted students with special needs since 2012 and has been running for the last ten years. Managing students with special needs is challenging because it requires a special effort. Most students with disabilities are deaf. The fact faced during the last ten years is that students with special needs, especially deaf, do not all understand sign language. Not all of them also understand the language of lip movements. They can only communicate using written language. However, their ability to understand sentences is also minimal in the sense of only being able to understand short sentences. Students with special needs have difficulty understanding or digesting long and many sentences. Those conditions affect the process of receiving teaching materials. From the problems faced, solutions are needed for learning innovations for students with special needs. The innovation is to make learning media based on 2-dimensional animation. The production of this learning media was monitored and evaluated by the Directorate of Learning and Student Affairs (Belmawa) of the Directorate General of Higher Education, Research and Technology (Ditjen Diktiristek) last September 2022. The learning media that have been made have also undergone a process of testing, improving, and improving, which takes more than two semesters.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Universitas Sahid Surakarta menerima mahasiswa berkebutuhan khusus sejak tahun 2012 dan telah berjalan sepuluh tahun terakhir. Mengelola siswa berkebutuhan khusus merupakan suatu tantangan karena memerlukan upaya khusus. Sebagian besar siswa penyandang disabilitas adalah tunarungu. Kenyataan yang dihadapi selama sepuluh tahun terakhir adalah siswa berkebutuhan khusus khususnya tunarungu tidak semuanya memahami bahasa isyarat. Tidak semuanya juga memahami bahasa gerak bibir. Mereka hanya dapat berkomunikasi menggunakan bahasa tertulis. Namun kemampuan mereka dalam memahami kalimat juga minim dalam arti hanya mampu memahami kalimat pendek. Siswa berkebutuhan khusus mengalami kesulitan memahami atau mencerna kalimat yang panjang dan banyak. Kondisi tersebut mempengaruhi proses penerimaan bahan ajar. Dari permasalahan yang dihadapi maka diperlukan solusi terhadap inovasi pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Inovasi yang dilakukan adalah dengan membuat media pembelajaran berbasis animasi 2 dimensi. Tujuan dari pembuatan media pembelajaran ini untuk memudahkan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam memahami materi perkuliahan yang disampaikan. Metode yang digunakan terdiri dari lima tahapan, yaitu Development, Pra Produksi, Produksi, Paska Produksi, dan Distribusi. Hasil dari penerapan inovasi pembelajaran animasi ini memberikan dampak yang sangat positif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Strategi kreatif yang digunakan dalam pembuatan media pembelajaran ini meliputi konsep estetik dan konsep Teknik, Pemiliihan warna dan font yang bagus dan mudah dibaca memudahkan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam memahami maksuda dari materi yang disampaikan. Hal itu terbukti dengan mereka lebih cepat mengerti tentang materi yang disampaikan dan langsung bisa mempraktekkan. Pembuatan media pembelajaran ini dipantau dan dievaluasi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) pada bulan September 2022 lalu. suatu proses pengujian, penyempurnaan, dan penyempurnaan yang memakan waktu lebih dari dua semester.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.3388</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 46-56</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 46-56</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3388/2430</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Ahmad Khoirul Anwar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3602</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:15:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengembangan Seni Jaran Kepang Paguyuban Langgeng Mudo Sari Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Pebrianti, Sestri Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Iryanti, Veronica Eny</dc:creator>
	<dc:creator>Aesijah, Sitti</dc:creator>
	<dc:creator>Susetyo, Bagus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jaran Kepang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengembangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Pertunjukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kelompok seni Jaran Kepang Langgeng Mudo Sari Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang sudah mulai mengembangkan bentuk pementasannya, namun hasil dari pengembangan belum optimal karena disebabkan beberapa faktor yaitu, pertama terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pelatih, penari, pemusik dan dalang dalam penggarapan seni Jaran Kepang, dan kedua sarana yang dimiliki paguyuban terbatas. Tujuan artikel ini yaitu menjelaskan hasil pengembangan seni jaran Kepang yang dilakukan baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Menggunakan pendekatan community development dan partisipatif dengan metode diantaranya pendidikan masyarakat, difusi ilmu pengetahuan, memberi fasilitas, konsultasi, dan pendampingan. Hasil menjelaskan bahwa pengembangan bentuk pertunjukan Jaran Kepang dan elemen-elemen pertunjukannya dilakukan dengan baik, dengan frekuensi pementasan yang meningkat, dan berbagai motif gerak dalam pertunjukan yang sudah ada sebelumnya hanya terbatas dan monoton sekarang berkembang menjadi lebih variatif. Saai ini paguyuban telah mengembangkan elemen pertunjukannya mulai dari gerak, iringan, rias dan busana, property, dan pola lantai. Paguyuban juga secara berkala dan rutin mempertunjukan Jaran Kepang yang telah dikembangkan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3602</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.3602</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 22-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 22-30</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3602/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Sestri Indah Pebrianti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3670</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:47:18Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PERGELARAN WAYANG BIMA BUNGKUS DALANG KI NARTO SABDHO</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Pergelaran Wayang Bima Bungkus Dalang Ki Narto Sabdho</dc:title>
	<dc:creator>Agus Efendi</dc:creator>
	<dc:creator>widyaloka, dhagan -</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) struktur adegan, (2) karakter tokoh utama, dan (3) pendidikan karakter pada tokoh utama PBBNS. Bentuk penelitian adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah kepustakaan. Data primer berupa transkripsi dialog, gendhing, pathetan, ada-ada, sendhon, tuturan dalang, dan janturan. Data sekunder berupa wawancara ahli dalang, buku, dan jurnal ilmiah. Sumber data berupa rekaman PBBNS “Fajar Record” dengan nomor katalog 911 diunggah di youtube “Bima Bungkus” oleh Sentra Loka. Cara mengumpulkan data menggunakan teknik menyimak dan mencatat. Metode validasi data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil dan kesimpulan penelitian yaitu (1) struktur adegan PBBNS yaitu (a) Adegan Pathet Nem: Jejer, Kedhaton, Pasowanan Jawi, Budhalan, Kapalan, Adeg Sabrang, Perang Gagal; (b) Adegan Pathet Sanga: Adegan Sanga I, Adeg Pandhita (Gara-Gara), Perang Kembang, Adeg Sintren (Adegan Sanga II); (c) Adegan Pathet Manyura: Adeg Candhakan I (Sanga Walik Manyura), Adeg Candhakan II, Perang Sampak Manyura I, Adeg Candhakan III, Perang Sampak Manyura II, Perang Lakon, Adegan Candhakan IV, Adegan Candhakan V, Perang Brubuh, Adeg tancep kayon. (2) Pendidikan karakter di PBBNS yaitu (a) Nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan Tuhan di PBBNS adalah religius. (b) Nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri adalah jujur, tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, mandiri, dan rasa ingin tahu. (c) Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama adalah demokratis, santun, komunikatif / ramah, dan cinta damai. (d) Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan adalah kepedulian sosial. Kata Kunci: Wayang, Narto Sabdho, Adegan, Bima Bungkus, Tokoh Utama, Pendidikan Karakter.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) struktur adegan, (2) karakter tokoh utama, dan (3) pendidikan karakter pada tokoh utama PBBNS. Bentuk penelitian adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah kepustakaan. Data primer berupa transkripsi dialog, gendhing, pathetan, ada-ada, sendhon, tuturan dalang, dan janturan. Data sekunder berupa wawancara ahli dalang, buku, dan jurnal ilmiah. Sumber data berupa rekaman PBBNS “Fajar Record” dengan nomor katalog 911 diunggah di youtube “Bima Bungkus” oleh Sentra Loka. Cara mengumpulkan data menggunakan teknik menyimak dan mencatat. Metode validasi data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil dan kesimpulan penelitian yaitu (1) struktur adegan PBBNS yaitu (a) Adegan Pathet Nem: Jejer, Kedhaton, Pasowanan Jawi, Budhalan, Kapalan, Adeg Sabrang, Perang Gagal; (b) Adegan Pathet Sanga: Adegan Sanga I, Adeg Pandhita (Gara-Gara), Perang Kembang, Adeg Sintren (Adegan Sanga II); (c) Adegan Pathet Manyura: Adeg Candhakan I (Sanga Walik Manyura), Adeg Candhakan II, Perang Sampak Manyura I, Adeg Candhakan III, Perang Sampak Manyura II, Perang Lakon, Adegan Candhakan IV, Adegan Candhakan V, Perang Brubuh, Adeg tancep kayon. (2) Pendidikan karakter di PBBNS yaitu (a) Nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan Tuhan di PBBNS adalah religius. (b) Nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri adalah jujur, tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, mandiri, dan rasa ingin tahu. (c) Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama adalah demokratis, santun, komunikatif / ramah, dan cinta damai. (d) Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan adalah kepedulian sosial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3670</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.3670</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 57-66</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 57-66</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3670/2467</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Dhagan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3954</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:15:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gaya Bahasa dalam Novel “Sinta” Karya Sunarno Sisworahardjo</dc:title>
	<dc:creator>Pardyatmoko, Pardyatmoko</dc:creator>
	<dc:creator>Rizkiana, Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono, Harsono</dc:creator>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Deswijaya, R Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Novel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sastra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">stilistika.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo memiliki banyak gaya bahasa retoris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan ragam gaya bahasa retoris dalam novel Sinta karya Sunarno Sisworahardjo melalui pendekatan kajian stilistika. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data berupa kata dan struktur kalimat yang mengandung gaya bahasa retoris dalam novel Sinta. Sumber data adalah novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo. Teknik pengumpulan data memakai teknik simak, teknik catat dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian ditemukan gaya bahasa retoris meliputi gaya bahasa aliterasi, asindeton, polisindeton, pertanyaan retoris, hiperbola, perifrasis, tautologi. Kontribusi penelitian ini diarahkan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengembangan teori kajian formal bahasa sastra, stilistika, gaya bahasa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3954</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i1.3954</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 1 (2023); 31-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 1 (2023); 31-38</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3954/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/3954/2395</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Pardyatmoko Pardyatmoko, Ajeng Rizkiana, Harsono Harsono, Agus Efendi, R Adi Deswijaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4463</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peribahasa Jawa Dialek Tegal</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peribahasa Jawa Dialek Tegal</dc:title>
	<dc:creator>Rosady, Izma Ainur</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Prembayun Miji</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peribahasa Jawa merupakan sekelompok kata atau kalimat yang mengkiaskan suatu maksud tertentu dalam susunannya. Kegunaan dari peribahasa Jawa mengandung nilai luhur berisi nasihat, prinsip hidup, atau tingkah laku dan juga terdapat petuah-petuah, penggambaran hidup yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan. Penggunaan peribahasa Jawa khususnya pada masyarakat Tegal biasanya muncul ketika menemukan seseorang yang berperilaku melanggar norma-norma kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, makna peribahasa dialek Tegal dengan kajian semantik yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu. Penelitian yang mengandung peribahasa Jawa ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh bersumber dari tuturan-tuturan masyarakat yang diteliti. Metode untuk memperoleh data melalui observasi lapangan dan melakukan wawancara pada narasumber. Setelah memperoleh data, kemudian analisis data dengan mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, mengolah data, dan mendeskripsikan hasil analisis data. Penelitian ini menghasilkan empat jenis peribahasa Jawa, yaitu paribasan, bebasan, saloka, pepindhan. Dari semua data yang diperoleh pada peribahasa Jawa dialek Tegal makna yang ditemukan yaitu makna kias.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Peribahasa Jawa merupakan sekelompok kata atau kalimat yang mengkiaskan suatu maksud tertentu dalam susunannya. Kegunaan dari peribahasa Jawa mengandung nilai luhur berisi nasihat, prinsip hidup, atau tingkah laku dan juga terdapat petuah-petuah, penggambaran hidup yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan. Penggunaan peribahasa Jawa khususnya pada masyarakat Tegal biasanya muncul ketika menemukan seseorang yang berperilaku melanggar norma-norma kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, makna peribahasa dialek Tegal dengan kajian semantik yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu. Penelitian yang mengandung peribahasa Jawa ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh bersumber dari tuturan-tuturan masyarakat yang diteliti. Metode untuk memperoleh data melalui observasi lapangan dan melakukan wawancara pada narasumber. Setelah memperoleh data, kemudian analisis data dengan mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, mengolah data, dan mendeskripsikan hasil analisis data. Penelitian ini menghasilkan empat jenis peribahasa Jawa, yaitu paribasan, bebasan, saloka, pepindhan. Dari semua data yang diperoleh pada peribahasa Jawa dialek Tegal makna yang ditemukan yaitu makna kias.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i2.4463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 2 (2023); 81-95</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 2 (2023); 81-95</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4463/2503</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Izma Ainur Rosady, Prembayun Miji Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4470</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kesialan dari Gugon Tuhon Angka 13 dalam Teks Serat Gugon Tuhon</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kesialan dari Gugon Tuhon Angka 13 dalam Teks Serat Gugon Tuhon</dc:title>
	<dc:creator>Fitri, Rokhimah</dc:creator>
	<dc:creator>Ekowati, Venny Indria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">angka 13</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">gugon tuhon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">manuskrip</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Angka 13 adalah salah salah satu angka yang dianggap sial oleh sebagian orang. Terbukti dari adanya gugon tuhon angka 13 dalam teks Serat Gugon Tuhon yang menyebutkan bahwa angka 13 harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan teks Serat Gugon Tuhon sesuai dengan kajian filologi dan menjelaskan bentuk kesialan dari gugon tuhon angka 13 dalam teks Serat Gugon Tuhon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan filologi modern. Objek penelitian ini berupa naskah dan teks Serat Gugon Tuhon koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan melalui langkah-langkah penelitian filologi, yaitu inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi teks, suntingan teks, dan terjemahan teks. Data penelitian ini disahkan menggunakan validitas semantik, reliabilitas intrarrater, dan reliabilitas interrater. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu reduksi data, klasifikasi data, display data, dan interpretasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya enam bentuk kesialan dari gugon tuhon angka 13, yaitu menyebabkan pikiran tidak jernih, menyebabkan keluarga terpisah-pisah, menyebabkan pertikaian antarsaudara, menyebabkan sial ketika berkumpul di satu tempat, menyebabkan sering difitnah, dan menyebabkan karma buruk.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Angka 13 adalah salah salah satu angka yang dianggap sial oleh sebagian orang. Terbukti dari adanya gugon tuhon angka 13 dalam teks Serat Gugon Tuhon yang menyebutkan bahwa angka 13 harus dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan teks Serat Gugon Tuhon sesuai dengan kajian filologi dan menjelaskan bentuk kesialan dari gugon tuhon angka 13 dalam teks Serat Gugon Tuhon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan filologi modern. Objek penelitian ini berupa naskah dan teks Serat Gugon Tuhon koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan melalui langkah-langkah penelitian filologi, yaitu inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi teks, suntingan teks, dan terjemahan teks. Data penelitian ini disahkan menggunakan validitas semantik, reliabilitas intrarater, dan reliabilitas interrater. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu reduksi data, klasifikasi data, display data, dan interpretasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya enam bentuk kesialan dari gugon tuhon angka 13, yaitu menyebabkan pikiran tidak jernih, menyebabkan keluarga terpisah-pisah, menyebabkan pertikaian antarsaudara, menyebabkan sial ketika berkumpul di satu tempat, menyebabkan sering difitnah, dan menyebabkan karma buruk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4470</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i2.4470</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 2 (2023); 67-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 2 (2023); 67-80</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4470/2473</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Rokhimah Fitri, Venny Indria Ekowati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4519</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Folklor Tradisi Bersih Desa Di Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Bentuk, Makna dan Nilai dalam Tradisi Bersih Desa di Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo</dc:title>
