Textual Analysis of the Baode Oral Tradition of Banggai Community in South Buko: An Anthropolinguistic Study

Penulis

  • Rahmi Ningsi Yadalia Universitas Tompotika Luwuk
  • Indah Apriani Tayudi Universitas Tompotika Luwuk
  • Srilidiawati Epa Universitas Tompotika Luwuk
  • Nurlaela Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.32585/kawruh.v8i1.8016

Kata Kunci:

Baode oral tradition, textual analysis, anthropolinguistics, Banggai community

Abstrak

Penelitian ini menganalisis tradisi lisan Baode pada masyarakat Banggai di Desa Lumbi-lumbia, Kecamatan Buko Selatan, Sulawesi Tengah, melalui perspektif antropolinguistik yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan rekaman sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini bertumpu pada kerangka teori antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat makrostruktur, teks Baode menekankan tema penghormatan terhadap leluhur, pelestarian adat istiadat, serta pewarisan nilai moral lintas generasi. Superstruktur Baode tersusun dalam urutan yang koheren, yaitu pembukaan, isi, dan penutup, yang berfungsi memudahkan pemahaman audiens sekaligus menegaskan pesan moral yang disampaikan. Pada tingkat mikrostruktur, analisis leksikal dan konotatif mengungkap penggunaan kosakata lokal, metafora, dan repetisi sebagai ekspresi kesantunan, identitas budaya, serta bentuk perlawanan terhadap arus modernisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Baode bukan sekadar hiburan, melainkan representasi kearifan lokal masyarakat Banggai yang berfungsi sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas, serta solidaritas sosial, sehingga perlu direvitalisasi di tengah tantangan globalisasi dan melemahnya pewarisan antargenerasi.


Kata kunci: antropolinguistik, masyarakat Banggai, tradisi lisan, Baode, Buko Selatan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Chaer, A. (2009). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Devianty, R. (2017). Bahasa Sebagai Cermin Kebudayaan. Jurnal Tarbiyah. 24(2), 226-245.

Salleh, S. F., et al (2020). Analisis Semantik Leksikal Dalam Novel Sangkar Karya Samsiah Mohd. Nor. :(Lexical Semantics Analysis in Sangkar Novel by Samsiah Mohd. Nor). Asian People Journal (APJ), 3(1), 45-63.

Hasanah, L.U., & Andari, N. (2023). Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat. Fenomena, 4(1), 48-66.

Lahama, M. (2017). Makna konotatif dalam lirik-lirik lagu populer karya band the script (analisis semantik). Jurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi, 1(3).

Moleong, Lexy J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. (revised edition) Bandung: Rosdakarya.

Palmer, F.R. (1981). Semantics: A New Outline. Cambridge: Cambridge University Press.

Pateda, M. (2001). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Pudentia. (1998). Methodology Kajian Tradisi Lisan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Sibarani, R. (2015). Pendekatan Antropolinguistik Terhadap Kajian Tradisi Lisan. Retorika, 1(1), 10-14.

Sibarani,R. (2024). Antropolinguistik. Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Diterbitkan

2026-05-02

Cara Mengutip

Rahmi Ningsi Yadalia, Indah Apriani Tayudi, Epa, S., & Nurlaela. (2026). Textual Analysis of the Baode Oral Tradition of Banggai Community in South Buko: An Anthropolinguistic Study. Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 8(1), 69–78. https://doi.org/10.32585/kawruh.v8i1.8016

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.