Penguatan Kapasitas Mitigasi Bencana dan Upaya Penurunan Stunting Berbasis Potensi Lokal oleh Karang Taruna dan UMKM

Penulis

  • Siti Azizah Susilawati Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ika Candra Sayekti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Muhammad Alfatih Hendrawan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Linggar Ardi Prakoso Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Aisyah Muthia Dina Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

Abstrak

Wilayah mitra merupakan kawasan permukiman dataran rendah di bantaran Sungai Bengawan Solo yang memiliki kerentanan terhadap banjir sekaligus termasuk lokasi prioritas penurunan stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas mitigasi bencana dan upaya penurunan stunting melalui edukasi, perbaikan lingkungan, akses air bersih, dan pemanfaatan pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan partisipatif, penyuluhan mitigasi banjir, edukasi stunting, penanaman green buffer, pipanisasi air bersih, pengembangan eduboard, serta pendampingan UMKM pangan lokal berbahan daun kelor. Evaluasi keberhasilan program disusun melalui pretest-posttest pengetahuan, observasi partisipasi, dokumentasi luaran, dan refleksi bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi warga dalam aksi mitigasi, terbentuknya green buffer melalui penanaman 100 bibit pohon, tersedianya media edukasi publik, meningkatnya akses air bersih pada jalur prioritas, serta bertambahnya keterampilan UMKM dalam mengolah apem dan telur pindang berbahan daun kelor. Data kuantitatif pretest-posttest perlu dilengkapi berdasarkan rekap lembar evaluasi lapangan agar klaim peningkatan pengetahuan dapat dinyatakan secara lebih kuat. Program ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana dan pencegahan stunting dapat diintegrasikan karena keduanya beririsan pada isu kesehatan lingkungan, sanitasi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30.

Amrand, D., Syahbuddin, F., Siam, F., Sapan, Y. T., Pradjono, R., & Safiuddin, S. (2022). Edukasi, sosialisasi, dan simulasi bencana alam pada masyarakat melalui pendekatan berbasis teknologi dengan memanfaatkan sosial media. Educate: Journal of Community Service in Education, 2(2), 66-76. https://doi.org/10.32585/educate.v2i2.2802

Arifudin, M., Sholeha, F. Z., & Umami, L. F. (2021). Planning (Perencanaan) Dalam Manajemen Pendidikan Islam. MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 2(02), 162-183.

Dewi, R. S. (2019). Mitigasi bencana pada anak usia dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 3(1), 68-77.

Fidiana, F., Saddhono, K., & Anindyarini, A. (2024). Kue apem sebagai pangan tradisional Jawa: Proses produksi dan nilai budaya. Jurnal Gastronomi Nusantara, 6(1), 33-41.

Fouk, M. A., Anugrahini, T., & Da Silva, J. (2024). Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Gizi dan Pangan, 19(2), 120-129.

Fuedsi, F. W., Yulianto, E., Pramudita, C., Rachmadani, A., Mustofa, M. H., & Husna, V. N. (2024). Program Sustainable Groundwater melalui diseminasi berbasis hologram dan WebGIS. Educate: Journal of Community Service in Education, 4(2), 41-47.https://doi.org/10.32585/educate.v4i2 .5591

Hati, F. S., & Kurnia, A. R. (2023). Evaluasi Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Edutrained: Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan, 7(1), 67-78.

Kecamatan Jebres Surakarta. (2023). Data stunting Kecamatan Jebres. Pemerintah Kota Surakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Marni, Firdatus, I., Raharja, M. L. T., Savitri, D. N. S., Abrori, J., Khoirunnisa, A., & Wahyuningsih. (2023). Pelatihan deteksi dini stunting dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dengan inovasi jamu cekok untuk mencegah stunting di Kabupaten Sukoharjo. Educate: Journal of Community Service in Education, 3(2), 1-7. https://doi.org/10.32585/educate.v3i2.4732

Mohamad, T. (2017). Gambaran pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit pasca Di Desa permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten boalemo.

Nurhayati, E., Ekowati, V. I., & Meilawati, A. (2014). Inventarisasi makanan tradisional jawa unsur sesaji di pasar-pasar tradisional Kabupaten Bantul. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2).

Nurmaya, R., Wikan, A., & Wardana, D. (2022). Dampak banjir Sungai Bengawan Solo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Jurnal Geografi dan Bencana, 4(1), 25-34.

Rahayu, S., Ekawaty, R., & Nurhusna. (2024). Stunting sebagai masalah gizi kronis dan dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia. Jurnal Kesehatan Anak, 8(1), 1-9.

Safitri, D., Putra, R. A., & Dewantoro, D. F. (2022). Analisis Pola Aliran Banjir Pada Sungai Cimadur, Provinsi Banten Dengan Menggunakan Hec-Ras.

Wali Kota Surakarta. (2024). Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 263/229 Tahun 2024 tentang Kelurahan Lokus Stunting Kota Surakarta Tahun 2025.

Wang, P., Asare, E. O., Pitzer, V. E., Dubrow, R., & Chen, K. (2023). Floods and diarrhea risk in young children in low- and middle-income countries. JAMA Pediatrics, 177(11), 1206-1214. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2023.3964

World Health Organization. (2023). Water, sanitation and hygiene interventions to prevent diarrhoea. World Health Organization.

World Health Organization. (2025). Water, sanitation and hygiene (WASH). World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Susilawati, S. A., Ika Candra Sayekti, Muhammad Alfatih Hendrawan, Linggar Ardi Prakoso, & Aisyah Muthia Dina. (2026). Penguatan Kapasitas Mitigasi Bencana dan Upaya Penurunan Stunting Berbasis Potensi Lokal oleh Karang Taruna dan UMKM. Educate: Journal of Community Service in Education, 6(1), 146–155. Diambil dari https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/educate/article/view/7761