	<dc:creator>Istikomah</dc:creator>
	<dc:creator>Aris Aryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Eko Santosa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelaksanaan, makna simbol ubarampe dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi bersih desa di desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer orang yang mengetahui secara mendalam pada tradisi bersih desa di Loano. Sumber data sekunder berupa video pelaksanaan, dokumentasi, rekaman wawancara, website resmi desa Loano dan artikel. Teknik pengumpulan data dengan observasi non partisipan, wawancara tak terstruktur dan dokumentasi berwujud foto, video pelaksanaan dan rekaman hasil wawancara dengan narasumber. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data yang dianalisi secara analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil menjelaskan terdapat beberapa unsur pada pelaksanaannya seperti (1) musyawarah, (2) mencari sponsor, (3) persiapan awal, (4) umbul doa, (5) tandang pawiyatan, (6) pengajian akbar, (7) pagar desa, (8) grebeg Loano, (9) musyawarah desa istimewa maupun sesaji ubarampe yang memiliki makna simbolik tersendiri. Selain itu, mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman hidup dan relevan dengan gaya hidup masyarakat desa Loano.KATA KUNCI: Tradisi bersih desa, Folklor, Loano</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aims to describe the form of implementation, the meaning of ubarampe symbols and values in the tradition of clean village in Loano village, Loano sub-district, Purworejo regency. The primary data sources of this research are informants who have in-depth knowledge of the village cleaning tradition in Loano. Secondary data sources are video of the implementation, documentation, interview recordings, Loano village official website and articles from similar research. Data collection techniques using non-participant observation, unstructured interviews and documentation in the form of photos, videos of implementation and recordings of interviews with informants. Data validity techniques using triangulation of data sources were analyzed by interactive analysis. The research used a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. The results of the research on the form of implementation of the clean village tradition obtained several elements in its implementation, such as (1) deliberation, (2) looking for sponsors, (3) initial preparation, (4) umbul prayer, (5) tandang pawiyatan, (6) grand recitation, (7) village fence, (8) grebeg Loano, (9) special village deliberation. The offerings in the ubarampe have symbolic meanings, such as: white tumpeng depicts a form of prayer, ingkung pair as a form of human balance. The values contained in the clean village tradition include: economic value, social value, entertainment value, aesthetic value, religious value, tradition value, and custom value. The values reflected in the clean village tradition can be used as a guide to life because it is still relevant to the lifestyle of the Loano village community</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4519</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.4519</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 18-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 18-27</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4519/2720</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Istikomah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4695</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T07:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI R.NG. RANGGAWARSITA  YANG TERCERMIN DALAM NASKAH  SURAT-SURAT PRIBADINYA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Kehidupan Sosial Ekonomi R.Ng. Ranggawarsita Yang Tercermin Dalam Naskah Surat-Surat Pribadinya</dc:title>
	<dc:creator>Sisyono Eko Widodo</dc:creator>
	<dc:creator>-, Siti Muslifah</dc:creator>
	<dc:creator>Yohanes Suwanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ranggawarsita adalah pujangga penutup Karaton Surakarta yang produktif. Jumlah karyanya banyak dan isinya mengandung beragam nilai. Penelitian tentang kehidupan pribadi Ranggawarsita secara sosial ekonomi masih sedikit. Hal itu penting diungkapkan untuk melengkapi info latarbelakang kehidupannya secara utuh. Naskah surat pribadi Ranggawarsita, merupakan cerminan kehidupan sosial ekonominya. Permasalahan penelitian: bagaimana kehidupan sosial ekonomi Ranggawarsita yang tercermin dalam naskah surat pribadinya.Tujuan : mengungkapkan kehidupan sosial ekonomi Ranggawarsita melalui naskah surat pribadinya. Sumber data : naskah surat pribadi Ranggawarsita koleksi Yayasan Sastra Lestari Surakarta. Teknik pengumpulan data : observasi partisipatif, unduh dokumen, wawancara mendalam dan content analysis. Analisis data kualitatif : reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.&amp;nbsp;Hasil penelitian: pekerjaan Ranggawarsita pujangga karaton Surakarta, pengajar bahasa Jawa bagi misionari dan membantu C.F. Winter dalam pembuatan kamus bahasa Jawa. Kehidupan pribadi Ranggawarsita secara ekonomi tidak berbanding lurus dengan kebesaran namanya. Ranggawarsita mengalami kesulitan ekonomi, untuk kebutuhan hidup sehari-hari harus meminjam uang kepada sahabatnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ranggawarsita adalah pujangga penutup Karaton Surakarta yang produktif. Jumlah karyanya banyak dan isinya mengandung beragam nilai. Penelitian tentang kehidupan pribadi Ranggawarsita secara sosial ekonomi masih sedikit. Hal itu penting diungkapkan untuk melengkapi info latarbelakang kehidupannya secara utuh. Naskah surat pribadi Ranggawarsita, merupakan cerminan kehidupan sosial ekonominya. Permasalahan penelitian: bagaimana kehidupan sosial ekonomi Ranggawarsita yang tercermin dalam naskah surat pribadinya.Tujuan : mengungkapkan kehidupan sosial ekonomi Ranggawarsita melalui naskah surat pribadinya. Sumber data : naskah surat pribadi Ranggawarsita koleksi Yayasan Sastra Lestari Surakarta. Teknik pengumpulan data: observasi partisipatif, unduh dokumen, wawancara mendalam dan content analysis. Analisis data kualitatif : reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian: pekerjaan Ranggawarsita pujangga karaton Surakarta, pengajar bahasa Jawa bagi misionari dan membantu C.F. Winter dalam pembuatan kamus bahasa Jawa. Kehidupan pribadi Ranggawarsita secara ekonomi tidak berbanding lurus dengan kebesaran namanya. Ranggawarsita mengalami kesulitan ekonomi, untuk kebutuhan hidup sehari-hari harus meminjam uang kepada sahabatnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4695</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v5i2.4695</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 5 No 2 (2023); 115-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 5 No. 2 (2023); 115-127</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4695/2606</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Sisyono Eko Widodo, Siti Muslifah -, Yohanes Suwanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4710</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Initiation Of Pancasila Student Profile In Upper Class Cultural Diversity Of Elementary School Students</dc:title>
	<dc:creator>Suswandari, M. Pd, Dr. Meidawati</dc:creator>
	<dc:creator>Dwi Anggraeni Siwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kevin William Andri Siahaan</dc:creator>
	<dc:creator>Froilan Mobo</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad Rosyid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this study was to find out and describe the profile initiation of Pancasila students in the cultural diversity of the upper grades of elementary schools at SD N Demakan 01 Sukoharjo. This research is a qualitative research. This research was conducted at SD N Demakan 01. The determination of informants in this study used a purposive sampling technique. Informants in this study were class IV teachers at SD N Demakan 01 Mojolaban. Data collection techniques in this study are through interviews and documentation. Test its validity using source triangulation technique. Researchers present data using narrative text in the form of interactive data analysis. The results of the study show that the value of diversity or diversity is taught to participants at SD N Demakan 01 Sukoharjo, namely to get used to living in Indonesian society which has a diversity of ethnicities and cultures. Learning activities that can foster a global diversity character at SD N Demakan 01 Sukoharjo include not being picky with friends at school, associating with anyone regardless of religion, ethnicity and race, implementing tolerance, namely teachers and students during group discussions do not blame each other and justifying but respecting differences of opinion when discussing in class, respecting friends at school who are practicing prayer and fasting, studying and preserving cultures from other regions, and efforts to strengthen the climate of diversity in schools through storytelling.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4710</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.4710</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 51-59</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 51-59</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/4710/2898</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Meidawati Suswandari, Dwi Anggraeni Siwi, Kevin William Andri Siahaan, Froilan Mobo, Harsono, Ahmad Rosyid</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5041</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Tradisi Munjung dan Relevansinya pada Kehidupan Masyarakat Era Kini</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Tradisi Munjung dan Relevansinya pada Kehidupan Masyarakat Era Kini</dc:title>
	<dc:creator>Erwin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Setiap menjelang lebaran atau hari raya Idul Fitri, masyarakat Desa Bendo Donoyudan Kalijambe Sragen Jawa Tengah melakukan tradisi munjung. Tradisi biasanya dilakukan sepekan menjelang hari raya namun ada pula yang sudah memulai ketika Ramadhan telah melewati pertengahan bulan atau mulai mendekati akhir. Anak-anak atau orang yang lebih muda berkunjung ke rumah orang tua, kerabat, atau orang yang dianggap dituakan dan dihormati. Dalam berkunjung, warga biasanya membawa buah tangan tertentu yang akan dibalas dengan buah tangan lainnya oleh warga yang dikunjungi. Tradisi munjung merupakan bentuk pendidikan orang Jawa dari generasi ke generasi sebagai upaya menjaga kerukunan keluarga dan bermasyarakat melalui pembentukan sikap hormat, saling menghargai, welas asih, tolong menolong dan atau gotong royong. Tradisi munjung perlu dilestarikan sebagai bentuk kearifan lokal dalam upaya menjaga harmonisasi dan integrasi bangsa di tengah sikap hidup masyarakat yang makin egois dan individualis</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Before Eid, the people of Bendo Donoyudan Village, Kalijambe, Sragen, Central Java, do the munjung tradition. Villagers usually hold the tradition a week before the feast day, but some already start when Ramadan is past the middle of the month or start to approach the end. Children, younger people visit the homes of parents, relatives, or people who are considered elders and respected. When visiting, residents usually bring some specific gift or souvenirs, which will be reciprocated with other souvenirs by the residents they visit. The munjung tradition is a form of Javanese education from generation to generation that maintains relatives and social harmony through attitudes of respect, mutual respect, compassion, mutual help, and cooperation. The munjung tradition must be preserved as a form of local wisdom to maintain national harmonization and integration amidst society's increasingly selfish and individualistic attitude to life.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5041</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.5041</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 11-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 11-17</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5041/2697</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Erwin Kartinawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5046</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">MOTIF BATIK AMBARAWA (KAJIAN SEMIOTIKA): Bentuk dan Makna pada Motif Batik Ambarawa dalam kajian Semiotika</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Motif Batik Ambarawa (Kajian Semiotika): Bentuk dan Makna pada Motif Batik Ambarawa dalam kajian Semiotika</dc:title>
	<dc:creator>Ar-Rasyid, Muhammad Harun Sayyid</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Prembayun Miji</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Batik Ambarawa merupakan wujud budaya di Kabupaten Semarang yang telah dikaji dan diproduksi oleh Komunitas Batik Ambarawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna yang ada pada motif batik Ambarawa menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika pada teori yang dikembangkan oleh Ferdinand De Saussure. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan urutan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Ambarawa diantaranya Tambal Kanoman yang terbentuk dari beberapa motif batik klasik yang memiliki makna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak dalam kehidupan. Motif Ceplok yang terbentuk dari penggambaran bunga teratai yang memiliki makna kepercayaan kepada tuhan dan keseimbangan hidup. Motif Lokcan yang terbentuk dari gambaran burung Hong atau Phoenix yang memiliki makna berpegang teguh dengan prinsip kebaikan. Motif Semen yang tergambar dengan bentuk binatang dan tumbuhan yang memiliki makna keseimbangan hidup. Motif Baru Klinting yang berbentuk ular naga yang memiliki makna menjadi seorang insan yang berani dalam kebenaran, berbudi pekerti baik serta bertanggung jawab. Motif Wayang yang terbentuk dari tokoh Pandhawa yang bermakna kebaikan dalam kehidupan. Penelitian ini sebagai sarana pemahaman semiotika antara bentuk dan makna pada batik serta sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">Batik Ambarawa merupakan salah satu bentuk kebudayaan di Kabupaten Semarang yang telah dipelajari dan diproduksi oleh Komunitas Batik Ambarawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna motif batik Ambarawa dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika pada teori yang dikembangkan oleh Ferdinand De Saussure. Sumber data pada penelitian ini berasal dari ketua Komunitas Batik Ambarawa dan Pamong Budaya Kabupaten Semarang sekaligus pengrajin Batik Ambarawa serta data dari koleksi Wereld Museum Rotterdam. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman dengan urutan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Ambarawa meliputi Tambal Kanoman memiliki makna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak dalam kehidupan. Motif Ceplok memiliki makna kepercayaan kepada Tuhan dan keseimbangan hidup. Motif Lokcan memiliki makna berpegang teguh pada prinsip kebaikan. Motif Semen memiliki makna keseimbangan hidup. Motif Baru Klinting memiliki makna sebagai pribadi yang berani dalam kebenaran, berbudi pekerti yang baik dan bertanggung jawab. Motif Wayang memiliki makna kebaikan dalam hidup. Penelitian ini merupakan sarana untuk memahami semiotika antara bentuk dan makna pada batik serta sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5046</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.5046</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5046/2693</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Muhammad Harun Sayyid Ar-Rasyid, Prembayun Miji Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5065</identifier>
				<datestamp>2024-10-31T07:17:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aesthetics Of Wayang Symbols On The Ceiling Of Graha Sahid Surakarta Building: Cultural Influence In Interior Design</dc:title>
	<dc:creator>Dina Kristiana Seftianingsih</dc:creator>
	<dc:creator>Rafia, Indy</dc:creator>
	<dc:creator>Dian Muhammad Rifai</dc:creator>
	<dc:creator>Dea Syahnas Paradita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research explores the use of wayang symbols in the ceiling design of Graha Sahid Surakarta and its impact on cultural aesthetics in interior design. Wayang as a traditional Indonesian art has symbols with deep cultural and philosophical meanings. The purpose of this study is to analyze how wayang symbols are applied in ceiling design to create a balance between cultural heritage and modern architecture. The research methodology uses qualitative which includes literature study, observation and interviews with building designers and building users. The findings of this study show that the application of wayang symbols on the ceiling of Graha Sahid Surakarta not only enhances the aesthetic value but also strengthens the cultural identity of the building. The integration of wayang motifs in the ceiling design shows how cultural elements can be combined with contemporary aesthetics to produce a unique and meaningful space. This research highlights the importance of understanding and applying cultural symbols in interior design to enrich the experience of space and strengthen cultural connections in a modern context.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5065</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5065</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 60-67</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 60-67</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5065/3055</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Dina Kristiana Seftianingsih, Indy Rafia, Dian Muhammad Rifai, Dea Syahnas Paradita</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5070</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Refleksi Simbolis Keangkaramurkaan dan Keutamaan dalam Lakon Begawan Lomana Mertobat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Refleksi Simbolis Keangkaramurkaan dan Keutamaan dalam Lakon Begawan Lomana Mertobat</dc:title>
