NEBUS KEMBAR MAYANG : RITUAL DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA YANG MASIH BERTAHAN

Harsono Harsono

Abstract


Nebus kembar mayang merupakan bagian dari rangkaian ritual pernikahan adat Jawa.pernikahan adat Jawa dapat ditemukan sitem nilai masyarakat Jawa yang didalamnya berisi konsepsi-konsepsi yang hidup di alam pemikiran sebagaian besar warga masyarakat Jawa, mengenai hal – hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ‘konsepsi’ hidup dari simbolisasi-simbolisasi dalam ritual yang masih bertahan dalam upacara pernikahan Jawa.Data diolah dengan menggunakan metode kontekstual dan metode pemahaman. Kedua metode ini digunakan sebagai upaya menemukan kaidah dalam tahap analisa data. Dalam analisis mengenai ritual ini, ditemukan konsepsi-konsepsi simbolisme dalam Nebus Kembar Mayangyang memberikan kekuatan pada masyarakat pelakuuntuk mengukuhkan eksistensi ritual ini sehingga masih dapat bertahan sampai sekarang.

 

Kata-kata kunci: ritual, nebus kembar mayang, pernikahan jawa.

References


Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.

_____________. (2000). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan (cetakan kesembilan belas), Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lombard, Denys. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

_____________. (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya III: Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Poerwadarminta. (1939). Baoesastra Djawa. Djakarta: Bale Poestaka.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Supadjar, Damardjati. (2005). Wulang Wuruk Jawa: Mutiara Kearifan Lokal. Yogyakarta.

Widyawati, W. (2010). Etika Jawa: Menggali Kebijaksanaan dan keutamaan demi ketentraman Hidup Lahir Batin.Yogyakarta: Pura Pustaka.

Aryandini, Woro S. (2000). Manusia Dalam Tinjauan Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: UI.

Sugiyarto. (1993). Kamus Indonesia-Daerah: Jawa, Bali, Sunda, Madura. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Soenarwan Hadi Purnomo, Latimin Winoto. (1998). Ngupadi tumuruning wahyu jodo: nebus kembar mayang: kajumbuhaken baken-bakening priyantun kagungan kersa mantu. Sukoharjo: Cendrawasih.




DOI: https://doi.org/10.32585/kawruh.v2i1.652

Refbacks

  • There are currently no refbacks.