Di Bawah Bayang Kolonial: Kebijakan Pembibitan Tembakau di Besuki (1900- 1930)

Authors

  • Rinda Handayani Universitas Jember
  • Shiva Amalia Pinanti Univeristas Jember
  • Aisya Nur Amalia Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.32585/keraton.v8i1.8379

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tantang Kebijakan Kolonial terhadap perkebunan dan pembibitan tembakau di Besuki tahun 1900–1930 sebagai bagian dari struktur agraria kolonial yang menopang industri tembakau ekspor di Hindi Belanda. Latar belakang tulisan ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana kebijakan kolonial membentuk proses produksi sejak tahap awal, terutama pada sistem pembibitan yang menjadi fondasi kualitas tembakau Besuki. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara kebijakan pertanian kolonial dan penyelenggaraan pembibitan, serta menjelaskan teknik dan praktik pembibitan yang diterapkan oleh perusahaan perkebunan pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan studi pustaka melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kolonial memiliki pengaruh signifikan terhadap pengaturan varietas, seleksi benih, standarisasi teknik pembibitan, serta sistem pengawasan yang diberlakukan di tingkat lokal. Praktik pembibitan di Besuki pada awal abad ke-20 memperlihatkan integrasi antara pengetahuan lokal dan regulasi kolonial yang ketat, sehingga menghasilkan model pembibitan yang terstruktur dan sesuai kebutuhan industri. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembibitan tembakau di Besuki tidak hanya merupakan tahapan agraris, tetapi juga sarana kontrol ekonomi kolonial yang membentuk fondasi sistem perkebunan tembakau di wilayah Besuki.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Artikel