	<dc:creator>Fakih Tri Sera Fil  Ardhi</dc:creator>
	<dc:creator>Darmoko, Darmoko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;
Isu yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana wayang kulit purwa digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial dan kritik terhadap masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memahami peran penting wayang kulit purwa dalam komunikasi sosial di masyarakat Jawa, khususnya melalui analisis lakon BLM. Penelitian ini menggunakan rekaman pertunjukan wayang kulit purwa dari YouTube Ki Warseno Slank (https://www.youtube.com/watch?v=xDOmr37W1Dw&amp;amp;t=679s). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam lakon tersebut digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial dan kritik terhadap masyarakat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan mengacu pada teori simbol sebagai manifestasi eksternal BLM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran tokoh Begawan Lomana dalam lakon BLM menjadi simbol pemberontakan yang mengganggu tatanan sosial. Namun, melalui etika “Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti” yang dijalankan oleh Kyai Semar, sifat asli dan niat buruk tokoh Begawan Lomana terbongkar. Pendekatan sosiologi sastra dan teori simbol digunakan untuk menganalisis penelitian ini, keseluruhan penelitian dapat disimpulkan bahwa lakon BLM secara efektif mengkomunikasikan kritik sosial melalui pementasan wayang kulit purwa. Melalui pemahaman terhadap konsep ini, kita dapat lebih memahami cara unik dan kompleks wayang kulit purwa digunakan sebagai media komunikasi dalam budaya Jawa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">The issue that is the focus of the research is how wayang kulit purwa is used as a medium to convey social messages and criticism of society. This aims to understand the important role of wayang kulit purwa in social communication in Javanese society, especially through analysis of the play Begawan Lomana Mertobat. This research uses recordings of purwa shadow puppet performances from YouTube Ki Warseno Slank (https://www.youtube.com/watch?v= xDOmr37W1Dw&amp;amp;t=679s). The results of this research conclude that the play is used as a medium to convey social messages and criticism of society. A qualitative descriptive approach was used in this research, referring to the theory of symbols as an external manifestation of Begawan Lomana Mertobat. The results of the research show that the presence of the character Begawan Lomana in the play Begawan Lomana Mertobat becomes a symbol of rebellion that disrupts the social order. However, through the ethics of &quot;Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti&quot; carried out by Kyai Semar, the true nature and bad intentions of the character Begawan Lomana were revealed. Symbol theory is used to analyze this research. This research concludes that the play Begawan Lomana Mertobat has the power of social criticism which presents a picture of the struggle between anger and virtue which is expressed symbolically through the pasemon narrative by strengthening the characteristics of Begawan Lomana who is angry with the support of 'Islamic' figures who resemble Ustadz Khalid Basalamah and Semar on the other side. others who struggle to uphold virtue, truth and justice.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5070</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.5070</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 28-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 28-44</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5070/2746</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Darmoko Darmoko, Fakih Tri Sera Fil  Ardhi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5182</identifier>
				<datestamp>2024-08-30T03:13:27Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Representasi Paribasan Manjing Ajur Ajer sebagai Sarana pendidikan Bagi Siswa SMA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Menjembatani Bahasa dan Budaya: Memanfaatkan 'Manjing Ajur Ajer' Sebagai Alat Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Atas Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Efendi, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Tri Widiatmi</dc:creator>
	<dc:creator>R. Adi Deswijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Bambang Ikhwanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This paper examines the representation of the proverbmanjing ajur ajer as used in a number of articles using the proverbmanjing ajur ajer. The aim is to explore the relevance of the values in the proverbs as a means of achieving educational goals. Using a qualitative approach themanjing ajur ajer proverbs selected from written and oral sources were studied. Although used in different contexts the use of these proverbs can largely be interpreted as character education values in positive attitude and behavior. It is also argued thatmanjing ajur ajer proverbs are represented positively, such representation is seen as a virtue. This research contributes practically to the achievement of students' affective competence.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penggunaan kearifan lokal dalam pendidikan bahasa di tingkat sekolah menengah atas (SMA) masih terbatas, meskipun memiliki potensi besar untuk memperkaya pembelajaran bahasa dan memperkuat identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan peribahasa Jawa &quot;Manjing Ajur Ajer&quot; sebagai alat pendidikan bahasa di SMA. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui wawancara dan kuesioner kepada siswa dan guru bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang peribahasa ini bervariasi, dengan sebagian besar siswa mengaitkannya dengan konsep kerja keras dan kejujuran, sementara sebagian lainnya mengalami kesulitan dalam meresapi makna yang lebih mendalam. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran bahasa yang lebih holistik dan berbasis budaya di SMA. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang inklusif, pelatihan yang memadai bagi guru, serta penelitian lanjutan untuk memperdalam pemahaman tentang potensi penggunaan kearifan lokal dalam pendidikan bahasa. Dengan mengimplementasikan rekomendasi ini, pendidikan bahasa di SMA dapat menjadi lebih relevan, inklusif, dan berdaya saing dalam konteks global yang terus berkembang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i1.5182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 1 (2024): April 2024; 45-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024; 45-50</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5182/2860</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agus Efendi, Tri Widiatmi, R. Adi Deswijaya, Bambang Ikhwanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5420</identifier>
				<datestamp>2024-12-10T10:35:39Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analysis of Human Behavior in Pastor Cethil’s Manuscript (Philological Study)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Tingkah Laku Manusia pada Naskah Pastur Cethil (Kajian Filologi)</dc:title>
	<dc:creator>Adelia, Dea Adies</dc:creator>
	<dc:creator>Venny Indria</dc:creator>
	<dc:creator>Wulan, Sri Hertanti</dc:creator>
	<dc:creator>Restu Budiyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri Rokhimah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Behavior is an action or behavior of a person in living life. Human behavior can be researched through ancient Javanese texts. This research aims to present Pastor Cethil's text in accordance with philological studies and explain human behavior in Pastor Cethil's text. The object of research is the text in Pastor Cethil's manuscript which is written using Javanese script in the Javanese language krama. The data collection technique in this research uses several steps consisting of; inventory of the Pastor Cethil manuscript, description of the Pastor Cethil manuscript, transliteration of the Pastor Cethil manuscript text, editing of the Pastor Cethil manuscript text, translation of the Pastor Cethil manuscript text, and analysis of human behavior in the Pastor Cethil manuscript. This research is a type of descriptive qualitative research that uses modern philological methods and descriptive methods with a behavioral psychology approach. Data analysis techniques include data reduction, data classification, data presentation, and data verification. The results of research on the behavior of each character in Pastor Cethil's text show several good and bad behaviors towards God, fellow humans and himself. Good behavior towards God is like obeying religious regulations as a priest who is not allowed to marry. Bad behavior towards others, one of which is inappropriate indulgence in lust with the opposite sex, can cause disaster in the future. Some of the human behavior in Pastor Cethil's text can be a picture of life that should be imitated or should be avoided.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tingkah laku adalah sebuah tindakan atau perilaku dari sesorang dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini termasuk penelitian filologi yang bertujuan untuk menjelaskan hasil dari analisis isi naskah Pastur Cethil. Objek penelitian adalah teks pada naskah Pastur Cethil yang tertulis menggunakan aksara Jawa berbahasa Jawa krama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui beberapa langkah yang terdiri atas; inventarisasi naskah Pastur Cethil, deskrpsi naskah Pastur Cethil, transliterasi teks naskah Pastur Cethil, suntingan teks naskah Pastur Cethil, terjemahan teks naskah Pastur Cethil, dan analisis tingkah laku manusia pada naskah Pastur Cethil. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode filologi modern dan metode deskriptif dengan pendekatan psikologi perilaku. Teknik analisis data diantaranya reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian terhadap perilaku setiap tokoh pada naskah Pastur Cethil menunjukan beberapa&amp;nbsp; tingkah laku yang baik dan buruk terhadap Tuhan, sesama manusia, dan dirinya sendiri. Tingkah lau baik terhadap Tuhan seperti mentaati peraturan agama sebagai seorang pastur yang tidak diperkenankan menikah. Tingkah&amp;nbsp; laku buruk terhadap sesama salah satunya mengumbar nafsu dengan lawan jenis yang tidak sepantasnya dapat menimbulkan malapetaka di kemudian hari. Beberapa tingkah laku manusia pada naskah Pastur Cethil dapat menjadi gambaran kehidupan yang patut ditiru maupun harus dijauhi. &amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5420</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5420</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 111-122</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 111-122</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5420/3135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Dea Adies Adelia, Venny Indria, Sri Hertanti Wulan, Restu Budiyanti, Fitri Rokhimah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5600</identifier>
				<datestamp>2024-10-31T07:17:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Innovation of Aksawa Scrapbook Learning Media to Learn Javanese Script for Elementary School Students</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Inovasi Media Pembelajaran Scrapbook Aksawa untuk Belajar Aksara Jawa Siswa Sekolah Dasar</dc:title>
	<dc:creator>Masjid, Akbar Al</dc:creator>
	<dc:creator>Monika Asti Widya, Astuti</dc:creator>
	<dc:creator>Trisharsiswi, Trisharsiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Arya Dani, Setyawan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Javanese language is a compulsory local content in schools from primary to secondary level in Central Java, East Java and Yogyakarta. However, Javanese language lessons, especially Javanese script material for some children, are considered difficult. Based on the results of a survey conducted in several elementary schools in Central Java and Yogyakarta, it is known that almost 90% of students have difficulty reading and writing using Javanese characters. Based on these problems, this research is intended to provide an alternative solution through the development of learning media in the form of Aksawa Scrapbook so that students are more motivated to learn Javanese script. This study uses a research and development (R&amp;amp;D) design with the ADDIE model which consists of analysis, design, development, Implementation, and Evaluation stages. The subjects in this study are students and teachers of elementary schools in Central Java and Yogyakarta. The media feasibility assessment was validated by material experts and media expert validators, as well as classroom teacher practitioners as well as Javanese language teachers. The data collection technique uses observation, interviews and questionnaires. Data analysis techniques use qualitative and quantitative data analysis. The results of this research resulted in a product, namely in the form of Aksawa Scrapbook media. Based on the assessment of experts, practitioners and student responses, the Aksawa Scrapbook media can be declared very feasible to be used for Javanese script learning media in elementary school with an average score of 92.41 with very good criteria. The conclusion of this study is that the script scrapbook media is declared feasible and effective to be used to help students learn Javanese reading and writing skills.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bahasa Jawa merupakan muatan lokal wajib di sekolah dari tingkat dasar sampai menengah yang diberlakukan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. Namun pelajaran Bahasa Jawa khususnya materi aksara Jawa bagi sebagian anak dianggap sulit. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di beberapa SD di Jateng dan DIY diketahui hampir 90% siswa mengalami kesulitan membaca maupun menulis menggunakan aksara Jawa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dimaksudkan memberikan salah satu alternatif solusi melalui pengembangan media pembelajaran berupa Scrapbook Aksawa agar siswa lebih termotivasi untuk belajar aksara Jawa
Penelitian ini menggunakan desain research and development (RnD) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, Implementation, dan Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru sekolah dasar di Jateng dan DIY. Penilaian kelayakan media divalidasi oleh ahli materi dan validator ahli media, serta praktisi guru kelas sekaligus sebagai guru pengampu mata pelajaran bahasa Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian ini menghasilkan produk yakni berupa media Scrapbook Aksawa. Berdasarkan penilaian ekspert, praktisi dan respon siswa, media Scrapbook Aksawa dapat dinyatakan sangat layak digunakan untuk media belajar aksara Jawa di SD dengan rerata skor 92,41 dengan kriteria sangat baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5600</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5600</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 80-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 80-90</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5600/3087</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Akbar Al Masjid, Astuti Monika Asti Widya, Trisharsiwi Trisharsiswi, Setyawan Arya Dani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5763</identifier>
				<datestamp>2025-01-03T03:50:17Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Concept of Balance in Wayang Tauhid the Play &quot;Wedhare Sadat Tembayat&quot; Presented by Ki Sunardi Wirocarito</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Konsep Keseimbangan dalam Wayang Tauhid  Lakon “Wedhare Sadat Tembayat” Sajian Ki Sunardi Wirocarito</dc:title>
	<dc:creator>Luwiyanto</dc:creator>
	<dc:creator>M. Mukhtasar Syamsuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Lasiyo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Wayang tauhid is a new wayang creation created by Ki Sunardi Wirocarito from Trucuk Klaten since 1984. This wayang is a type of wayang dakwah that contains the story of the struggle of the walisanga to spread Islam in Java. There has not been much research done on this wayang tauhid by experts. One of its popular plays is ‘Wedhare Sadat Tembayat (WST)’. The text of this play is full of ethical values conveyed by the puppeteer. The purpose of this study is to find the answer to the question, what is the purpose of Javanese life implied in the wayang tauhid play WST. This philosophical research can be categorised as qualitative research by taking a literature study model. The research method used is hermeneutic with philosophical methodical steps. The results of this study can be formulated that the achievement of the Javanese goal of life is characterised by the perfection of a balanced relationship with God, a balanced relationship with fellow humans, a balanced relationship with non-humans (being the other), and a balanced relationship with the surrounding nature.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Wayang tauhid adalah wayang kreasi baru yagg diciptakan oleh Ki Sunardi Wirocarito dari Trucuk Klaten sejak tahun 1984. Wayang tauhid ini termasuk jenis wayang dakwah yang ceritanya tentang kisah perjuangan para walisongo dalam rangka menyebarkan agama Islam di Jawa. Penelitian tentang wayang tauhid belum banyak dilakukan oleh para ahli. Salah satu lakon populer yang pernah dipentaskan adalah “Wedhare Sadat Tembayat” sajian Ki Sunardi Wiracarito. Penelitian ini mengambil objek material wayang tauhid lakon “Wedhare Sadat Tembayat” sedangkan objek formalnya adalah filsafat teleologi dimana konsep keseimbangan sebagai tujuan hidup. Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dengan mengambil model studi pustaka. Cara untuk memecahkan masalah tersebut digunakan metode hermeneutik dengan langkah-langkah metodis filosofis. Hasil kajian penelitian ini, bahwa wayang tauhid merupakan wayang dakwah sebagai media penyebaran agama (Islam) yang sarat dengan penyampaian nilai-nilai moral. Lakon “Wedhare Sadat Tembayat” menyampaikan pesan tentang konsep keseimbangan sebagai tujuan hidup. Tujuan hidup manusia adalah mencapai kesempurnaan keseimbangan terhadap Tuhan, keseimbangan terhadap sesama manusia, keseimbangan terhadap makhluk lain (non manusia), dan keseimbangan terhadap alam.
