Pemetaan Klaster Komoditas dan Negara Tujuan Ekspor Hortikultura Indonesia

Authors

  • Utan Sahiro Ritonga Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.32585/jase.v6i1.8647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan klaster komoditas ekspor hortikultura Indonesia dan negara tujuan ekspor periode 2017–2025 serta merumuskan implikasi strategis bagi pengembangan ekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan data ekspor yang bersumber dari Basis Data Ekspor-Impor Komoditi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Data diolah menjadi dua dataset analisis, yaitu dataset berbasis komoditas dan dataset berbasis negara tujuan. Fitur yang digunakan meliputi total nilai ekspor, volume ekspor, rata-rata nilai bulanan, coefficient of variation, compound annual growth rate, unit value, jumlah negara tujuan atau komoditas, serta bulan aktif ekspor. Metode utama yang digunakan adalah algoritma K-Means clustering yang dijalankan secara terpisah pada komoditas dan negara tujuan. Penentuan jumlah klaster dievaluasi menggunakan inertia, silhouette score, Davies-Bouldin index, dan Calinski-Harabasz index, dengan mempertimbangkan interpretabilitas agribisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor hortikultura Indonesia sangat terkonsentrasi pada sejumlah kecil komoditas dan pasar utama. Komoditas terbagi ke dalam empat klaster, yaitu komoditas unggulan bernilai tinggi, komoditas berkembang-menengah aktif, komoditas niche kecil dan fluktuatif, serta komoditas minor atau dormant. Negara tujuan terbagi ke dalam tiga klaster, yaitu pasar utama aktif, pasar berkembang atau niche non-reguler, dan pasar insidental atau dormant. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekspor perlu diarahkan pada penguatan komoditas unggulan dan diversifikasi pasar aktif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Ritonga, U. S. (2026). Pemetaan Klaster Komoditas dan Negara Tujuan Ekspor Hortikultura Indonesia. Journal of Agribusiness, Social and Economic, 6(1), 97–109. https://doi.org/10.32585/jase.v6i1.8647