Karakteristik dan Representasi Tradisi Pembelajaran dalam Kitab Pegon Terbitan Menara Kudus (1951–2020)

Authors

  • Rika Marfuahi UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Moh. Mahbub UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.32585/keraton.v7i2.8377

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik dan representasi tradisi pembelajaran dalam kitab Pegon terbitan Menara Kudus pada periode 1951–2020. Kitab Pegon merupakan salah satu medium penting dalam transmisi ilmu keislaman di lingkungan pesantren karena menggunakan aksara Arab yang dimodifikasi untuk bahasa lokal, terutama bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kitab Pegon dalam terbitan Menara Kudus serta menganalisis karakteristik dan representasi tradisi pembelajaran pesantren yang tercermin di dalamnya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama penelitian berupa kitab-kitab Pegon terbitan Menara Kudus, didukung oleh buku, jurnal, arsip, dan sumber literatur lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menara Kudus memiliki peran penting dalam mentransformasikan tradisi pembelajaran kitab Pegon dari bentuk lisan dan manuskrip menjadi media cetak yang lebih luas jangkauannya. Karakteristik kitab Pegon terbitan Menara Kudus tampak pada penggunaan bahasa Jawa beraksara Pegon, model makna gandul, sistematika penjelasan yang sederhana, serta orientasi isi pada pembelajaran fikih, tauhid, akhlak, dan tasawuf. Selain itu, kitab-kitab tersebut merepresentasikan tradisi pembelajaran pesantren seperti bandongan, sorogan, dan wetonan yang menekankan hubungan antara guru, teks, dan santri. Penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Pegon tidak hanya berfungsi sebagai media pedagogis, tetapi juga sebagai representasi tradisi intelektual Islam Nusantara yang terus bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan sosial dan teknologi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Artikel