&amp;nbsp;
Kata kunci: wayang tauhid, nilai moral, keseimbangan, tujuan hidup</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5763</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5763</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 123-131</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 123-131</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5763/3192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Luwiyanto, M. Mukhtasar Syamsuddin, Lasiyo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5785</identifier>
				<datestamp>2024-10-31T07:17:29Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Javanese Arabic Praise : A Sociolinguistic Study</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pepujian Berbahasa Jawa-Arab : Kajian Sosiolinguistik </dc:title>
	<dc:creator>Jihan, Aqmal</dc:creator>
	<dc:creator>Prembayun Miji Lestari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Javanese-Arabic is closely related to the praise that is often chanted in villages throughout the island of Java. The chanting is inseparable from the very rapid spread of Islam in the archipelago in ancient times. The diversity of society that easily accepts outside society makes Islam and its culture mixed with local culture including language which makes it more varied. This study aims to determine the patterns and characteristics of Javanese-Arabic praise. This study uses a qualitative method with a sociolinguistic approach. The research method used is the listening and speaking method. This research was conducted in Tepus Hamlet, Magelang Regency. The data collection technique used the note and record technique. The data obtained were in the form of notes from documents and recordings of Javanese-Arabic praise. Data analysis used Miles and Huberman data analysis. The results of this study found various patterns in Javanese-Arabic praise, namely the opening and core as well as the structural patterns in the praise. The second result is that the characteristics found in this praise are greeting words such as dhuh Gusti, Tuan, Pangeran, Panjenengan, Dzat and also words that often appear are nyuwun as a context for asking Allah SWT such as dhuh Gusti kula nyuwun sehat manah lan raga. namely Asking for health of soul and body.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jawa-Arab erat kaitannya dengan pepujian yang sering dilantunkan dipedesaan di seluruh pelosok pulau Jawa. Lantunan tersebut tidak luput dari persebaran islam yang sangat cepat di Nusantara zaman dahulu. Karena kemajemukan dari masyarakat yang mudah menerima masyarat luar membuat agama Islam dan budayanya bercampur dengan kebudayaan setempat termasuk juga bahasa yang menjadikannya lebih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan karakteristik yang ada pada pepujian Jawa-Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian dari Sugiono mengenai metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tepus, Kab. Magelang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan rekam. Data yang diperoleh berupa catatan dari dokumen dan rekaman dari pepujian Jawa-Arab. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini ditemukan berbagai pola dalam pepujian Jawa-Arab yaitu pembukaan dan inti serta pola struktur dalam pepujian tersebut. Hasil kedua yaitu ditemukan karakteristik dalam pepujian ini yaitu&amp;nbsp; kata sapaan seperti duh Gusti, Tuan, Pangeran, Panjenengan, Dzat dan juga kata yang sering muncul yaitu nyuwun sebagai konteks meminta kepada Allah SWT seperti halnya duh Gusti kula nyuwun sehat manah lan raga. yaitu Meminta akan kesehatan jiwa dan raga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5785</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5785</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 68-79</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 68-79</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5785/3083</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Aqmal Jihan, Prembayun Miji Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5814</identifier>
				<datestamp>2024-12-06T05:49:11Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Structure and Function of the Nyapih Traditional Mantra in Karangwotan Village, Pucakwangi District, Pati Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Struktur Dan Fungsi Mantra Tradisi Nyapih di Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati</dc:title>
	<dc:creator>Ale Sandya Rindi Amida</dc:creator>
	<dc:creator>Yuli Kurniati Werdiningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Menyapih is the process of separating the child from breast milk or the cessation of a mother's breastfeeding. The purpose of this study is to describe in depth the structure and function of the nyapih mantra. Along with the development of the increasingly advanced times, the current generation forgets that they must still maintain the culture that exists in society. Similarly, the mantra of the nyapih tradition now feels foreign to the community. This is because the tradition has rarely been carried out and few people want to learn it. Thus, there is an urge to do research on the nyapih mantra. This research focuses on the structure and function of spells. This research method uses a qualitative method. This research uses the theory of spell structure and spell function from Heru Saputra. This study produced findings on the structure of the spell contained in the nyapih mantra, namely, the title reflects the purpose of the spell, which is to separate the child from breast milk. The opening element contains a request for blessings and a request for guidance and protection to a figure who has higher power. The purpose element in this mantra contains wishes and hopes. The suggestive element in this mantra is related to the existence of God stating that all the purposes of the mantra can be fulfilled with the permission of Allah. The concluding element reflects the belief in the community of the mantra-user, as well as the expression of individuals and societies in their beliefs and hopes in Almighty God. This research also results in the function of the spell nyapih, which is individual and social. The mantra is individual, this mantra is a medium for individuals to express hopes, beliefs, and maintain connectivity with traditions and cultures that have been inherited. The nyapih mantra is social in nature, this tradition reflects the cultural identity, religious beliefs and livelihoods of the community.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">



Nyapih merupakan salah satu upacara adat yang masih dilakukan masyarakat Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Menyapih merupakan proses pemisahan anak dengan asi atau berhentinya masa menyusui seorang ibu. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan secara mendalam mengenai struktur dan fungsi mantra nyapih. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, generasi sekarang lupa bahwa mereka harus tetap menjaga budaya yang ada pada masyarakat. Demikian pula dengan mantra tradisi nyapih yang kini terasa asing dikalangan masyarakat yang disebabkan sudah jarang dilaksankan tradisi tersebut dan jarang yang ingin mempelajarinya. Oleh karena itu penulis terdorong untuk melakukan penelitian mengenai mantra nyapih, penelitian ini berfokus pada struktur dan fungsi mantra. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneltian ini menggunakan teori struktur mantra dan fungsi mantra dari Heru Saputra. Penelitian ini menghasilan temuan struktur mantra yang terdapat pada mantra nyapih yaitu usur judul mencerminkan tujuan mantra yaitu memisahkan anak dari asi. Unsur pembuka berisi permohonan keberkahan dari Allah dan memita izin melakukan tradisi kepada dhanyang desa. Unsur tujuan pada mantra ini berisi permohonan dan harapan. Unsur sugesti pada mantra ini berkaitan dengan eksistensi tuhan menyatakan bahwa semua tujuan dari mantra dapat terkabul atas seizin Allah. Unsur penutup. mencerminkan kepercayaan pada masyarakat pengguna mantra tersebut, serta pengekspresian individu dan masyarakat pada keyakinan dan harapan mereka kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Penelitian ini juga menghasilakan fungsi mantra nyapih yaitu bersifat individu dan bersifat sosial. Mantra nyapih bersifat individu, mantra ini menjadi media bagi individu untuk mengekspresikan harapan, keyakinan, serta menjaga konektivitas dengan tradisi dan budaya yang telah diwariskan. Mantra nyapih bersifat sosial, tradisi ini mencerminkan identitas budaya, keyakinan agama dan mata pencaharian masyarakat.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5814</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5814</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 103-110</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 103-110</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5814/3134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Ale Sandya Rindi Amida, Yuli Kurniati Werdiningsih, Sunarya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5936</identifier>
				<datestamp>2024-11-23T00:19:36Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pola Komunikasi pada Tradisi Genduren di Dusun Talang, Kabupaten Magelang (Pendekatan Etnografi Komunikasi)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en-US">Communication Pattern in The Genduren Tradition of Talang Village, Magelang District (Ethnographic Communication Approach</dc:title>
	<dc:creator>Apisari, Esti</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Agus Subiyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Di beberapa wilayah di Indonesia terdapat beberapa tradisi yang berkaitan dengan hari besar Islam, misalnya Idulfitri. Salah satu wilayah yang masih menjaga tradisi tersebut adalah Desa Talang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah yaitu berupa genduren. Tradisi tersebut memiliki keunikan karena tidak ditemui di daerah lain. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi pada genduren yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Talang dalam sudut pandang etnografi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah elisitasi dan simak dengan teknik sadap dan rekam. Selain itu, metode wawancara langsung juga digunakan sebagai bagian dari triangulasi terhadap data yang sudah diperoleh. Proses klasifikasi data kemudian dijabarkan dengan teknik pilah unsur tertentu. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa ada pola komunikasi campuran pada tradisi genduren yang mengandung makna kultural dan filosofis. Ragam bahasa Jawa digunakan untuk berkomunikasi kepada sesama manusia, sedangkan ragam bahasa Arab digunakan untuk berkomunikasi antara makhuk kepada Tuhan. Bahasa Arab juga digunakan karena masyarakat merasa lebih afdal dalam berdoa. Makna khusus dari pelaksanaan genduren adalah penyempurnaan atas seluruh rangkaian ibadah selama bulan suci Ramadan serta Idulfitri sehingga masyarakat merasa “tersucikan” setelah melaksanakan tradisi tersebut. Dengan diri yang tersucikan masyarakat juga berharap doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en-US">There was a unique tradition in Indonesia, especially in Talang Village, Magelang Regency, Central Java Province named genduren. This tradition was unique because it was not found in other areas. It was held after Eid al-Fitr prayers. This article aims to describe the communication patterns in genduren carried out by the Talang Village community from the perspective of communication ethnographic. The research method used was elicitation and observation. The data collection technique was tapping and recording. Apart from that, the direct interview method was also used as part of the triangulation of the data that had been obtained. The data classification process is then explained using certain element sorting techniques. Analysis was carried out using descriptive methods. Based on the results of the analysis, there was a multilevel communication pattern, namely between the person who leads and the community they lead. Apart from that, there was mixed communication in the genduren tradition, which contains cultural and philosophical meanings. The Javanese variety was used to communicate with fellow humans, while the Arabic variety was used to communicate between creatures and God. Arabic was also used because people feel more competent in praying. The special meaning of implementing genduren was the completion of the entire series of worship during the holy months of Ramadan and Eid al-Fitr so that people feel &quot;purified&quot; after carrying out this tradition. By purifying themselves, people also hope that the prayers they offer will be more easily answered. Based on the Saville-Troike theory of communication patterns, there were communicative situations, communicative events, and communicative actions. Behind that pattern, there was a Javanese culture, called respect each other.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5936</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v6i2.5936</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 6 No 2 (2024): Oktober 2024; 91-102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024; 91-102</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/5936/3122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Esti Apisari, Nurhayati, Agus Subiyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6201</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T06:00:54Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Women's Struggle Against Patriarchy in the Novel Katresnan by Soeratman Sastradihardja from the Perspective of Liberal and Radical Feminism</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Feminisme dalam Novel Katresnan Karya Soeratman Sastradihardja: Perjuangan Perempuan Melawan Patriarki</dc:title>
	<dc:creator>Yuliana, Rina</dc:creator>
	<dc:creator>Herlina Setyowati</dc:creator>
	<dc:creator>Aris Aryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Patriarchy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feminism</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gender injustice </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Javanese novel </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resistance</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to provide an in-depth understanding of literature as a medium for expressing social criticism, particularly regarding gender injustice in the novel Katresnan by Soeratman Sastradihardja. The deeply rooted patriarchal culture in Indonesian society has long been a source of gender inequality, especially as reflected in literary works that mirror social realities. This research focuses on how the female characters in the novel confront and resist patriarchal domination. This is a qualitative descriptive study using a literature review method. The primary data source is the novel Katresnan by Soeratman Sastradihardja, published by Balai Pustaka, consisting of 89 pages. The research data comprise narrative passages and dialogues in the novel, collected through reading and note-taking techniques, and analyzed using liberal and radical feminist approaches. The findings reveal that the character Mursiati resists patriarchal values through her struggles for education, career, and rejection of forced marriage. The liberal feminist perspective emphasizes Mursiati’s individual struggle for freedom and the right to choose, while the radical feminist approach highlights the systemic social structures that oppress women. Katresnan reflects gender inequality and offers social criticism of patriarchal culture, representing feminist aspirations within regional literature. This study is expected to enrich feminist literary studies in regional contexts and encourage critical readings of patriarchal culture in Indonesian literature.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjuangan perempuan melawan sistem patriarki sebagaimana yang digambarkan dalam novel Katresnan karya Soeratman Sastradihardja melalui pendekatan feminisme. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme liberal dan feminisme radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis struktural. Data penelitian berupa narasi dan dialog dalam novel Katresnan karya Soeratman Sastradihardja. Sumber data penelitian ini adalah novel Katresnan karya Soeratman Sastradihardja yang diterbitkan oleh Balai Pustaka yang berjumlah 89 halaman. Data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis mencakup pengamatan terhadap karakterisasi tokoh, konflik, dan latar, yang kemudian diinterpretasikan melalui teori feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Mursiati menggambarkan resistansi perempuan terhadap norma patriarki melalui pendidikan, karir dan hak atas pilihan hidup. Feminisme liberal menekankan pentingnya kebebasan individu untuk melawan ketidakadilan, sedangkan feminisme radikal mengkritik patriarki sebagai sistem struktural yang menciptakan subordinasi perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa novel Katresnan merupakan kritik sosial terhadap budaya patriarki yang menindas perempuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6201</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 41-55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 41-55</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6201/3506</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Rina Yuliana, Herlina Setyowati, Aris Aryanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6364</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T02:31:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Javanese Language in Ganjar Pranowo's Political Oration on the SAHABAT GANJAR YouTube Channel</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Bahasa Jawa dalam Orasi Politik Ganjar Pranowo dalam Kanal Youtube SAHABAT GANJAR</dc:title>
	<dc:creator>Nur Ikhsan</dc:creator>
	<dc:creator>Prembayun Miji Lestari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Language in the political sphere has an important role in building an image and communication with the community, especially the use of regional languages such as Javanese. Studies on language variations used by political figures when giving speeches or campaigning in certain areas are still limited. This research focuses on the use of language variation in terms of speakers and influencing factors in political speeches conducted by Ganjar Pranowo at the grand campaign in Kendal and Yogyakarta. The type of research used is descriptive qualitative by using observation analysis technique, observing and recording data transcripts and analyzed using SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) data collection technique. The research data is in the form of phrases, words, and sentences that contain a variety of language variations with data sources in the form of videos uploaded on the YouTube platform under the channel name Sahabat Ganjar. From the results of the analysis that has been done, it can be concluded that there are several types of language variations in terms of speakers in Ganjar Pranowo's communication, among others; in terms of speakers in the form of 18 idiolects, 12 dialects, 3 sociolects and no data found in the classification of chronolect varieties. Factors that influence the use of language variation in terms of speakers include internal factors and external factors with the acquisition of 23 language variations caused by internal factors and 12 external factors.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada penggunaan variasi bahasa dari segi penutur serta faktor yang mempengaruhi dalam orasi politik yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo pada kampanye akbar di Kendal dan Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis observasi, mengamati dan melakukan pencatatan transkrip data serta dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data SBLC (Simak Bebas Libat Cakap). Data penelitian berupa frasa, kata dan kalimat yang mengandung ragam variasi bahasa dengan sumber data berupa video yang diunggah pada platform YouTube dengan nama channel Sahabat Ganjar. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ditemukan beberapa jenis variasi bahasa dari segi penutur dalam komunikasi Ganjar Pranowo antara lain; dari segi penutur berupa 18 idiolek, 12 dialek, 3 sosiolek serta tidak ditemukan data yang masuk dalam klasifikasi ragam kronolek. Faktor yang memengaruhi penggunaan variasi bahasa dari segi penutur antara lain faktor internal dan faktor eksternal dengan perolehan 23 variasi bahasa yang disebabkan oleh faktor internal dan 12 faktor eksternal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 1-15</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 1-15</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6364/3287</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Nur Ikhsan, Prembayun Miji Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6383</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T02:31:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sound Variation in a YouTube Channel Titled ‘Rasa’ (Phonological Study): Variasi bunyi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Fonologi: Variasi bunyi</dc:title>
	<dc:creator>Sriatin</dc:creator>
	<dc:creator>Pradnya Paramita Hapsari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Language is a primary means of communication that has historical, social and cultural value. One of the main aspects of language study is phonology, which discusses sound variation in language. The phenomenon of obah owahing swara in Javanese, which includes sound changes such as addition, subtraction, and shifting, is interesting to study, especially in the context of oral communication. This study aims to analyse the sound variation in the ‘Rasa’ video uploaded by the Gunungkidul Culture YouTube Channel. Using a descriptive qualitative approach, this study found three main categories of sound variation, namely penambahing swara, panyudaning swara, and gesehing swara, as well as free variation that shows flexibility in word pronunciation. The results of this study are expected to contribute to the preservation of the Javanese language and enrich the study of phonology in social and cultural contexts.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang memiliki nilai historis, sosial, dan budaya. Kajian linguistik, khususnya fonologi, membahas variasi bunyi dalam suatu bahasa yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena obah owahing swara dalam video &quot;Rasa&quot; dari Kanal YouTube Kebudayaan Gunungkidul. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi perubahan bunyi, termasuk penambahan, pengurangan, dan variasi bebas dalam bahasa Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kategori utama variasi bunyi, yaitu penambahing swara, panyudaning swara, dan gesehing swara, dengan mayoritas perubahan terjadi pada penambahan dan pengurangan bunyi. Selain itu, ditemukan dua kasus variasi bebas dalam pengucapan kata tanpa mengubah maknanya. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi bunyi dalam bahasa Jawa tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan penutur, tetapi juga oleh faktor sosial dan budaya yang memengaruhi penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6383</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6383</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 56-65</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 56-65</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6383/3507</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Pradnya Paramita Hapsari, Sriatin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6513</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T02:31:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kaprawiran Character in Serat Wira Wiyata and Its Suitability in Learning Javanese Language</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nilai-nilai Karakter dalam Serat Wira Wiyata dan Kesesuaiannya dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Tingkat SMK</dc:title>
	<dc:creator>Heru, Azis</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Venny Indria Ekowati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research is based on the study of Javanese manuscripts. This research contains two objectives. The first objective of this study is to explain the character values in Serat Wira Wiyata. The second objective of this research is to describe the suitability of character values in Serat Wira Wiyata in Javanese language learning at the Vocational School level. The results of this study explain two things. The first is the character values in Serat Wira Wiyata. The character values found in Serat Wira Wiyata are religiosity, discipline, hard work creativity, responsibility, and affection. Three-character values are characteristic of Serat Wira Wiyata, namely the character values of being wise, obedient, and brave. The result of the second study is to explain the suitability of the character values in the Serat Wira Wiyata for learning Javanese. Based on the results of the adjustments to the 2013 curriculum, these character values are still appropriate to be applied in learning Javanese at the Vocational School level.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini adalah penelitian berbasis kajian naskah Jawa. Penelitian ini memuat dua tujuan. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah menjelaskan nilai-nilai karakter dalam Serat Wira Wiyata. Tujuan kedua penelitian ini adalah menjelaskan kesesuaian nilai-nilai karakter dalam Serat Wira Wiyata di dalam pembelajaran bahasa Jawa tingkat SMK. Hasil penelitian ini menjelaskan dua hal, yang pertama adalah nilai-nilai karakter dalam Serat Wira Wiyata. Nilai-nilai karakter yang ditemukan dalam Serat Wira Wiyata adalah religius, disiplin, kerja keras, kreatif, tanggung jawab, dan peduli. Terdapat tiga nilai karakter yang menjadi ciri khas dari Serat Wira Wiyata yaitu nilai karakter bijaksana, patuh, dan berani. Hasil penelitian yang kedua adalah menjelaskan kesesuaian nilai-nilai karakter dalam Serat Wira Wiyata pada pembelajaran bahasa Jawa. Berdasarkan hasil penyesuaian dengan kurikulum 2013 bahwa nilai-nilai karakter tersebut masih sesuai diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jawa tingkatan SMK.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6513</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6513</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 16-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 16-25</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6513/3395</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Azis Heru, Endang Nurhayati, Venny Indria Ekowati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6514</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T02:31:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Cultural Values of the Bedhah Bumi Heirloom Withdrawal Tradition in Gunungkidul from the Perspective of Symbolic Anthropology</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nilai Budaya Tradisi Penarikan Pusaka Bedhah Bumi di Gunungkidul</dc:title>
	<dc:creator>Anggoro Mukti, Alfian</dc:creator>
	<dc:creator>Endang Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Suwardi</dc:creator>
	<dc:creator>Heru Iswanto, Azis</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this study is to provide an in-depth explanation of the cultural values contained within the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition in Gunungkidul. This research also aims to contribute to the body of knowledge on culture, in order to ensure that Javanese culture—particularly traditions specific to certain areas—continues to be preserved. This study employs a qualitative research method. The research subject consists of the sole family that has inherited the leadership of the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition. The object of the research is the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition located in Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Regency. Data were collected through observation and interviews. The collected data were then analyzed using a descriptive method. The validity of the data was ensured through theoretical validity, and its reliability was assessed through stability reliability. The results of this study reveal the cultural values embedded in the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition. The cultural values identified in this research include: the value of the relationship between humans and God, the value of the relationship between humans and nature, the value of the relationship between humans and society, the value of interpersonal relationships, and the value of the relationship between humans and themselves.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian ini untuk memberi penjelasan mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi di Gunungkidul. Penelitian uni juga memberikan ilmu tentang kebudayaan, agar kebudayaan Jawa khususnya tradisi yang ada di tempat tertentu masih tetap dilestarikan.
Jenis penelitian yang digunakan mengunakan metode penelitian keualitatif. Subjek penelitian adalah satu-satunya keluarga yang menjadi pewaris pemimpin tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi. Objek penelitian merupakan tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi di Kalurahan Gari Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Cara pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan cara deskriptif. Keabsahan data menggunakan cara validitas teori, dan reliabilitas menggunakan reliabilitas stabilitas.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi. Nilai budaya yang dijelaskan dalam penelitian ini antara lain nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya hubungan manusia dengan alam, nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat, nilai budyaa manusia dengan sesama, dan nilai budaya manusia dengan dirinya sendiri</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6514</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6514</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 26-40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 26-40</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6514/3396</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Alfian Anggoro Mukti, Endang Nurhayati, Suwardi, Azis Heru Iswanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6593</identifier>
				<datestamp>2025-08-25T02:31:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Use of Rajagita Media (Digital Javanese Script) in Learning to Write Javanese Script</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penggunaan Media Aksara Jawa Digital Dalam Pembelajaran Menulis Aksara Jawa</dc:title>
	<dc:creator>Ismiati</dc:creator>
	<dc:creator>Darni</dc:creator>
	<dc:creator>Resdianto Permata Raharjo</dc:creator>
	<dc:creator>Anas Ahmadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Javanese script is a cultural heritage of the Indonesian nation that has high historical, philosophical, and aesthetic value. However, in the context of education, student interest in learning Javanese script is still relatively low. Low student interest results in low Javanese script writing skills in students. Lack of Javanese script writing skills results in low student learning outcomes. This occurs because students have difficulty distinguishing the form of Javanese script that is almost similar, the lack of reading sources containing Javanese script, the lack of use of Javanese script in everyday life and the lack of learning media that is adaptive to the development of digital technology. These conditions require a solution, so in this study Rajagita Media becomes a solution to the problem of students' lack of skills in writing Javanese script and the low learning outcomes of writing Javanese script students of SMP Negeri 7 Madiun. This study aims to determine the process of implementing Rajagita media in learning to write Javanese script for grade IX students of SMP Negeri 7 Madiun which influences students' writing skills. This study used a quantitative approach with an experimental method, namely a Quasi-Experimental Design, applying a &quot;post-test only control group design.&quot; The results of the study show that the process of implementing or using Rajagita media in the experimental class with the following steps: 1. Providing trigger questions in apperception, pre-test, introduction of Rajagita media and procedures for use, as well as group discussions and practice of writing Javanese script on various platforms independently by students, and discussions of various obstacles and challenges can have a significant impact on students' writing skills. These writing skills include neatness of writing, correct use of pairs and sandhangan, using scripts in words and sentences correctly. Students' writing skills have an impact on improving student learning outcomes. The increase in student learning outcomes is proven by the p-value = 0.000 &amp;lt;0.05, meaning the p-value is smaller than the significance level, so Ha is accepted, so the study shows that the use of Rajagita media has a positive effect on improving students' Javanese script writing skills. This is evidenced by the difference in the average post-test score in the experimental class using Rajagita media with a pre-test score of 68 and a post-test score of 68. 87, an increase of 19 points. The control class, which did not receive any treatment, had a pretest score of 67, increasing to 69, a 2-point increase. This difference in scores indicates that Rajagita media is effective as a learning medium in improving students' Javanese script writing skills. The conclusion of this study confirms that the process of using Rajagita media in learning has proven effective in developing students' Javanese script writing skills. The application of technology in education not only enriches learning methods but also contributes to the preservation of Javanese script and strengthening cultural literacy in the context of modern education.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Aksara Jawa merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai histori, filosofis, dan estetis tinggi. Minat siswa terhadap pembelajaran aksara Jawa&amp;nbsp; cenderung rendah karena media pembelajaran&amp;nbsp; dinilai kurang adaptif terhadap&amp;nbsp; perkembangan teknologi digital. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan media aksara Jawa digital dalam proses pembelajaran. Fokus penelitian adalah mendeskripsikan penggunaan media aksara Jawa digital.&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan penggunaan media aksara Jawa digital dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode&amp;nbsp; kajian Pustaka (literatur review), bersumber dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian dan artikel konferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aksara Jawa digital pada android, laptop, platform, Canva, e-learning berbasis web secara signivikan dapat menumbuhkan minat, motivasi dan ketertarikan siswa terhadap aksara Jawa. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan media aksara Jawa digital dalam pembelajaran efektif menumbuhkan minat menulis aksara Jawa siswa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.6593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 66-81</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 66-81</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6593/3519</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Ismiati, Darni, Resdianto Permata Raharjo, Anas Ahmadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6937</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:02:15Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Moral Teachings in Serat Nitisruti and Their Correspondence with the Qur’anic Surahs</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Ajaran Moral Serat Nitisruti dan Keselarasannya Dengan Surah Al-Qur'an</dc:title>
	<dc:creator>Puspita, Intan</dc:creator>
	<dc:creator>Aris Aryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Erlangga Ananta Riesa Wijaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Serat Nitisruti</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hermeneutics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> morality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">symbols</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Javanese culture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study is a qualitative research employing content analysis through Paul Ricoeur’s hermeneutic theory. The main issue examined is the symbolic meaning of moral values in the Serat Nitisruti verses and their relevance to the Qur’an. The researcher limits the discussion to five moral values: compassion, justice, humility, trustworthiness, and sincerity. The text of Nitisruti contains symbolic meanings that can be explored both narratively and ethically, following Ricoeur’s stages of interpretation from literal understanding to philosophical reflection. The findings reveal that Serat Nitisruti not only reflects Javanese cultural morality but also conveys universal values that are in harmony with Islamic teachings. This study reinforces the view that local literary works can serve as a space for cross-cultural and interreligious dialogue, as well as a medium for transmitting inclusive humanistic values.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini membahas keselarasan nilai-nilai moral dalam Serat Nitisruti dan Al-Qur’an dengan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Fokus kajian ini adalah menafsirkan simbol-simbol moral dalam pupuh-pupuh Serat Nitisruti dan mengidentifikasi relevansinya dengan ajaran etis dalam surah-surah Al-Qur’an. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis isi, ditemukan bahwa nilai-nilai seperti welas asih, keadilan, rendah hati, amanah, dan ikhlas dalam teks Jawa klasik tersebut memiliki makna simbolik yang dapat digali secara naratif dan etis, sesuai dengan tahapan interpretasi Ricoeur, dari pemahaman literal ke refleksi filosofis. Penelitian ini menunjukkan bahwa Serat Nitisruti tidak hanya mencerminkan moralitas kultural Jawa, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai universal yang selaras dengan ajaran Islam. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa karya sastra lokal dapat menjadi ruang dialog lintas budaya dan agama, serta menjadi medium pewarisan nilai kemanusiaan yang inklusif.
Kata kunci: Serat Nitisruti, hermeneutika, moral, simbol, budaya Jawa&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6937</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i2.6937</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 2 (2025): Oktober 2025; 102-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025; 102-116</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6937/3598</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Intan Puspita, Aris Aryanto, Erlangga Ananta Riesa Wijaya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6963</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:02:15Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Discourse of Spirituality in Serat Kalatidha by Raden Ngabehi Ranggawarsita: A Critical Discourse Analysis Based on Norman Fairclough’s Theory</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Diskursus Spiritualitas dalam Serat Kalatidha Karya Raden Ngabehi Ranggawarsita: Analisis Wacana Kritik Norman Fairclough</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Fifi</dc:creator>
	<dc:creator>Aris Aryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Aisyah Ilham Nurbasith</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Javanese Literature</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Discourse</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Spirituality</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study explores the discourse of spirituality in Serat Kalatidha by Raden Ngabehi Ranggawarsita through the lens of Norman Fairclough’s critical discourse analysis. The analysis focuses on the pupuh sinom, which reflects the poet’s spiritual response to moral decay in the zaman edan (age of madness). Using a descriptive qualitative method and literature study technique, the research reveals that Ranggawarsita responds to a corrupted social condition by choosing a spiritual path—distancing himself from worldliness and surrendering fully to God. The spiritual values constructed in the text encompass budidaya (inner and outer effort), eling (self-awareness), waspada (moral vigilance), and ndedonga (devotion through prayer). These four pillars serve as spiritual guidance—an “antidote” for navigating an era filled with uncertainty. Through the discourse analysis framework, Serat Kalatidha is revealed as a depiction of Ranggawarsita’s spiritual journey, born from his inner anxiety over a chaotic and unjust world.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membahas diskursus spiritualitas dalam Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Teori diskursus Norman Fairclough diterapkan dalam penelitian ini. Fokus analisis terletak pada pupuh sinom, yang merefleksikan respons spiritual penyair terhadap kekacauan moral di zaman edan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Raden Ngabehi Ranggawarsita merespons situasi sosial yang rusak dengan memilih jalan spiritual yaitu menjauh dari keduniawian dan berserah kepada Tuhan. Nilai-nilai spiritual yang dikonstruksi dalam teks meliputi budidaya (usaha lahir dan batin), eling (kesadaran diri), waspada (kewaspadaan moral), dan berdoa (penyandaran sepenuhnya kepada Tuhan). Keempat pilar tersebut menjadi pedoman batin yang relevan sebagai “obat” spiritual sebagai cara untuk menghadapi zaman yang sarat ketidakpastian. Melalui teori diskursus, dapat diungkap bahwa Serat Kalatidha merupakan gambaran proses spiritual yang berangkat dari keresahan batin Raden Ngabehi Ranggawarsita terhadap kondisi dunia yang kacau dan penuh&amp;nbsp;ketidakadilan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6963</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i2.6963</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 2 (2025): Oktober 2025; 117-128</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025; 117-128</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/6963/3599</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Fifi Amalia, Aris Aryanto, Aisyah Ilham Nurbasith</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7012</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:02:15Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Symbols of Human Life Journey in the Poetry Collection Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa: A Symbols of the Human Life Journey in the Poetry Collection Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A Symbols of the Human Life Journey in the Poetry Collection Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa: A Symbols of the Human Life Journey in the Poetry Collection Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa</dc:title>
	<dc:creator>Nur Fajriah, Utik Aulia</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Yusro Edy</dc:creator>
	<dc:creator>RM. Teguh Supriyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mythology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Denotative</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konotative</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Myths</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Iman Budi Santosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study examines the symbols and meanings of Javanese traditional mythology in the poetry anthology Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa. This poetry anthology contains the journey of human life from the first step on earth to the end of life. The purpose of this study is to reveal Javanese traditional mythology in the form of symbols and meanings found in the poetry collection Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa. Therefore, this article discusses the forms of 1) denotative symbols and meanings, 2) connotative symbols and meanings, and 3) mythical symbols and meanings in the poetry collection Sesanti Tedhak Siti. The research method used an objective approach. The theory used was Roland Barthes' semiotics. The data consisted of expressions that were suspected to be Javanese mythological symbols. The data source is the poetry anthology Sesanti Tedhak Siti by Iman Budi Santosa. The data was obtained through heuristic and hermeneutic reading. Based on the analysis results, denotation, connotation, and myth were found. These findings symbolize the phases of human life, starting from stepping on the ground, adulthood, family life, old age, and death.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini mengkaji simbol dan makna mitologi tradisi Jawa yang ada pada antologi puisi Sesanti Tedhak Siti karya Iman Budi Santosa. Antologi puisi ini berisi perjalanan hidup manusia mulai dari menginjakkan kaki pertama kali di tanah sampai menuju ke akhir hayat. Tujuan dari penelitian yaitu mengungkapkan mitologi tradisi Jawa berupa simbol dan makna yang terdapat pada kumpulan puisi Sesanti Tedhak Siti karya Iman Budi Santosa. Oleh karena itu, artikel ini membahas bagaima bentuk 1) simbol dan makna denotasi, 2) simbol dan makna konotasi, 3) simbol dan makna mitos pada antolotolgi puisi Sesanti Tedhak Siti. Metode penelitian menggunakan pendekatan objektif. Teori yang digunakan semiotika Roland Barthes.Data berupa ungkapan yang diduga merupakan simbol mitologis Jawa. Sumber data adalah antologi puisi Sesanti Tedhak Siti karya Iman Budi Santosa. Data didapatkan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan adanya denotasi, konotasi, dan mitos. Bentuk dari temuan tersebut menyimbolkan fase kehidupan manusia dimulai dari menginjakkan kaki ke tanah, masa dewasa, masa berkeluarga, masa tua, dan kematian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7012</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i2.7012</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 2 (2025): Oktober 2025; 92-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025; 92-101</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7012/3578</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Utik Aulia Nur Fajriah, Yusro Edy Nugroho, RM. Teguh Supriyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7130</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:02:15Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Spiritualitas Orang Jawa Dalam Syair Risalah Tamba Ngantuk Karya Kh. Mohammad Zuhri: Javanese Spirituality in the Poem Risalah Tamba Ngantuk by KH. Mohammad Zuhri</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A Javanese Spirituality in the Poem Risalah Tamba Ngantuk by KH. Mohammad Zuhri: Javanese Spirituality in the Poem Risalah Tamba Ngantuk by KH. Mohammad Zuhri</dc:title>
	<dc:creator>Masbakah, Hana Mufti Auliya</dc:creator>
	<dc:creator>Yusro Edy Nugroho</dc:creator>
	<dc:creator>Rahma Ari Widihastuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tamba Ngantuk Poem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Javanese Spirituality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KH. Mohammad Zuhri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hermeneutics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cultural Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article examines the spirituality of the Javanese people as reflected in Syair Risalah Tamba Ngantuk, a work by KH. Mohammad Zuhri that conveys strong moral and religious messages. The syair represents Javanese Islamic teachings through self-awareness, repentance, and a personal relationship with God. This study aims to reveal the forms, expressions, and meanings of spirituality in the syair using Puspoprojo’s hermeneutical approach, which consists of three principles: grammatical (nalar rasa), historical (pangerten kontekstual), and philosophical (laku tafsir). Using a qualitative method with thematic content analysis, the study finds that spirituality in the syair is expressed through teachings on the awareness of death, the importance of repentance, ethics in seeking knowledge, cosmological views of the soul, and prayer as a spiritual act. The hermeneutic interpretation shows that KH. Mohammad Zuhri not only delivers normative Islamic teachings but also expresses spiritual values in a gentle, poetic, and contextual language. Thus, Syair Risalah Tamba Ngantuk embodies a creative dialogue between Islam and Javanese culture, remaining relevant to contemporary religious life.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini mengkaji spiritualitas orang Jawa sebagaimana tercermin dalam Risalah Tamba Ngantuk, sebuah naskah karya KH. Mohammad Zuhri yang sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai keagamaan. Spiritualitas orang Jawa dikenal bersifat simbolik, intuitif, dan berpadu antara ajaran Islam dengan nilai-nilai budaya lokal. Dengan metode kualitatif dan teknik analisis isi tematik, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk, ekspresi, dan makna spiritualitas dalam naskah tersebut, serta menafsirkannya menggunakan pendekatan Hermeneutika. Pun bertujuan untuk mengetahui bagaimana spiritualitas Jawa diartikulasikan dalam teks melalui tema kesadaran akan kematian, pencarian ilmu pengetahuan, dan Taubat (pertobatan) pribadi. &amp;nbsp;Hasil analisis ini menunjukkan bahwa KH. Mohammad Zuhri&amp;nbsp; tidak hanya menyampaikan ajaran agama secara normatif, tetapi juga menyerap dan menyampaikan pesan-pesan spiritual dalam bentuk bahasa yang lembut, puitis, dan komunikatif. Penelitian ini mengungkap interaksi antara ajaran Islam dan praktik budaya lokal, mengungkap hakikat spiritualitas yang mendalam sebagai kekuatan yang dinamis dan transformatif dalam kehidupan Jawa. Temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya pembelajaran berkelanjutan dan integritas moral yang mendefinisikan perjalanan spiritual orang Jawa, mendorong para pembaca untuk menganut pandangan holistik tentang kehidupan, kematian, dan hubungan ilahi. Naskah ini membuktikan bahwa spiritualitas Jawa merupakan hasil dialog kreatif antara Islam dan budaya lokal, yang tetap relevan untuk dipahami dalam konteks keislaman dan kebudayaan kontemporer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7130</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i2.7130</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 2 (2025): Oktober 2025; 129-134</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025; 129-134</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7130/3600</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Hana Mufti Auliya Masbakah, Yusro Edy Nugroho, Rahma Ari Widihastuti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7136</identifier>
				<datestamp>2025-09-12T09:11:57Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A Focalization of Three Selected Short Stories from Noor. HD's Collection of Short Stories Taman Tanpa Aturan: A Narratological Study by Gerard Genette: Kajian Naratologi Gerard Genette</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Fokalisasi Tiga Cerpen Pilihan dalam Kumpulan Cerpen Taman Tanpa Aturan Karya Noor. HD : Kajian Naratologi Gerard Genette</dc:title>
	<dc:creator>Aryulita, Erlin</dc:creator>
	<dc:creator>Novi Siti Kussuji Indrastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Venny Indria Ekowati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Narrative</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Genette</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Focalization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Taman Tanpa Aturan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">A collection of short stories entitled Taman Tanpa Aturan by Noor H. Dee presents childern's imagination from the knowledge and symbols they encounter. The world of children filled with curiosity in Taman Tanpa Aturan is provided through high level of fantasy genre story. Three most interesting of twenty-four story titles in Taman Tanpa Aturan short story collection have been selected: 1) Rambut Jeruk Alma, 2) Gelembung Sabun, dan 3) Taman Tanpa Aturan. The three selected short stories raise questions about the influence of focalization (the narator's voice) on the delivery of the message. Using the narratology research by Gerard Genette, this research reveals the narrative technique used by Noor H. Dee in delivering messages to children through his work. The research data source from selected short stories in the short story collection Taman Tanpa Aturan. Using a qualitative descriptive method, the data in the from of words, phrases, and sentence in this study were analyzed using Gerard Genette's narrative technique consisting of duration, mood, and voice. The result of the data analysis in this study show that the message contained in the three short stories between the messages received by child readers and adult readers can have differences. The difference in message reception known through the narrative level which is in extradiegetic-heterodiegetic with zero focalization in the short story entiteld Rambut Jeruk Alma and Gelembung Sabun, and selective heterodiegetic in Taman Tanpa Aturan because the focalization is composed of a combination of zero and internal focalization.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menjadi anak adalah tahap yang paling membahagiakan dari seluruh rangkaian peristiwa daur hidup manusia. Dunia pada masa kanak-kanan adalah dunia yang terindah dan keindahan berubah seiring bertambahnya usia. Seperti dalam kumpulan cerpen berjudul Taman Tanpa Aturan karya Noor H. Dee, menyajikan imajinasi anak-anak dari pengetahuan dan simbol-simbol yang ditemuinya. Mitos-mitos, berbagai aturan sosial, harapan orang tua terhadap anak, simbol-simbol yang ditemukan dalam bahasa dapat memengaruhi kreativitas anak dalam menciptakan imajinasinya. Berbagai pertanyaan dan rasa keingin tahuan anak dalam buku cerita anak Taman Tanpa Aturan disajikan dengan cerita bergenre fantasi tinggi.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari dua puluh empat judul dalam buku kumupulan cerpen Taman Tanpa Aturan dipilih tiga judul yang menarik, yakni 1) Rambut Jeruk Alma, 2) Gelembung Sabun, dan 3) Taman Tanpa Aturan. Dengan meminjam kajian naratologi yang dikemukakan Gerard Genette penelitian ini mengungkapkan teknik narasi yang digunakan oleh Noor H.Dee dalam menyampaikan pesan-pesan untuk anak-anak melalui karyanya. Dengan metode deskriptif kualitatif data dalam penelitian ini dianalisis melalui teknik naratif Gerard Genette yang terdiri dari duration, mood, dan voice. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan fantasi-fantasi yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam cerita ada di level extradiegetic-heterodiegetic dengan fokalisasi nol pada cerpen berjudul Rambut Jeruk Alma dan Gelembung Sabun. Sedangakan dalam cerpen berjudul Taman Tanpa Aturan level narasi teridentifikasi berada pada tingkat heterodiegetic selektif karena fokalisasi tersusun dri perpaduan fokalisasi nol dan fokalisasi internal.&amp;nbsp;
Kata kunci: Naratif, Genette, Fokalisasi, Taman Tanpa Aturan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i1.7136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 1 (2025): April 2025; 82-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025; 82-91</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7136/3529</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Erlin Aryulita, Novi Siti Kussuji Indrastuti, Venny Indria Ekowati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7166</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:02:15Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Value of Tawhid in Serat Ambiya as a Reinforcement of Islamic Education Based on Local Wisdom</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Nilai Tauhid dalam Serat Ambiya untuk Menguatkan Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal</dc:title>
	<dc:creator>Eko Gunawan</dc:creator>
	<dc:creator>Hesti Mulyani</dc:creator>
	<dc:creator>Venny Indria Ekowati</dc:creator>
	<dc:creator>Ghis Nggar Dwiadmojo</dc:creator>
	<dc:creator>Yusi Nurcahya Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islamic Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Tawhid Values</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Serat Ambiya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Local Wisdom</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tawhid education, part of Islamic education, has an important position in Javanese society, especially for Muslims. Tawhid education can be obtained in various ways from various sources, one of which is from Serat Ambiya, which is part of Javanese local wisdom. The purpose of this study is to describe and explain the values of tawhid contained in Serat Ambiya. This research uses a qualitative descriptive method with a philological approach. Data in the form of words, phrases, clauses, or sentences in the text are taken by applying the purposive sampling technique. Data collection used reading and note-taking techniques. Based on data analysis of Serat Ambiya, the values of tauhid education contained therein can be summarized as follows: the acknowledgment of Allah as the Lord of the Universe and Allah as the Creator and Provider (tauhid rububiyah); the rejection of worshiping anything other than Allah, the declaration of tauhid, the prohibition of shirk, and the recitation of the tauhid phrase (tauhid uluhiyah); as well as the establishment of Allah's eternal nature, the call to invoke Allah's name, and the glorification of Allah (tauhid asma wa sifat). Strengthening the value of tawhid through local wisdom is one of the options as part of efforts to strengthen the values of Islamic Education in Javanese society.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendidikan tauhid, bagian dari pendidikan Islam, memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya bagi umat Islam. Pendidikan tauhid ini dapat diperoleh melalui berbagai cara dari berbagai sumber, salah satunya dari Serat Ambiya yang merupakan bagian dari kearifan lokal Jawa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai tauhid yang terkandung dalam Serat Ambiya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan filologi. Data berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat pada teks diambil dengan menerapkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik membaca dan mencatat. Berdasar analisis data pada Serat Ambiya dapat disarikan nilai Pendidikan tauhid yang terkandung antara lain pengakukan Allah sebagai Tuhan Pemilik Alam Semesta dan Allah sebagai Dzat Maha Pencipta dan Pemberi Rezeki (Tauhid rububiyah); penafian sesembahan selain Allah, pernyataan tauhid, larangan berbuat syirik, serta mengucapkan kalimat tauhid (tauhid uluhiyah); serta penetapan sifat kekal Allah, ajakan menyeru nama Allah, serta memuliakan (Allah tauhid asma wa sifat). Penguatan nilai tauhid melalui kearifan lokal menjadi salah satu pilihan sebagai bagian dari upaya menguatkan nilai-nilai Pendidikan Islam pada masyarakat Jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v7i2.7166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 7 No 2 (2025): Oktober 2025; 135-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025; 135-144</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7166/3689</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Eko Gunawan, Hesti Mulyani, Venny Indria Ekowati, Ghis Nggar Dwiadmojo, Yusi Nurcahya Dewi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7214</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">A Content Analysis of Undu-unduon as a Cultural Reflection of Saluan Ethnic Group</dc:title>
	<dc:creator>Lombua, Peni</dc:creator>
	<dc:creator>Monggiapon, Sri Julikasari</dc:creator>
	<dc:creator>Lumantow, Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Nadya Septiani</dc:creator>
	<dc:creator>Mbau, Anitha Thalib</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Content Analysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Cultural Reflection</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Folklore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Saluan Ethnic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Undu-unduon</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study explores Undu-unduon, the oral folktales of the Saluan people in Central Sulawesi, as a medium of cultural preservation and identity formation. Despite the pressures of globalization and technological change, these narratives remain vital in transmitting values across generations. The research aims to identify the moral, social, and cultural wisdom contained in the stories and to explain their role in reflecting Saluan identity. Using Krippendorff’s content analysis, nine folktales were examined through interviews with cultural bearers, published collections, and digital recordings. Each narrative was coded into categories of moral values, social relations, cultural beliefs, and identity markers. The findings reveal that the tales embed lessons of honesty, responsibility, discipline, and respect for elders, while also warning against greed, betrayal, and disobedience. Stories such as Burung Popongku, Danau Dowiwi, and Banangsina highlight discipline, kinship, and resilience as core elements of Saluan worldview. At the same time, they critique negative behaviors that disrupt social harmony. The study concludes that Undu-unduon functions not only as entertainment but also as moral instruction and cultural preservation, offering insights into how oral traditions can be used to strengthen character education and sustain ethnic identity in modern contexts.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini mengeksplorasi Undu-unduon, cerita rakyat lisan masyarakat Salua di Sulawesi Tengah, sebagai media pelestarian budaya dan pembentukan identitas. Terlepas dari tekanan globalisasi dan perubahan teknologi, narasi ini tetap penting dalam mentransmisikan nilai-nilai lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan moral, sosial, dan budaya yang terkandung dalam cerita dan untuk menjelaskan perannya dalam mencerminkan identitas Saluan. Dengan menggunakan analisis konten Krippendorff, sembilan cerita rakyat diperiksa melalui wawancara dengan pembawa budaya, koleksi yang diterbitkan, dan rekaman digital. Setiap cerita dikodekan ke dalam kategori nilai moral, hubungan sosial, keyakinan budaya, dan penanda identitas. Temuan ini mengungkapkan bahwa kisah-kisah tersebut menanamkan pelajaran tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan rasa hormat terhadap orang tua, sementara juga memperingatkan terhadap keserakahan, pengkhianatan, dan ketidaktaatan. Cerita seperti Burung Popongku, Danau Dowiwi, dan Banangsina menyoroti disiplin, kekerabatan, dan ketahanan sebagai elemen inti dari pandangan suku Saluan. Pada saat yang sama, mereka mengkritik perilaku negatif yang mengganggu harmoni sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa Undu-unduon berfungsi tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai instruksi moral dan pelestarian budaya, menawarkan wawasan tentang bagaimana tradisi lisan dapat digunakan untuk memperkuat pendidikan karakter dan mempertahankan identitas etnis dalam konteks modern.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.7214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 1-15</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 1-15</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7214/3839</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Peni Lombua, Sri Julikasari Monggiapon, Maria Lumantow, Nadya Septiani Rahman, Anitha Thalib Mbau</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7549</identifier>
				<datestamp>2026-04-27T06:37:08Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Wedding Ritual Mompi’ohupi: Semiotics Approach</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Wedding Ritual Mompi’ohupi: Semiotics Approach</dc:title>
	<dc:creator>Marshanda Anggraeni</dc:creator>
	<dc:creator>Sintia</dc:creator>
	<dc:creator>Novi Dwi Kencana Hipan</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmi, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlaela</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mompi’ohupi ritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Saluan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Semiotics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Culture</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pierce</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study examines Mompi’ohupi wedding ritual practiced by Saluan community in Batui, Banggai Regency, Central Sulawesi. Its tradition is deeply embedded in semiotic meanings and meticulously preserved to this day. The documentation scarcity and inadequate comprehension of the cultural symbols embodied in the ritual raise concerns about the potential erosion of cultural identity in the face of modernization. In this study, it aims to identify and analyze semiotic meanings of the signs within  the ritual by applying Peirce’s theoretical framework. A qualitative research design was employed, with data  collected through in-depth interviews and documentation involving traditional leaders and community members. The findings reveal that each element of the ritual including tampok leaves, puring flowers, popoloti leaves, pupur, suhangbalu grass, white rice, lamps, an umbrella, and doda leaves carries symbolic values representing purity, protection, harmony, prosperity, and spiritual enlightenment. This study contributes to preservation of local cultural heritage, enriches scholarly discourse in anthropology and semiotics, and put more sustainable efforts into protecting traditional practices amid the dynamics of globalization.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">This study examines Mompi’ohupi wedding ritual practiced by Saluan community in Batui, Banggai Regency, Central Sulawesi. Its tradition is deeply embedded in semiotic meanings and meticulously preserved to this day. The documentation scarcity and inadequate comprehension of the cultural symbols embodied in the ritual raise concerns about the potential erosion of cultural identity in the face of modernization. In this study, it aims to identify and analyze semiotic meanings of the signs within  the ritual by applying Peirce’s theoretical framework. A qualitative research design was employed, with data  collected through in-depth interviews and documentation involving traditional leaders and community members. The findings reveal that each element of the ritual including tampok leaves, puring flowers, popoloti leaves, pupur, suhangbalu grass, white rice, lamps, an umbrella, and doda leaves carries symbolic values representing purity, protection, harmony, prosperity, and spiritual enlightenment. This study contributes to preservation of local cultural heritage, enriches scholarly discourse in anthropology and semiotics, and put more sustainable efforts into protecting traditional practices amid the dynamics of globalization.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7549</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.7549</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 51-57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 51-57</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7549/3871</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Marshanda Anggraeni, Sintia, Novi Dwi Kencana Hipan, Siti Rachmi, Nurlaela</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7554</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Axiology And Practice: Internalization Of Character Values Through Getting Students Used To Use Krama Alus Language: PEMBIASAAN BAHASA KRAMA ALUS PADA MURID</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">AKSIOLOGI DAN PRAKTIK:  INTERNALISASI NILAI KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN BERBAHASA KRAMA ALUS PADA MURID: PEMBIASAAN BAHASA KRAMA ALUS PADA MURID</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Sulistyorini</dc:creator>
	<dc:creator>Anas Ahmadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">internalization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">values</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">krama alus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">habituation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">role model</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The educational process is not merely the implementation of learning for the transfer of knowledge but also the instilling of character values in students. Likewise, in Javanese language learning, the implementation also includes the instilling of Javanese cultural character values. One of these is in the material on speaking in krama alus language. In krama alus there are values of politeness, humility, respect for others, and also self-respect. The existing problem is that krama alus language is increasingly abandoned by the younger generation, including students in schools. This study discusses the axiological aspects of the philosophy of science in krama alus language, which includes the benefits of applying krama alus language for internalizing values to students in schools, as well as an elaboration of the application of value-based learning theory. The study employed library research. The results indicate that, in general, the younger generation, particularly students, are abandoning the traditional krama alus (higher) language and shifting to Indonesian or ngoko (lower-regular) because they are perceived as easier and more practical. Consequently, the values inherent in this language are slowly disappearing. To address this, efforts are needed to maintain the existence of this language, which indirectly maintains the character values inherent in students. This can be done by familiarizing students with the use of krama alus at school and providing role models for students in this language from teachers.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak
Proses pendidikan tidak hanya sekedar pelaksanaan pembelajaran untuk&amp;nbsp; transfer ilmu pengetahuan namun juga penanaman nilai-nilai karakter kepada murid. Demikian juga pada pembelajaran bahasa Jawa, didalam pelaksanaannya juga terjadi penanaman nilai karakter budaya Jawa. Salah satunya pada materi berbicara dalam bahasa krama alus. Pada krama alus terdapat nilai-nilai kesopanan, rendah hati, menghormati orang lain, dan juga menghargai diri sendiri. Permasalahan yang ada bahasa krama alus semakin ditinggalkan para generasi muda, termasuk para murid di sekolah. Penelitian ini membahas aspek aksiologi dari filsafat ilmu pada bahasa krama alus, yang mencakup manfaat penerapan bahasa krama alus untuk internalisasi nilai kepada murid di sekolah, serta penjabaran pengaplikasian teori pembelajaran berbasis nilai (Value-Based Learning). Penetian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil peneltian menunjukkan bahwa secara umum generasi muda utamanya para murid di sekolah mulai meninggalkan basa krama alus, dan beralih ke bahasa Indonesia atau bahasa ngoko karena dirasa lebih mudah dan praktis, sehingga nilai-nilai yang ada pada bahasa krama alus perlahan juga ikut menghilang. Mengatasi hal tersebut perlu dilakukan usaha untuk terus menjaga eksistensi bahasa krama alus&amp;nbsp; yang secara tidak langsung juga menjaga nilai karakter tetap ada pada diri murid. Hal yang dapat dilakukan adalah membiasakan murid berbahasa krama alus di sekolah dan memberikan keteladanan berbahasa krama alus dari guru kepada siswa.
Kata Kunci: internalisasi, nilai, krama alus, pembiasaan, keteladanan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.7554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 40-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 40-50</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7554/3859</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Sulistyorini Wibowo, Anas Ahmadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7784</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Digitalization of Javanese Literature: Implementing Blog Media to Improve Cerkak Writing Skill</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Digitalisasi Sastra Jawa Digitalisasi Sastra Jawa: Implementasi Media Blog untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerkak </dc:title>
	<dc:creator>Dyah Kurniawati, Dyah Kurniawati</dc:creator>
	<dc:creator>Darni</dc:creator>
	<dc:creator>Andriyanto, Octo Dendy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Blog Media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Cerkak Writing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Javanese Literature</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Digital Literacy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study aims to describe the improvement of students’ cerkak (Javanese short story) writing skills and digital literacy through the use of blogs in madrasah enviroment. The research is motivated by low interest in Javanese literature and creative obstacles found in conventional methods. Initial data from 18 students at MTsN Kota Madiun showed sub-optimal results, with only 2 students achieving the &quot;excellent&quot; category, while the majority fell into the &quot;good&quot; (10 students) and &quot;fair&quot; (6 students) categories. A mixed-methods approach was used, combining interviews with writing performance tests on blogs. The results showed a significant transformation; after guidance, 10 students reached the &quot;excellent&quot; category, 7 students were &quot;good,&quot; and only 1 student remained &quot;fair.&quot; This study concludes that blog media effectively stimulates creativity and substantially improves students' cerkak writing skills compared to conventional methods.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan media blog dalam meningkatkan kemampuan menulis cerkak&amp;nbsp;dan literasi digital siswa di madrasah. Latar belakangnya adalah rendahnya minat menulis sastra Jawa dan kendala ide kreatif pada metode konvensional. Data awal terhadap 18 siswa MTsN Kota Madiun menunjukkan capaian belum optimal, dengan hanya 2 siswa berpredikat sangat baik, sementara mayoritas berada pada kategori baik (10 orang) dan cukup (6 orang).&amp;nbsp;Metode campuran (mixed methods) digunakan dengan mengombinasikan hasil wawancara dan tes unjuk kerja menulis di blog. Hasil penelitian menunjukkan transformasi signifikan; setelah bimbingan, 10 siswa meraih predikat sangat baik, 7 siswa kategori baik, dan 1 siswa kategori cukup. Penelitian menyimpulkan bahwa media blog efektif sebagai stimulan kreativitas yang mampu meningkatkan kemampuan menulis cerkak&amp;nbsp;siswa secara substansial dibandingkan metode konvensional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7784</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.7784</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 16-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 16-25</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7784/3847</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Dyah Kurniawati, Darni, Octo Dendy Andriyanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7966</identifier>
				<datestamp>2026-04-30T12:13:48Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effects of Gadget Use On Javanese Language Development in Early Childhood</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efek Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa Jawa Anak Usia Dini</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Sigit Wibowo</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar Setiawan</dc:creator>
	<dc:creator>Nurnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>R. Adi Deswijaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Early Childhood</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Javanese language</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Impact of gadgets</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The era of digital disruption presents complex challenges for the acquisition of mother tongue in early childhood (golden age), especially Javanese which has an upload-ungguh system. This study aims to describe the implications of gadget use on the influence of Javanese language development in children aged three to six (3-6) years in Karangayar Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively to map children's speech and behavior patterns. The results show that high intensity of gadget use without supervision causes degradation of pragmatic abilities, which manifests in passive verbal responses, linguistic interference (code mixing), and imitation of aggressive diction from online content and games. However, positively, gadgets can potentially become instruments of cultural preservation if used to access educational content that enriches children's Krama Javanese lexicon. The conclusion of this study confirms that the role of parental mediation (digital parenting) is a determinant variable in maintaining the balance between digital literacy and ethics.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak
Penggunaan gadget dapat mempengaruhi perkembangan Bahasa Jawa pada anak. Pengaruh penggunaan gadget dapat memberikan efek positif dan negatif pada perkembanhan Bahasa Jawa pada anak. untuk mendeskripsikan efek penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa pada anak usia empat sampai enam (4-6) tahun. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu tuturan anak dalam Bahasa Jawa, frekuensi penggunaan Bahasa Jawa, perubahan respon verbal anak dan durasi penggunaan gadget. Sumber data dalam penelitian ini yaitu narasumber anak usia empat sampai enam (4-6) tahun, orang tua/wali anak, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dokumentasi pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber dan Triangulasi Teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. serta juga berdampak positif terhadap perkembangan Bahasa Jawa pada anak-anak antara lain dapat mencoba berbicara menggunakan bahasa Jawa terhadap orang tua.
Kata kunci : anak usia dini, efek, gadget, perkembangan bahasa jawa
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Abstrak
Penggunaan gadget dapat mempengaruhi perkembangan Bahasa Jawa pada anak. Pengaruh penggunaan gadget dapat memberikan efek positif dan negatif pada perkembanhan Bahasa Jawa pada anak. untuk mendeskripsikan efek penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa pada anak usia empat sampai enam (4-6) tahun. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu tuturan anak dalam Bahasa Jawa, frekuensi penggunaan Bahasa Jawa, perubahan respon verbal anak dan durasi penggunaan gadget. Sumber data dalam penelitian ini yaitu narasumber anak usia empat sampai enam (4-6) tahun, orang tua/wali anak, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dokumentasi pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber dan Triangulasi Teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. serta juga berdampak positif terhadap perkembangan Bahasa Jawa pada anak-anak antara lain dapat mencoba berbicara menggunakan bahasa Jawa terhadap orang tua.
Kata kunci : anak usia dini, efek, gadget, perkembangan bahasa jawa
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7966</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.7966</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 58-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 58-68</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/7966/3875</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Muhammad Ridwan, Sigit Wibowo, Akbar Setiawan, Nurnaningsih, R. Adi Deswijaya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8009</identifier>
				<datestamp>2026-04-19T04:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sign System in Gowokan Tradition in Babagan Village, Lasem: Saussure Semiotics Perspective</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Tanda dalam Tradisi Gowokan di Desa Babagan, Lasem: Perspektif Semiotika Saussure</dc:title>
	<dc:creator>Aprilia Filiauma</dc:creator>
	<dc:creator>Ermi Dyah Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator>Prembayun Miji Lestari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gowokan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Semiotics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Sign System</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Meaning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Babagan Village</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia has a diversity of tribes, races, religions, and cultures that are reflected in local traditions that are passed down from generation to generation, such as the gowokan tradition in Babagan Village, Lasem District, Rembang Regency. Babagan Village which is located in the Lasem cultural area is known as part of the historical area in Lasem, Rembang Regency, Central Java, which has a wealth of traditions and cultural acculturation. Tradition is not only understood as a habitual practice that is passed down from generation to generation, but also as a symbol system that represents the values, beliefs, and outlook on life of the supporting community. This research aims to describe the practice of the gowokan tradition and analyze the sign system contained in it. The Grand theory used is Ferdinand de Saussure's structural semiotics regarding the relationship between the signifier and signified, with a theory supporting the post-structuralist perspective that states that one marker can produce a compound marker. This research uses a qualitative descriptive method with an interpretative approach. Research data in the form of informant speech, procession series, presentation symbols, and visual documentation. The data source was obtained from the village head, Mudin, traditional practitioners, and local elders through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is carried out through data reduction, categorization, data presentation, and interpretation of meaning using syntagmatic and paradigmatic relations. The research results show that every element in the gowokan procession such as sega liwet, sayur kunci bayem, kunir rice, and dhuwit klithik is a signifier that has a signified value in the form of gratitude, hope, prosperity, and social harmony. The procession of throwing udhik-udhikan becomes a symbol of sharing sustenance and strengthening communal solidarity. This finding confirms that the gowokan tradition not only functions as a thanksgiving ritual, but also as a system of cultural signs that contains symbolic meanings that can be interpreted in layers by the community. Thus, the gowokan tradition can be understood as a cultural text that represents the Babagan people's view of life about the balance between humans, God, and their social community.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Indonesia memiliki keragaman suku, ras, agama, dan budaya yang tercermin dalam tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun, seperti tradisi gowokan di Desa Babagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Desa Babagan yang berada di kawasan budaya Lasem dikenal sebagai bagian dari wilayah historis di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang memiliki kekayaan tradisi dan akulturasi budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik tradisi gowokan serta menganalisis sistem tanda yang terkandung di dalamnya Grand theory yang digunakan adalah semiotika struktural Ferdinand de Saussure mengenai relasi penanda (signifier) dan petanda (signified), dengan teori pendukung perspektif post-strukturalis yang menyatakan bahwa satu penanda dapat menghasilkan petanda yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Data penelitian berupa tuturan informan, rangkaian prosesi, simbol sajian, dan dokumentasi visual. Sumber data diperoleh dari kepala desa, Mudin, pelaku tradisi, dan sesepuh setempat melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, penyajian data, serta interpretasi makna menggunakan relasi sintagmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur dalam prosesi gowokan seperti sega liwet, sayur kunci bayem, beras kunir, dan dhuwit klithik merupakan penanda (signifier) yang memiliki petanda (signified) berupa nilai syukur, harapan, kemakmuran, dan harmoni sosial. Prosesi lempar udhik-udhikan menjadi simbol berbagi rezeki dan penguatan solidaritas komunal. Tradisi gowokan bukan sekadar ritual seremonial, melainkan teks budaya yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Babagan. Melalui analisis semiotik, terungkap bahwa tradisi ini berfungsi sebagai media komunikasi simbolik dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Desa Babagan di tengah perubahan zaman.
Kata kunci: Gowokan, Semiotika, Sistem tanda, Makna, Desa Babagan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/8009</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.8009</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 26-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 26-39</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/8009/3846</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Aprilia Filiauma, Ermi Dyah Kurnia, Prembayun Miji Lestari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8016</identifier>
				<datestamp>2026-05-02T03:14:42Z</datestamp>
				<setSpec>kawruh:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Textual Analysis of the Baode Oral Tradition of Banggai Community in South Buko: An Anthropolinguistic Study</dc:title>
	<dc:creator>Rahmi Ningsi Yadalia</dc:creator>
	<dc:creator>Indah Apriani Tayudi</dc:creator>
	<dc:creator>Epa, Srilidiawati</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlaela</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Baode oral tradition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">textual analysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anthropolinguistics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Banggai community</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This study analyzes the Baode oral tradition of the Banggai community in Lumbi-lumbia Village, South Buko District, Central Sulawesi, through the perspectives of anthropolinguistics macrostructure, superstructure, and microstructure. Employing a descriptive qualitative method with interviews, observations, and recordings as data collection techniques, the research draws on anthropolinguistics as the theoretical framework. The findings show that at the macrostructure level, the Baode text highlights themes of respect for ancestors, the preservation of customs, and the transmission of moral values across generations. The superstructure is organized into a coherent sequence of opening, body, and closing, designed to facilitate audience comprehension and to emphasize the moral messages of the performance. At the microstructure level, lexical and connotative analyses reveal the use of local vocabulary, metaphors, and repetition as expressions of politeness, cultural identity, and resistance to modernization. Overall, the study demonstrates that Baode is more than a form of entertainment: it represents the local wisdom of the Banggai people, functioning as a medium of cultural preservation, identity reinforcement, and social solidarity that requires revitalization in the face of globalization and declining intergenerational transmission.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini menganalisis tradisi lisan Baode pada masyarakat Banggai di Desa Lumbi-lumbia, Kecamatan Buko Selatan, Sulawesi Tengah, melalui perspektif antropolinguistik yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan rekaman sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini bertumpu pada kerangka teori antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat makrostruktur, teks Baode menekankan tema penghormatan terhadap leluhur, pelestarian adat istiadat, serta pewarisan nilai moral lintas generasi. Superstruktur Baode tersusun dalam urutan yang koheren, yaitu pembukaan, isi, dan penutup, yang berfungsi memudahkan pemahaman audiens sekaligus menegaskan pesan moral yang disampaikan. Pada tingkat mikrostruktur, analisis leksikal dan konotatif mengungkap penggunaan kosakata lokal, metafora, dan repetisi sebagai ekspresi kesantunan, identitas budaya, serta bentuk perlawanan terhadap arus modernisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Baode bukan sekadar hiburan, melainkan representasi kearifan lokal masyarakat Banggai yang berfungsi sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas, serta solidaritas sosial, sehingga perlu direvitalisasi di tengah tantangan globalisasi dan melemahnya pewarisan antargenerasi.
Kata kunci: antropolinguistik, masyarakat Banggai, tradisi lisan, Baode, Buko Selatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo</dc:publisher>
	<dc:date>2026-05-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/8016</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.32585/kawruh.v8i1.8016</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture; Vol 8 No 1 (2026): April 2026; 69-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture; Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026; 69-78</dc:source>
	<dc:source>2657-1625</dc:source>
	<dc:source>2657-134X</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/view/8016/3881</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Rahmi Ningsi Yadalia, Indah Apriani Tayudi, Srilidiawati Epa, Nurlalela</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
